Perusahaan dari startup hingga perusahaan multinasional berusaha secara radikal untuk mengubah cara mereka mengatasi tantangan data. Karena mereka mengelola volume data yang terus meningkat, perusahaan-perusahaan ini mencari alat terbaik untuk membantu mereka mencapai tujuannya—tanpa mengeluarkan biaya besar atau manajemen infrastruktur yang kompleks.
Google Cloud dan NVIDIA telah berkolaborasi selama bertahun-tahun untuk menghadirkan platform yang kuat untuk machine learning (ML), kecerdasan buatan (AI), dan analytics data untuk membantu Anda memecahkan tantangan data kompleks. Organisasi menggunakan GPU NVIDIA di Google Cloud untuk mempercepat inferensi dan pelatihan machine learning, analytics, dan beban kerja komputasi kinerja tinggi (HPC) lainnya. Dari mesin virtual hingga framework open-source seperti TensorFlow, kami memiliki alat untuk membantu Anda mengerjakan project paling ambisius. Misalnya, Dataproc Google Cloud sekarang memungkinkan Anda menggunakan GPU NVIDIA untuk mempercepat pelatihan dan pengembangan ML hingga 44 kali dan mengurangi biaya hingga 14 kali.
Untuk terus membantu mencapai tujuan Anda, kami sangat gembira bisa mengumumkan dukungan mendatang untuk arsitektur NVIDIA Ampere yang baru dan NVIDIA A100 Tensor Core GPU. Google Cloud dan GPU A100 baru akan hadir dengan kemampuan hardware dan software yang ditingkatkan sehingga peneliti dan inovator bisa semakin memajukan aplikasi AI dan HPC yang paling penting, dari AI percakapan dan sistem rekomendasi, hingga penelitian simulasi cuaca tentang perubahan iklim. Kami akan menyediakan GPU A100 melalui Google Compute Engine, Google Kubernetes Engine, dan Cloud AI Platform, sehingga pelanggan bisa meningkatkan dan memperbesar kontrol, portabilitas, dan kemudahan penggunaan.
Selain itu, gambar VM Deep Learning Google Cloud dan Deep Learning Container akan menghadirkan dukungan pre-built bagi generasi baru library NVIDIA untuk memanfaatkan GPU A100. Tim Google Cloud, NVIDIA, dan TensorFlow bermitra untuk menyediakan dukungan bawaan bagi software baru ini di semuaversi TensorFlow Enterprise, sehingga pengguna TensorFlow di Google Cloud bisa menggunakan hardware baru tanpa mengubah kode apa pun atau mengupgrade versi TensorFlow mereka.
Avaya membuat koneksi pelanggan dengan Google Cloud dan NVIDIA
Avaya, penyedia global terkemuka dalam kolaborasi dan komunikasi terpadu, menggunakan teknologi Google Cloud dan NVIDIA untuk mengatasi tantangan bisnis penting pelanggan. Avaya Spaces, solusi kolaborasi video terlahir-di-cloud, berjalan di Google Cloud dan diterapkan di banyak pusat data secara global. Dengan COVID-19 yang mengubah cara kerja kita, solusi ini sangat membantu organisasi ketika beralih ke pembatasan sosial dan bekerja dari rumah.
“Memindahkan pemrosesan video kami ke NVIDIA T4s di Google Cloud membuka peluang inovasi baru untuk platform kami. Tujuan kami adalah memasukkan kemampuan AI real-time dalam pengalaman pengguna untuk menciptakan nilai unik bagi pengguna akhir kami,” kata Paul Relf, Senior Director of Product Management, Cloud Collaboration di Avaya. “Kami adalah pengguna berat Google Cloud dan kemampuan ini memberikan nilai tambah bagi kami. Kami juga sangat tertarik pada kemampuan AI baru dari NVIDIA dan bagaimana kami bisa memanfaatkan ekosistem gabungan untuk menciptakan hasil yang lebih baik bagi pengguna Avaya Spaces kami.”
Ada berbagai macam kasus penggunaan untuk NVIDIA pada solusi Google Cloud, lintas industri dan ukuran perusahaan. Kami berbicara tentang beberapa penggunaan platform AI—dari edge computing hingga visualisasi grafik—di event GTC Digital NVIDIA. Anda bisa melihat beberapa sesi on-demand yang menurut kami sangat menarik di bawah ini:
Selama bertahun-tahun, saya menantang orang-orang yang merekomendasikan potensi kecerdasan buatan: Sebelum Anda beralih ke AI sebagai solusi, temukan masalah spesifik yang perlu dipecahkan. Sekarang kita dihadapkan dengan pandemi global, begitu banyak masalah kompleks dan urgen yang perlu segera diselesaikan.
Orang-orang berkumpul bersama menghadapi tantangan yang kami hadapi karena coronavirus baru, dan AI terbukti menjadi fitur yang berharga. Mulai dari memilah-milah set data riset raksasa untuk menemukan perawatan potensial, meramalkan penyebaran penyakit secara lebih akurat, hingga menggerakkan agen virtual untuk menjawab pertanyaan tentang COVID-19, AI membantu semua jenis organisasi. Dalam postingan ini, kami akan memberikan beberapa cara yang bisa membantu.
Menemukan jawaban dengan Komunitas Kaggle
Pada bulan Maret, The White House Office of Science and Technology Policy mengumumkan bahwa ia memiliki 29.000 artikel, yang sekarang telah berkembang menjadi lebih dari 59.000, yang berisi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kunci mengenai virus. Ia beralih ke Kaggle, anak perusahaan Google Cloud, untuk memanggil komunitasnya lebih dari 4 juta data scientist untuk menggunakan AI guna membantu menemukan jawaban ini. Partisipan telah mengembangkan beberapa fitur data mining dan teks untuk menelusuri set data ini, yang diberi nama COVID-19 Open Research Dataset (CORD-19), untuk membantu menjawab pertanyaan kritis seperti, “Apa yang kita ketahui tentang faktor risiko COVID-19?”, “Apa yang kita ketahui tentang genetika, asal usul, dan evolusi virus?”, dan lainnya.
Pada minggu yang sama, Kaggle menggandakan usahanya dan menantang komunitas data scientist dalam dua kompetisi prediksi: Satu berfokus memprediksi penyebaran COVID-19 di seluruh dunia, yang satunya memprediksi penyebaran penyakit di California.
Data scientist di seluruh dunia bekerja sama untuk membantu komunitas medis mengalahkan COVID-19, dan Anda bisa terus mengikuti perkembangan tantangan kami di kaggle.com/covid19, dan melihat progres yang dibuat komunitas dalam mencapai tujuannya seperti yang dibahas di kaggle.com/covid-19-contributions.
Program Rapid Response Virtual Agent
Pada awal April, kami meluncurkan program Rapid Response Virtual Agent untuk membantu organisasi yang dibanjiri pertanyaan pelanggan mengenai pandemi. Program ini membantu bisnis secara cepat membangun dan mengimplementasikan agen virtual AI Contact Center khusus untuk menjawab pertanyaan pelanggan melalui chat atau suara sehingga pelanggan bisa mendapatkan dukungan 24/7.
Albertsons Companies
Pandemi ini memicu sejumlah pertanyaan dari pelanggan kami, serbuan panggilan telepon, dan waktu tunggu yang sangat lama. Dengan program Rapid Response Virtual Agent, kami bisa dengan cepat menyiapkan agen virtual kami, menjawab pertanyaan, dan mengarahkan traffic di tingkat pertanyaan pertama. Menghemat waktu dan uang, serta melayani kebutuhan pelanggan kami dengan lebih baik.Cameron Craig, Vice President Digital Product, Design & Experience
PPP Lending AI Solution
Minggu lalu, Google mengembangkan PPP Lending AI Solution untuk membantu mengintegrasikan fitur penyerapan dokumen berbasis AI Google ke dalam komponen underwriting dan sistem peminjaman yang ada untuk membuatnya lebih efisien.
PPP Lending AI Solution memiliki tiga komponen, yang masing-masing bisa digunakan secara individual atau dikombinasikan satu dengan lainnya:
Loan Processing Portal adalah aplikasi berbasis web yang memungkinkan agen pemberi pinjaman dan/atau pemohon pinjaman membuat, mengajukan, dan melihat status aplikasi pinjaman PDB mereka.
Document AI PPP Parser API memungkinkan pemberi pinjaman menggunakan AI untuk mengambil informasi terstruktur dari dokumen pinjaman PDB yang diajukan pemohon. Komponen ini tersedia secara gratis hingga 30 Juni 2020.
Loan Analytics memungkinkan pemberi pinjaman secara cepat memuat riwayat data pinjaman, membantu de-identifikasi dan anonimisasi informasi sensitif, menyimpan informasi dengan aman, dan melakukan analisis data pada riwayat data pinjaman.
Kita tahu bahwa salah satu kekuatan terbesar AI adalah membantu memecahkan masalah kompleks, dan pandemi yang kita hadapi adalah tantangan besar. Kami akan terus membangun dan menerapkan kemampuan AI untuk membantu selama masa ini, dan membantu pelanggan memecahkan masalah tersulitnya di masa mendatang.
Update: Kami tidak sabar untuk memberi tahu kamu lebih banyak tentang Android 11, tetapi sekarang bukan saatnya untuk merayakan ini. Kami menunda acara 3 Juni dan beta release. Kami akan kembali dengan lebih banyak info tentang Android 11, segera.
Ketika kami mulai merencanakan Android 11, kami tidak menduga jenis perubahan yang akan menemukan jalannya ke kita semua, di hampir setiap region di dunia. Ini menantang kami agar selalu fleksibel dan menemukan cara baru untuk bekerja sama, terutama dengan komunitas developer.
Untuk membantu menghadapi tantangan-tantangan tersebut, kami mengumumkan update ke timeline rilis. Kami memberikan Anda Developer Preview keempat hari ini dan memindahkan versi Beta 1 ke 3 Juni. Dan untuk memberi tahu Anda semua tentang rilis ini dan memberikan Anda sumber daya teknis yang dibutuhkan, kami menyelenggarakan event developer online yang kami sebut #Android11: the Beta Launch Show.
Bergabunglah dengan kami di #Android11: The Beta Launch Show
Meskipun keadaan mencegah kami untuk bergabung bersama Anda secara langsung di Shoreline Amphitheatre untuk Google I/O, konferensi developer tahunan kami, kami menyelenggarakan event online di mana kami bisa membagikan dengan Anda semua mengenai hal terbaik dan terbaru di Android. Kami harap Anda bergabung dengan kami di #Android11: The Beta Launch Show, kesempatan Anda untuk mencari tahu apa yang baru di Android dari orang-orang yang membangun Android. Di-host oleh saya, Dave Burke, event akan dimulai pukul 11:00 ET pada 3 Juni. Dan kami akan membungkusnya dengan post-show live Q&A; tweet pertanyaan #AskAndroid Anda agar dijawab secara langsung!
Setelah itu, kami akan membagikan pembicaraan tentang berbagai topik mulai dari Jetpack Compose hingga Android Studio dan Google Play–pembicaraan yang semula kami rencanakan untuk Google I/O–untuk membantu Anda memanfaatkan pengembangan Android terbaru. Anda bisa mendaftar untuk menerima update mengenai event digital ini di developer.android.com/android11.
Update jadwal Android 11
Industri kami bergerak sangat cepat, dan kami tahu bahwa banyak mitra pembuat perangkat mengandalkan kami untuk membantu mereka menghadirkan Android 11 ke perangkat konsumen terbaru akhir tahun ini. Kami juga tahu bahwa banyak dari Anda bekerja untuk memprioritaskan pengujian aplikasi dan game awal di Android 11, sebagian berdasarkan Stabilitas Platform dan milestone lainnya. Pada saat yang sama, kita semua berkolaborasi dari jarak jauh dan memprioritaskan kesehatan keluarga, teman, dan kolega.
Jadi, untuk membantu memenuhi kebutuhan ekosistem sembari tetap memperhatikan dampaknya pada developer dan mitra, kami memutuskan untuk menambahkan sedikit waktu tambahan dalam jadwal rilis Android 11. Kami akan mengeluarkan rilis Beta 1 dan semua milestone berikutnya kurang lebih sebulan, sehingga memberi semua orang lebih banyak ruang sembari tetap menjaga jalur kami untuk rilis final nanti di Kuartal ke-3.
Berikut adalah beberapa perubahan utama dalam jadwal baru:
Kami merilis Developer Preview keempat hari ini untuk pengujian dan masukan.
Rilis Beta 1 dipindahkan ke 3 Juni. Kami akan menyertakan SDK dan NDK API final bersama dengan rilis ini dan membuka publikasi Google Play untuk aplikasi yang menargetkan Android 11.
Beta 2 dipindahkan ke Juli. Kami akan mencapai Stabilitas Platform dengan rilis ini.
Beta 3 dipindahkan ke Agustus dan akan menyertakan build kandidat rilis untuk pengujian akhir
Dengan menghadirkan kepada Anda API final pada timeline asli sembari menggeser tanggal lainnya, kami memberikan Anda satu bulan ekstra untuk mengkompilasi dan pengujian dengan API final, dan memastikan bahwa Anda memiliki jumlah waktu yang sama antara Stabilitas Platform dan rilis final, direncanakan nanti pada Kuartal ke-3. Berikut tampilan timelinenya.
Anda bisa membaca selengkapnya tentang arti timeline baru bagi developer aplikasi dalam ringkasan program pratinjau.
Kompatibilitas aplikasi
Perubahan jadwal ini memberi Anda tambahan waktu untuk menguji kompatibilitas aplikasi dan mengidentifikasi setiap pekerjaan yang perlu dilakukan. Kami sarankan untuk merilis update aplikasi yang kompatibel dengan Android 11 Beta pada 3 Juni untuk mendapatkan masukan dari kelompok pengguna Android Beta yang lebih besar yang akan mendapatkan update.
Dengan Beta 1, SDK dan NDK API akan bersifat final, dan saat kami mencapai Stabilitas Platform pada bulan Juli, perilaku sistem dan daftar abu-abu non-SDK juga akan difinalisasi. Pada saat itu, rencanakan pengujian kompatibilitas final Anda dan rilis aplikasi, SDK, atau library yang sudah sepenuhnya kompatibel sesegera mungkin sehingga semuanya siap untuk rilis Android 11 final. Anda bisa membaca selengkapnya di timeline untuk developer.
Anda bisa memulai pengujian kompatibilitas hari ini pada perangkat Pixel 2, 3, 3a, atau 4, atau Anda dapat menggunakan Android Emulator. Cukup flash build terbaru, instal aplikasi produksi Anda, dan uji alur penggunaan. Pastikan untuk meninjau perubahan perilaku untuk area di mana aplikasi Anda mungkin terpengaruh. Tidak perlu mengubah targetSdkVersion aplikasi saat ini, meskipun kami sarankan mengevaluasi pekerjaan karena banyak perubahan diterapkan setelah aplikasi Anda menargetkan API level baru.
Mengoptimalkan kualitas pengalaman pengguna adalah kunci keberhasilan jangka panjang dari situs apa pun di web. Melalui interaksi dan kolaborasi berkelanjutan kami dengan jutaan developer web dan pemilik situs, kami telah mengembangkan banyak metrik dan fitur yang bermanfaat di Google untuk membantu pemilik bisnis, marketing, dan developer mengidentifikasi peluang guna meningkatkan pengalaman pengguna. Namun, banyaknya metrik dan fitur tersebut menciptakan tantangan set prioritas, kejelasan, dan konsistensi bagi banyak orang.
Hari ini kami memperkenalkan program baru, Web Vitals, sebuah inisiatif dari Google untuk memberikan panduan terpadu bagi sinyal kualitas, yang kami percaya, sangat penting untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang luar biasa di web.
Core Web Vitals
Terdapat banyak aspek dalam mengukur kualitas pengalaman pengguna, yang sebagian besar berhubungan dengan situs dan konteks, tetapi ada serangkaian sinyal umum — "Core Web Vitals" — yang sangat penting untuk semua pengalaman web. Kebutuhan pengalaman pengguna inti tersebut meliputi pengalaman memuat, interaktivitas, serta stabilitas visual konten halaman, dan penggabungan semuanya itu adalah dasar dari Core Web Vitals 2020.
Largest Contentful Paint mengukur persepsi kecepatan pemuatan dan menandai titik di timeline pemuatan halaman saat konten utama halaman dimuat.
First Input Delay mengukur responsivitas dan pengalaman yang dirasakan pengguna saat pertama kali berinteraksi dengan halaman.
Cumulative Layout Shift mengukur stabilitas visual dan menghitung jumlah perubahan layout tidak terduga dari konten halaman yang terlihat.
Semua metrik ini menangkap hasil penting yang berpusat pada pengguna, terukur kolom, dan memiliki fitur serta metrik diagnostik lab pendukung yang ekuivalen. Misalnya, meskipun Largest Contentful Paint adalah metrik pemuatan topline, ia juga sangat bergantung pada First Contentful Paint (FCP) dan Time to First Byte (TTFB), yang harus selalu dimonitor dan ditingkatkan.
Mengukur Core Web Vitals
Tujuan kami adalah menjadikan Core Web Vitals sederhana dan mudah diakses serta diukur untuk semua pemilik situs dan developer, baik di seluruh Google maupun dalam dasbor dan fitur mereka sendiri.
Chrome UX Report memungkinkan pemilik situs dengan cepat menilai kinerja situs untuk setiap Web Vital, seperti yang dirasakan oleh pengguna Chrome sesungguhnya. Set data BigQuery telah memunculkan histogram yang dapat diakses secara publik untuk semua Core Web Vitals, dan kami sedang mengerjakan REST API baru yang akan membuat pengaksesan data tingkat sumber dan URL menjadi sederhana dan mudah — ikuti terus.
Kami sangat menganjurkan semua pemilik situs mengumpulkan analytics pengukuran pengguna-nyata mereka sendiri untuk setiap Core Web Vital. Untuk mengaktifkannya, sejumlah browser, termasuk Google Chrome, telah menerapkan dan mengirimkan dukungan bagi semua spesifikasi draf Core Web Vitals terkini: Largest Contentful Paint, Layout Instability, dan Event Timing. Selain itu, hari ini kami meluncurkan library JavaScript web-vitals open-source yang menyediakan pemaket kecil dan siap produksi, yang bisa digunakan dengan semua penyedia analytics yang mendukung metrik kustom atau sebagai referensi cara menangkap secara akurat setiap Core Web Vitals untuk pengguna situs Anda.
// Contoh penggunaan web-vitals untuk mengukur & melaporkan CLS, FID, dan LCP.
Dalam proses pengujian dan pengembangan, kami merasakan pentingnya memiliki akses mudah ke status setiap Core Web Vital, baik dalam pengembangan maupun saat kami menjelajahi web. Untuk membantu developer menemukan peluang pengoptimalan hari ini, kami juga merilis pratinjau developer ekstensi Core Web Vitals terbaru. Ekstensi ini memunculkan indikator visual di Chrome tentang status masing-masing vital saat Anda menjelajahi web dan, di masa mendatang, Anda juga bisa melihat kumpulan insight pengguna nyata (disediakan oleh Chrome UX Report) tentang status setiap core vital untuk URL dan sumber saat ini.
Yang terakhir, dalam beberapa bulan mendatang kami akan mengupdate Lighthouse, Chrome DevTools, PageSpeed Insights, Search Console Speed Report, dan fitur populer lainnya untuk menyorot dan memberikan panduan yang konsisten dan dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan Core Web Vitals.
Evolusi Core Web Vitals
Set Core Web Vitals 2020 terkini bukanlah set metrik lengkap yang menangkap pengalaman pengguna ideal di web. Kami berharap bisa mengupdate Core Web Vitals setiap tahun dan memberikan update rutin tentang kandidat masa depan, motivasi, dan status implementasi.
Menatap 2021, kami berinvestasi dalam membangun pemahaman dan kemampuan yang lebih baik untuk mengukur kecepatan halaman, dan karakteristik pengalaman pengguna penting lainnya. Misalnya, memperluas kemampuan untuk mengukur latensi masukan semua interaksi, bukan hanya interaksi pertama; metrik baru untuk mengukur dan menilai kelancaran; primitif dan metrik pendukung yang memungkinkan penyampaian pengalaman instan dan perlindungan privasi di web; dan lainnya.
Pekan lalu kami mengumumkan fitur baru untuk Anthos yang menurut pelanggan kami akan mendorong kelincahan dan efisiensi bisnis. Hari ini, kami ingin mendalami salah satu fitur baru dari Anthos yang paling menarik: dukungan multi-cloud. Sekarang, Anda bisa menggunakan Anthos untuk mengonsolidasikan semua operasi di lokal, Google Cloud, dan cloud lainnya (dimulai dengan AWS).
Menerapkan multi-cloud dengan benar
Banyak dari Anda yang menerapkan beban kerja ke beberapa cloud untuk memanfaatkan kemampuan terbaik dan meningkatkan ketahanan layanan. Namun mengelola aplikasi di beberapa cloud yang berbeda lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Saya telah mendengar dari Anda semua bahwa set keterampilan khusus yang diperlukan untuk penerapan multi-cloud mengarah pada tim yang terisolasi dan tidak terhubung—bahkan jika tim tersebut mengerjakan aplikasi yang sama. Terlepas dari tantangan ini, kekhawatiran tentang penguncian ke satu penyedia cloud dan ketersediaan jika terjadi pemadaman membuat multi-cloud menjadi prioritas bagi Anda semua.
Memanfaatkan platform modernisasi aplikasi terbuka seperti Anthos bisa membantu mengatasi beberapa tantangan tersebut dan memungkinkan Anda memodernisasi aplikasi yang ada, membuat yang baru, dan menjalankannya di mana saja. Menurut survei modernisasi aplikasi baru dari Enterprise Strategy Group, “92% organisasi merasa penting untuk memanfaatkan solusi orkestrasi dan manajemen container dengan multi-cloud diaktifkan.“1
Mari kita dalami bagaimana Anthos bisa membantu Anda membangun strategi multi-cloud yang sukses.
Menghadirkan konsistensi di banyak cloud
Fitur manajemen yang tidak terhubung memperlambat tim, membuang waktu dan uang yang berharga, dan pada akhirnya menyebabkan berkurangnya produktivitas karyawan. Anthos dilapiskan di atas Kubernetes dan menghadirkan konsistensi orkestrasi dan penegakan kebijakan di banyak cloud dan lokal. Dengan pengalaman software terbuka yang sama di semua lingkungan, tim platform Anda bisa bergerak lebih cepat sementara tim keamanan Anda mempertahankan kontrol yang konsisten, semuanya sembari mengurangi kompleksitas dan permukaan terbuka yang rentan diserang.
Anthos memungkinkan Anda melihat secara holistik layanan yang berjalan di semua arsitektur multi-cloud. Anthos Service Mesh mengelola, dan mengamankan, traffic yang berjalan di pusat data Anda, di Google Cloud dan di cloud lain seperti AWS. Anthos Config Management memungkinkan Anda mendistribusikan dan menegakkan kebijakan hierarkis (seperti otorisasi, kuota sumber daya, dan batas namespace) sesuai kebutuhan di banyak aplikasi yang berjalan di banyak cloud. Singkatnya, Anthos membebaskan Anda dari batasan penyedia cloud dan memberi Anda fitur untuk menjalankan aplikasi di mana saja.
Ketika Anda mengembangkan aplikasi, Anthos membantu dengan menyediakan platform “bangun sekali, terapkan di mana saja” sehingga Anda bisa membawa aplikasi ke banyak cloud publik, mulai dengan AWS. Terlepas dari lingkungan tempat aplikasi Anda dikembangkan, Anthos memberi Anda pengalaman pengembangan yang sama. Anda menghabiskan lebih sedikit waktu berfokus pada rantai fitur, konfigurasi, serta manajemen aplikasi, dan punya lebih banyak waktu menulis kode yang bagus.
Memberdayakan Anda dengan fleksibilitas dan pilihan
Sejak kami meluncurkan Anthos, kami telah berkomitmen untuk memberi Anda lebih banyak pilihan di penyedia cloud. Terlalu sering kami dengar dari pelanggan yang mulai membangun aplikasi dalam satu cloud dan terjebak dengan teknologi eksklusif yang mencegah mereka bergerak cepat dan menggunakan layanan yang dibutuhkan, di lokasi yang mereka inginkan. Teknologi terbuka yang menjadi fondasi Anthos membuka kunci fleksibilitas yang Anda butuhkan untuk membuat keputusan terbaik bagi organisasi Anda dan menghindari penguncian ke cloud—bahkan milik kami.
Namun kami juga tahu bahwa memercayai vendor cloud baru dengan beban kerja penting Anda bukanlah keputusan yang bisa dianggap enteng. Itulah sebabnya memulai dengan Anthos untuk AWS kami rancang semulus mungkin. Jika tim Anda telah membangun proses dan fitur di sekitar penerapan AWS, tim tersebut bisa menginstal Anthos langsung ke AWS VPC Anda dan menggunakan kembali grup keamanan AWS serta sumber daya IAM yang ada. Agar layanan Anda bisa diakses oleh layanan lain dalam organisasi, atau diakses publik untuk pengguna, Anda juga dapat mengeksposnya menggunakan load balancer AWS.
Fitur multi-cloud Anthos tersedia hari ini
Dukungan Anthos untuk AWS sudah tersedia secara umum. Rilis ini mencakup beberapa fitur utama yang Anda minta, menghadirkan berbagai keuntungan:
Keandalan tinggi: Kluster Anda bisa diterapkan dalam konfigurasi ketersediaan tinggi (HA), di mana instance bidang kontrol, serta kumpulan node, dapat ditempatkan di beberapa zona ketersediaan. Grup AWS Auto Scaling juga digunakan untuk ketahanan.
Autoscaling: Secara otomatis mengubah ukuran jumlah node berdasarkan volume traffic sehingga Anda hanya membayar sumber daya yang dibutuhkan.
Integrasi dengan lingkungan AWS yang sudah ada: Anthos bisa diterapkan ke AWS VPC Anda saat ini, dan Anda bisa memanfaatkan grup keamanan yang ada untuk mengamankan kluster tersebut. Jika pengaturan AWS Anda telah disetujui oleh tim keamanan, Anda bisa menerapkan Anthos ke dalamnya, selama firewall mengizinkan koneksi kembali ke Google. Anda juga bisa mengekspos layanan melalui load balancer AWS sehingga penerapan Anthos mudah dilakukan dan konfigurasi lingkungan minimal.
Konsistensi operasional: Sekarang, Anda bisa mengelola beban kerja yang berjalan di Google Cloud serta AWS dari satu tempat. Google Cloud Console menyediakan manajemen satu-panel-kaca untuk semua kluster Anda. Selain itu, log sistem untuk semua lingkungan ini bisa disimpan di Cloud Logging (sebelumnya disebut Stackdriver).
Integrasi dengan tumpukan Anthos lengkap: Anda bisa menetapkan kebijakan pada beban kerja AWS dengan Anthos Config Management, dan menggunakan Anthos Service Mesh untuk menghubungkan dan mengelola sumber daya dengan aman di AWS sehingga pemantauan dan kebijakan Anda dapat melihat seluruh aplikasi bukan hanya satu bagian kecil.
Untuk mendukung lebih banyak paket multi-cloud, kami juga menawarkan dukungan Anthos untuk Azure akhir tahun ini.
Memastikan kesuksesan di masa depan multi-cloud baru
Multi-cloud memastikan tim Anda bisa mengembangkan dan membangun lintas lingkungan, berputar dengan cepat, dan menjaga aplikasi Anda tetap berjalan bila terjadi bencana. Anthos memudahkan multi-cloud dengan menyediakan manajemen satu panel kaca dan memastikan bahwa itu dilakukan dengan benar secara konsisten, terintegrasi, pengalaman untuk developer, operator, dan administrator.
Pesan ini sangat cocok bagi mitra kami, yang melaporkan bahwa pendekatan Anthos untuk multi-cloud berjalan efektif dengan pelanggan mereka.
“Kami melihat masukan yang sangat positif dari pengguna awal Anthos di AWS,” kata Kyle Bassett, Mitra di Arctiq. “Anthos membedakan dirinya dengan kemampuan untuk menyediakan pengalaman Kubernetes full-stack cloud-agnostic dari manajemen sumber daya tingkat rendah hingga penegakan kebijakan—semuanya sembari menghadirkan pengalaman developer yang disempurnakan. Untuk pelanggan yang berkomitmen pada container tetapi lelah mengelola semuanya sendiri, Anthos melakukan pekerjaan berat Anda.”
Jika Anda ingin memulai Anthos untuk AWS, kami bermitra dengan Arctiq, IGNW, SADA, SoftServe, dan World Wide Technology yang bisa membantu. Dan jika Anda tertarik melihat bagaimana Anthos bisa membantu organisasi Anda menerapkan multi-cloud dengan benar, hubungi tim penjualan kami untuk menjadwalkan sesi desain arsitektur.
1. Survei Penelitian Khusus ESG, Mengukur Modernisasi Aplikasi dan Dampaknya, Ditugaskan oleh Google, Maret 2020.
PWA, proses debug yang lebih baik, dan rendering berbasis CanvasKit
Catatan singkat: kami awalnya berencana merilis versi stabil Flutter terbaru hari ini, tetapi kami menemukan bug error dalam pengujian akhir yang ingin kami perbaiki sebelum dirilis. Kami sudah melakukan perbaikan dalam basis kodenya, tetapi kami ingin menyempurnakannya untuk memastikan bahwa kami tidak memperkenalkan regresi baru. Kami sekarang berencana merilis versi stabil minggu depan. Terima kasih kepada semua orang yang telah melaporkan masalah ini dan bekerja sama dengan kami untuk mereproduksinya.
Hampir setahun yang lalu, kami membagikan pratinjau teknis pertama kami tentang dukungan Flutter untuk menargetkan web. Visi Flutter kami adalah menyediakan toolkit portabel untuk membangun pengalaman indah di mana pun Anda ingin menggambar piksel layar. Mengingat sifat web yang mudah menyebar, ini adalah tempat alami eksperimen dengan Flutter, tetapi karakteristiknya berbeda dari platform seluler seperti Android dan iOS.
Menjalankan kode Flutter di browser web membuka berbagai kemungkinan menarik, meliputi:
Menyediakan jalur mudah bagi developer untuk menghadirkan aplikasi seluler mereka ke web, baik sebagai aplikasi lengkap, PWA, maupun sebagai pratinjau rendah-friksi dari pengalaman terinstal.
Memungkinkan developer aplikasi desktop membangun sekali dan membuat keputusan akhir tentang apakah aplikasi tersebut dikirim sebagai aplikasi desktop terinstal berkinerja tinggi dan/atau aplikasi web temporer yang bebas friksi.
Fitur seperti DartPad dan CodePen memungkinkan Anda bisa secara cepat bereksperimen dengan kode Dart, melihat hasilnya secara real time tanpa perlu menginstal apa pun secara lokal di mesin Anda.
Membagikan kode antara aplikasi web dan seluler dengan kompromi minimal.
Flutter dibangun tanpa kompromi dengan aplikasi sebagai pusatnya dalam framework dan pilihan API-nya. Kami percaya ini adalah penawaran berbeda yang berkontribusi luas untuk pengembangan web. Jika kami berhasil mencapai tujuan kami, dukungan web Flutter akan menyediakan framework yang memanfaatkan sepenuhnya semua kemampuan yang ditawarkan platform web, memungkinkan developer membangun aplikasi interaktif yang kaya dan indah serta benar-benar cocok di browser.
Ampstor: fitur tanpa-kode untuk membangun halaman web cerita yang lebih baik, dibangun dengan dukungan web Flutter.
Ampstor adalah contoh yang sangat menarik. Tim ini bertujuan membangun fitur pengeditan untuk membangun AMP Stories, format baru yang membantu penyedia konten membuat narasi visual untuk perangkat seluler. Inilah yang mereka katakan ketika menggunakan Flutter di web:
“Sebagai startup yang membantu pelanggan membangun pengalaman yang sangat berkesan, sangatlah penting bagi kami untuk bisa memasarkan dengan cepat dan melakukan inovasi berdasarkan masukan pelanggan. Kami memilih Flutter karena ia memberikan kebebasan untuk berfokus pada produk, bukan platformnya. Kami sangat senang dengan pengalaman sejauh ini dan pelanggan menyukai aplikasi yang kami buat.”
Tujuan awal kami dengan dukungan web adalah membuktikan hipotesis dasar bahwa framework Flutter bisa ditransfer ke web. Musim panas lalu, kami menyatukan kode web kembali ke framework utama, mengarah ke satu basis kode yang mendukung seluler dan web (serta desktop!). Fokus kami sejak saat itu telah bergeser untuk memberikan kinerja yang cepat dan mulus menggunakan kemajuan platform web terbaru, meningkatkan konsistensi perilaku di seluruh platform target Flutter, dan menghapus serta memperbaiki skenario yang tidak terasa natural di web.
Dengan mengingat hal tersebut, berikut adalah update tentang semua hal yang telah dikerjakan tim sejak dukungan web mendarat di saluran beta Desember lalu.
Apa yang baru?
Dukungan PWA
Penggemar Progressive Web Apps akan senang mengetahui bahwa template Flutter default untuk aplikasi web sekarang menyertakan dukungan fitur-fitur inti yang diperlukan untuk aplikasi PWA berkemampuan offline yang dapat diinstal:
Aplikasi template “counter” Flutter, berjalan sebagai PWA di macOS.
Perhatikan bahwa ini terlihat seperti aplikasi desktop biasa, tetapi ini sebenarnya adalah aplikasi web Flutter yang telah diinstal ke dalam browser sebagai PWA. Anda bisa melihat perbedaannya dengan tambahan tombol ikon di bilah judul, yang memperlihatkan fungsionalitas Chrome. PWA berbasis Flutter bisa diinstal dengan cara yang sama seperti PWA berbasis web lainnya; setelan yang menandakan bahwa aplikasi Flutter Anda adalah PWA disediakan oleh manifest.json, yang dihasilkan oleh flutter create di subfolder web/.
PWA didukung pada browser desktop serta seluler utama dan hanyalah salah satu cara investasi kami dalam menjembatani kesenjangan antara kemampuan platform native dan web.
Ini masih dalam proses pengerjaan, jadi silakan beri kami masukan bila Anda melihat sesuatu yang tidak beres.
Plugin
Ketika kami meluncurkan beta, hanya beberapa plugin yang mendukung web. Sejak itu, kami melihat lebih banyak plugin menambahkan dukungan untuk platform web, terima kasih atas semua kontribusi besar dari komunitas, seperti:
audioplayers: memutar beberapa file audio secara bersamaan
connectivity: memungkinkan aplikasi menemukan konektivitas jaringan dan mengonfigurasikannya
cloud_firestore: Database cloud NoSQL, diakses melalui Cloud Firestore API
cloud_functions: mengakses fungsi cloud tanpa server, dihosting oleh Firebase
Meskipun kami berencana mengembangkan sendiri beberapa plugin Google-authored yang populer untuk web, kami sangat bergantung pada komunitas untuk membantu menghadirkan dukungan web ke paket yang ada. Untuk membantu Anda memulai, kami telah memublikasikan beberapa artikel yang menjelaskan tentang cara menulis plugin web.
Proses Debug Web dengan Evaluasi Ekspresi
Proses debug adalah langkah penting dalam proses pengembangan, dan merupakan salah satu area pengembangan aktif untuk menciptakan pengalaman web Flutter yang lebih kaya. Jika Anda menggunakan VS Code untuk mengembangkan aplikasi Flutter, Anda mungkin berharap set lengkap kemampuan debug tersedia bagi Anda, termasuk mengevaluasi ekspresi di jendela debug, menggunakan fungsionalitas watch, atau mengarahkan kursor ke variabel untuk melihat nilainya.
Beberapa waktu yang lalu, ini hanya tersedia untuk proses debug aplikasi Flutter seluler. Dalam beberapa bulan terakhir, kami berupaya menghubungkan evaluasi ekspresi ke Flutter di web dan itu sekarang memiliki dukungan eksperimental yang siap dicoba di VSCode. Dukungan untuk IDE lain, seperti IntelliJ, masih dalam proses.
Fitur ini tersedia di saluran master atau dev Flutter. Gunakan petunjuk berikut untuk menyiapkannya bagi VS Code:
Konfigurasikan project Anda agar berjalan di web. Dalam VS Code, aktifkan evaluasi ekspresi untuk web di launch.json:
Atur breakpoint dan mulai proses debug. Coba evaluasi ekspresi di konsol debug menggunakan kotak evaluasi ekspresi seperti yang ditunjukkan di bawah. Selain itu, Anda bisa menggunakan jendela watch atau mengarahkan kursor ke variabel untuk mengevaluasi kode menggunakan ekspresi.
Anda juga bisa menyetel breakpoint bersyarat menggunakan ekspresi:
Pengujian
Build Flutter terbaru sekarang mendukung pengujian UI driver Flutter otomatis terhadap aplikasi web Flutter Anda sama seperti cara kerjanya untuk aplikasi seluler. Untuk mengaktifkan dukungan fitur eksperimental ini, Anda bisa membaca petunjuknya di wiki Flutter.
Prioritas saat ini: pengujian, kualitas dan kinerja
Selama beberapa bulan terakhir, kami sangat berfokus dalam meningkatkan infrastruktur, kualitas, dan rendering untuk dukungan web Flutter. Meskipun masih banyak yang harus dilakukan, kami telah membuat kemajuan yang signifikan di ketiga bidang.
Pengujian infrastruktur dan benchmark
Membangun infrastruktur pengujian adalah salah satu perbaikan yang tidak selalu terlihat oleh mereka yang mengembangkan dengan Flutter, tetapi sangatlah penting untuk membangun versi Flutter yang stabil di web.
Kuartal terakhir ini kami telah menambahkan pengujian otomatis untuk memastikan ketepatan framework dan engine web. Kami menambahkan pengujian screenshot di Chrome untuk memastikan bahwa kami melakukan rendering secara konsisten dan tepat saat kami melakukan perubahan kode. Kami sekarang menjalankan pengujian unit dan integrasi di Chrome, Firefox, dan Safari. Pengujian di browser seluler dan Internet Explorer/Edge akan segera dijalankan online. Selain itu, kami menambahkan pengujian benchmark kinerja, sehingga kami bisa melakukan iterasi dengan cepat tanpa menimbulkan regresi.
Kualitas
Berbicara tentang masalah, kami banyak menyelesaikan masalah untuk meningkatkan kualitas secara bertahap melalui pengoptimalan dan perbaikan yang tepat.
Belum lama ini kami melakukan pengoptimalan di Flutter untuk web yang meningkatkan scrolling untuk konten statis, yang artinya konten yang tidak dimuat belakangan tetapi dirender semua dalam bingkai yang sama. Ini akan membuat kinerja scrolling lebih sejalan dengan pengalaman web tradisional.
Kami juga telah memperbaiki beberapa masalah rendering teks seperti hilangnya teks di balik kanvas atau masalah kursor dengan teks multibaris. Perbaikan ketepatan teks ini sekarang diaktifkan di belakang flag FLUTTER_WEB_USE_EXPERIMENTAL_CANVAS_TEXT; rencana kami adalah segera menjadikannya setelan default platform.
Di Flutter Interact tahun lalu, kami mengumumkan bahwa aplikasi contoh Galeri terbaru kami berjalan di web menggunakan Flutter. Sejak itu kami telah melakukan pengoptimalan kinerja yang signifikan dalam hal dukungan web serta aplikasi, sehingga ia bisa berjalan lebih cepat dan lancar. Akibat perubahan ini, waktu muat awal sekarang tiga kali lebih cepat, dan ukuran kode berkurang sebesar 2,7x.
Aplikasi Flutter Gallery, berjalan sebagai PWA di Windows.
Nantikan seri blog mendatang yang akan membagikan lebih banyak lagi tentang semua yang telah kami pelajari, serta praktik terbaik untuk mengoptimalkan kinerja aplikasi Flutter Anda. Sambil menunggu, lihatlah aplikasi Flutter Gallery terbaru.
Peningkatan rendering dengan CanvasKit
Ketika kami memulai eksplorasi di web, kami mempertimbangkan berbagai pendekatan untuk merender UI, mengetahui bahwa pilihan kami akan menentukan seberapa baik kami bisa membangun, merancang layout, dan menggambar widget Flutter di web.
Kami awalnya memilih model berbasis DOM HTML yang menggabungkan HTML, CSS, dan Canvas API untuk mengekspresikan output yang dihasilkan oleh framework Flutter. Kami menyebut implementasi ini sistem rendering DomCanvas.
Selama tahun lalu, kami telah memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang karakteristik kinerja dan ketepatan dari berbagai teknologi rendering yang ada di web, dan telah bereksperimen dengan pendekatan kedua yang menggunakan CanvasKit. CanvasKit menghadirkan Skia ke web menggunakan WebAssembly dan WebGL, mengaktifkan permukaan gambar terakselerasi-hardware yang meningkatkan kemampuan kami untuk merender grafis yang kompleks dan intensif secara efisien.
Kami percaya bahwa DomCanvas dan CanvasKit menawarkan keuntungan dalam skenario yang berbeda, dan karenanya kami mendukung kedua model rendering tersebut.
DomCanvas menawarkan kompatibilitas terbesar dengan berbagai browser, dengan ukuran kode yang ringkas. Namun, kinerja repaint lebih buruk, yang membuatnya kurang cocok untuk aplikasi yang lebih intensif secara grafis.
Backend CanvasKit menawarkan kinerja yang unggul, fidelitas, dan ketepatan, tetapi memiliki waktu startup awal yang buruk karena ukuran kode yang lebih besar.
Secara default, dukungan web Flutter menggunakan DomCanvas, tetapi Anda bisa mengaktifkan engine rendering CanvasKit dengan perintah ini:
flutter run -d chrome --release --dart-define=FLUTTER_WEB_USE_SKIA=true
Satu peringatan: engine CanvasKit masih belum sempurna; untuk pengguna awal yang memasukkan Flutter ke dalam produksi, engine DomCanvas menawarkan stabilitas terbaik.
Masalah umum yang kami ketahui
Meskipun kami yakin bahwa kami membuat kemajuan yang baik dalam membangun fondasi yang kuat, ada rencana beberapa area lain yang akan kami kerjakan untuk melengkapi dukungan web kami.
UX Desktop-class. Mendukung Flutter di browser web desktop membutuhkan lebih dari dukungan web: biasanya ada perbedaan UI yang signifikan antara pengalaman seluler dan desktop. Karena itu, kami menambahkan fitur untuk mendukung pengalaman desktop-class, seperti widget responsif dan scrolling physics, yang masih perlu diimplementasikan.
Perutean URL. Mungkin ini masalah kecil, tetapi sekarang aplikasi web Flutter menyertakan penanda hash untuk perutean bahkan di laman beranda. Kami sedang berupaya menghapusnya dan memberikan kontrol yang lebih besar atas perutean URL, dengan kontribusi dari komunitas sedang ditinjau saat ini.
Ukuran kode tetap merupakan area investigasi aktif. Hari ini, semua aplikasi web Flutter mendownload kode engine yang dibutuhkannya; kami sedang mencari cara untuk mencache beberapa logika ini untuk mengurangi waktu startup dan ukuran download.
Panggilan aksi
Kami berharap ada kejutan yang menyenangkan dalam artikel ini: kami telah membuat banyak kemajuan sejak update Desember. Namun, harus Anda sadari bahwa dukungan web Flutter masih dalam versi beta, dan Anda harus berhati-hati dalam menerapkannya ke lingkungan produksi, karena kinerja dan kompatibilitas browser masih dalam proses penyempurnaan.
Jika Anda masih baru dalam dunia pengembangan Flutter di web, lihat flutter.dev/web untuk mempelajari lebih lanjut dan mencoba kode Anda di dartpad.dev atau codepen.io/flutter.
Bagi mereka yang saat ini sedang mengembangkan aplikasi web Flutter, terima kasih atas dukungan dan kontribusi Anda, kami harap Anda terus bereksperimen, melaporkan masalah, dan mengupdate plugin untuk mendukung web!
Developer Programs Engineer
Kita tahu bahwa Kotlin adalah masa depan Android dan developer Kotlin menginginkan API yang bersih dan idiomatis ketika mereka menggunakan Firebase di aplikasinya. Selama setahun terakhir, kami telah merilis library ekstensi Firebase Kotlin (KTX) bersama dengan Android Java SDK untuk memberikan yang terbaik bagi developer Kotlin dari keduanya.
Dengan senang hati kami umumkan bahwa library KTX telah keluar dari versi Beta dan direkomendasikan untuk semua developer Firebase yang menggunakan Kotlin di aplikasi Android mereka!
Jadi apa artinya ini bagi Anda?
Cuplikan Kotlin dalam dokumentasi kami sekarang akan menggunakan sintaks KTX
Kode Kotlin dalam contoh kami sekarang akan menggunakan sintaks KTX
Untuk memulai library KTX, cari sufiks -ktx di bagian "Kotlin+KTX" dari library Android yang tersedia. Sebagai contoh, mari kita lihat bagaimana pengaturan Remote Config dengan dan tanpa library KTX.
app/build.gradle (sebelum)
val remoteConfig = FirebaseRemoteConfig.getInstance()
val configSettings = FirebaseRemoteConfigSettings.Builder()
.setMinimumFetchIntervalInSeconds(3600)
.setFetchTimeoutInSeconds(60)
.build()
remoteConfig.setConfigSettingsAsync(configSettings)
app/build.gradle (setelah)
// The -ktx library has a dependency on the firebase-config library
implementation 'com.google.firebase:firebase-config-ktx:19.1.2'
MainActivity.kt (setelah)
// New global "Firebase" class
val remoteConfig = Firebase.remoteConfig
// New settings builder syntax
val configSettings = remoteConfigSettings {
minimumFetchIntervalInSeconds = 3600
fetchTimeoutInSeconds = 60
}
remoteConfig.setConfigSettingsAsync(configSettings)
Dan library KTX yang kami miliki saat ini barulah permulaan, karena kami terus bekerja keras untuk menambah cakupan semua produk Firebase dan menambahkan fitur-fitur baru yang berfokus pada Kotlin dalam waktu dekat!
Kami tidak akan dapat merilis library KTX ini tanpa bantuan semua penggemar Kotlin di komunitas Firebase. Kami ingin memberikan kredit khusus untuk Rosário Pereira Fernandes yang telah menyumbangkan begitu banyak kode dan dokumentasi yang sangat luar biasa untuk upaya KTX.
Jika Anda memiliki masukan atau ingin berkontribusi, Anda bisa menemukan kami di GitHub.