[go: up one dir, main page]



Ditulis oleh Dave Burke, VP Engineering


Sejak peluncuran pertamanya di tahun 2008, proyek Android banyak sekali menerima masukan dari para developer aktif, pembuat device, dan tentu saja dari kalangan pengguna. Belum lama ini, kami telah bekerja keras untuk meningkatkan proses engineering agar dapat berbagi tentang pekerjaan kami lebih awal dan lebih terbuka dengan para mitra kami.

Maka, hari ini, saya senang sekali untuk berbagi developer preview OS versi berikutnya: Android O. Meskipun masih ada beberapa kendala seperti biasa adalah: masih tahap awal, fitur-fitur lainnya segera menyusul, serta masih banyak tantangan kita ke depan dalam masalah kestabilan dan kinerja. Bagaimanapun ini terus berjalan :).

Dalam beberapa bulan mendatang, kami akan merilis developer preview terbaru, dan kami akan membahasnya semua yang terkait Android lebih mendalam di Google I/O bulan Mei nanti. Untuk saat ini, kami ingin mendengar masukan Anda dalam mencoba fitur baru, dan tentu saja mencoba aplikasi Anda di OS baru ini.
Apa yang baru pada O? Android O memperkenalkan sejumlah fitur baru dan API untuk digunakan di aplikasi Anda. Berikut ini adalah beberapa fitur baru yang sudah bisa Anda coba dalam tahap Developer Preview ini:

Background limits: Dimulai dari Nougat, Android O akan memprioritaskan perbaikan daya tahan baterai pengguna serta kinerja interaktif perangkat. Untuk mencapai hal tersebut, kami telah menambahkan batasan otomatis pada apa yang bisa dilakukan aplikasi di latar belakang, dalam tiga area utama: implicit broadcasts, background services, dan location updates. Semua perubahan ini akan memudahkan pembuatan aplikasi dengan dampak yang minimal terhadap perangkat dan baterai pengguna. Background limits merupakan perubahan signifikan pada Android, karena itu kami ingin developer memahaminya. Pelajari dokumentasi tentang background execution limits dan background location limits untuk lebih jelasnya.

Channel notifikasi: Android O juga memperkenalkan channel notifikasi, yang merupakan kategori baru yang didefinisikan aplikasi untuk materi notifikasi. Channel memungkinkan developer menyerahkan kontrol kepada pengguna untuk beragam notifikasi yang berbeda — pengguna bisa memblokir atau mengubah perilaku masing-masing channel, menggantikan pengelolaan semua notifikasi aplikasi.

Dengan channel notifikasi, pengguna dapat mengatur kategori notifikasi aplikasi/p>


Android O juga menambahkan visual dan pengelompokan baru dalam notifikasi sehingga pengguna lebih mudah melihat apa yang terjadi saat menerima pesan masuk atau melihat sekilas muncul di bayangan pemberitahuan.

Autofill API: Pengguna Android sudah tergantung pada beragam pengelola kata sandi untuk mengisi otomatis data login serta informasi yang berulang, yang memudahkan persiapan aplikasi baru atau melakukan transaksi. Sekarang kami semakin memudahkan pekerjaan ini di seluruh ekosistem dengan menambahkan dukungan platform untuk autofill. Pengguna bisa memilih aplikasi autofill, sama dengan cara mereka memilih aplikasi keyboard. Aplikasi autofill menyimpan dan mengamankan data pengguna, misalnya alamat, nama pengguna, dan bahkan kata sandi. Untuk aplikasi yang akan menangani aplikasi autofill, kami akan menambahkan API baru untuk mengimplementasikan layanan Pengisian otomatis.

PIP untuk handset dan fitur pengaturan jendela baru: Tampilan Picture in Picture (PIP) kini tersedia di ponsel dan tablet, sehingga pengguna bisa terus menonton video sambil menjawab chat atau memesan taksi. Aplikasi dapat disisipkan dalam mode PiP dari status melanjutkan atau menghentikan sementara bila sistem mendukungnya - Anda pun bisa menetapkan rasio aspek dan menyetel interaksi khusus (misalnya putar/hentikan sementara). Fitur pengaturan window lainnya termasuk aplikasi baru overlay window dan dukungan multi-display untuk meluncukan aktivitas pada remote display.

Font resources di XML: Font sekarang adalah resources yang didukung sepenuhnya di Android O. Aplikasi sekarang bisa menggunakan font dalam layout XML serta mendefinisikan font family dalam XML — dengan mendeklarasikan jenis dan bobot font beserta file font.

Adaptive Icons: Untuk membantu Anda mengintegrasikan UI dengan lebih baik, Anda sekarang bisa menggunakan adaptive icons yang ditampilkan oleh sistem dalam berbagai bentuk, berdasarkan mask yang dipilih. Sistem juga menganimasikan interaksi dengan icon, dan menggunakannya dalam launcher, shortcuts, Settings, sharing dialogs, serta di overview screen.

Adaptive icons ditampilkan dalam berbagai bentuk pada device yang berbeda.

Wide-gamut color untuk aplikasi: Developer Android untuk aplikasi pengolah gambar sekarang bisa memanfaatkan perangkat baru yang dilengkapi layar berkemampuan wide-gamut color. Untuk menampilkan gambar wide-gamut, aplikasi perlu mengaktifkan flag dalam manifesnya (per aktivitas) dan memuat bitmap dengan profil wide-gamut color (AdobeRGB, Pro Photo RGB, DCI-P3, dsb).

Konektivitas: Untuk mendapatkan fidelitas audio optimal, sekarang Android O juga mendukung codec audio Bluetooth berkualitas tinggi, misalnya codec LDAC. Kami juga sekarang menambahkan fitur Wi-Fi baru, misalnya Wi-Fi Aware, yang sebelumnya disebut Neighbor Awareness Networking (NAN). Pada perangkat yang dilengkapi perangkat keras yang sesuai, aplikasi dan perangkat di sekitar bisa menemukan dan berkomunikasi melalui Wi-Fi tanpa Internet access point. Kami bekerja sama erat dengan mitra hardware agar secepatnya menyuguhkan teknologi Wi-Fi Aware pada berbagai device.

Telecom framework sedang memperluas ConnectionService APIs agar aplikasi third party terintegrasi dengan UI Sistem dan mudah dioperasikan dengan aplikasi audio lain. Misalnya, aplikasi bisa mengatur panggilan agar bisa ditampilkan dan dikendalikan dari UI berbeda. misalnya dari head unit kendaraan.

Navigasi keyboard: Dengan diperkenalkannya aplikasi Google Play di Chrome OS dan faktor bentuk lainnya, kami melihat kebangkitan kembali navigasi keyboard dalam aplikasi ini. Di Android O kami berfokus pada pembangunan model yang lebih andal dan bisa diprediksi untuk navigasi "arrow" dan "tab" yang akan membantu developer maupun end users.

AAudio API untuk Pro Audio: AAudio adalah API native baru yang dirancang khusus untuk aplikasi yang membutuhkan audio berkualitas tinggi dan berlatensi rendah. Aplikasi menggunakan Aaudio untuk membaca dan menulis data via streams. Dalam Developer Preview ini kami merilis versi awal dari API baru ini agar bisa mendapatkan masukan dari Anda.

Penyempurnaan WebView: Di Android Nougat kami memperkenalkan mode multiproses opsional untuk WebView yang memindahkan penanganan materi web ke proses terpisah. Di Android O, kami mengaktifkan multiproses secara default dan menambahkan API agar aplikasi Anda bisa menangani errors dan crashes, demi meningkatkan keamanan dan kestabilan aplikasi. Sebagai langkah keamanan lebih lanjut, Anda bisa memilih objek WebView aplikasi untuk memverifikasi URL melalui Google Safe Browsing.

Java 8 Language API dan optimalisasi runtime: Android sekarang mendukung beberapa Java Language API, termasuk java.time API baru. Selain itu, Android runtime lebih cepat dari sebelumnya, dengan peningkatan hingga 2x pada beberapa benchmark aplikasi.

Kontribusi partner platform: Produsen hardware dan silicon partners telah mempercepat perbaikan dan penyempurnaan platform Android dalam rilis O ini. Misalnya, Sony menyumbang lebih dari 30 penyempurnaan fitur termasuk codec LDAC dan 250 perbaikan bug untuk Android O.
Mulai dengan beberapa langkah sederhana Pertama, buat aplikasi Anda kompatibel agar pengguna bisa melakukan transisi mulus ke Android O. Unduh saja device sistem image atau emulator system image, install aplikasi Anda, kemudian tes -- aplikasi Anda akan berjalan dan terlihat menarik, dan menangani perubahan perilaku dengan baik. Setelah melakukan pembaruan yang diperlukan, kami menyarankan untuk mempublikasikan aplikasi di Google Play tanpa mengubah target platform aplikasi.
Membangun dengan Android O Setelah Anda siap, perdalam lagi O untuk mempelajari semua yang bisa Anda manfaatkan untuk aplikasi Anda. Kunjungi situs Developer Preview O untuk detail tentang preview timeline, behavior changes, API baru, dan support resources.

Rencanakan bagaimana aplikasi Anda akan mendukung background limits dan perubahan lainnya. Cobalah beberapa fitur baru yang menarik dalam aplikasi Anda -- channel notifikasi, PIPadaptive icons, font resources di XML, autosizing TextView, dan banyak lagi. Untuk memudahkan Anda menjelajahi API baru di Android O, kami telah menyediakan laporan perbedaan API online, beserta referensi Android O API.

Android Studio 2.4 versi canary terbaru dilengkapi fitur-fitur baru untuk membantu Anda memulai dengan Android O. Anda bisa mengunduh dan menyiapkan O preview SDK dari dalam Android Studio, kemudian gunakan font resources XML dan autosizing TextView Android O dalam Layout Editor. Nantikan dukungan Android O lainnya dalam beberapa pekan mendatang.

Kami juga merilis versi alfa support library 26.0.0 agar bisa Anda coba. Versi ini menambahkan sejumlah API baru dan menaikkan minSdkversion ke versi 14. Baca catatan rilis untuk detailnya.
Preview updates O Developer Preview dilengkapi SDK terbaru dengan system images untuk menguji pada Android Emulator resmi dan pada perangkat Nexus 5X, Nexus 6P, Nexus Player, Pixel, Pixel XL maupun Pixel C. Jika Anda develop untuk wearables, tersedia emulator untuk menguji Android Wear 2.0 pada Android O.

Kami berencana memperbarui preview system images dan SDK secara berkala di seluruh O Developer Preview. Rilis preview awal ini untuk kalangan developer saja dan tidak ditujukan untuk penggunaan sehari-hari atau pengguna umumnya, sehingga kami membuatnya tersedia dengan unduhan manual dan flash saja. Unduhan dan petunjuk tersedia di sini.

Dengan semakin dekatnya produk final, kami akan mengundang konsumen untuk mencobanya juga, saat itu juga kami akan membuka pendaftaran melalui Android Beta. Tunggulah detailnya, tetapi untuk saat ini perlu dicatat bahwa Android Beta saat ini belum tersedia untuk Android O.
Kirimkan feedback Anda Seperti biasa, feedback Anda sangat berharga, karena itu beri tahu kami pendapat Anda — semakin cepat kami menerimanya, semakin besar kemungkinan kami akan mengintegrasikan masukan Anda. Bila menemui masalah, silakan laporkan di sini. Kami telah beralih ke alat (bantu) yang lebih tangguh, Issue Tracker, yang juga digunakan secara internal oleh Google untuk melacak bug dan permintaan fitur pada saat development produk. Kami harap ini akan lebih mudah digunakan.


Laurence Moroney



Laurence Moroney
Developer Advocate

Firebase Notifications adalah layanan gratis yang memungkinkan notifikasi pengguna yang ditargetkan untuk developer aplikasi mobile. Layanan ini berbasis Firebase Cloud Messaging (FCM), dan menyediakan opsi jika Anda membutuhkan platform notifikasi fleksibel yang menuntut kerja yang minimal untuk memulai. Layanan ini dilengkapi konsol grafik untuk mengirimkan pesan, sehingga tidak membutuhkan pemrograman ketika memilih target pengguna dan membuat pesan yang akan mereka terima.

Kini kami telah memperluas cara menentukan orang yang akan menerima notifikasi. Dengan dirilisnya Firebase Notifications versi awal, kami menyediakan fasilitas bagi Anda untuk memilih pengguna aplikasi versi tertentu, dan dari sini Anda bisa memilih pengguna dari Firebase Analytics, memfilter lebih lanjut bahasa, versi aplikasi tertentu. Kini kami akan merilis seperangkat penyempurnaan baru pada konsol Firebase Notifications yang memungkinkan Anda untuk lebih merinci saat memilih audiens yang akan menerima notifikasi Anda -- dan seperti yang Anda ketahui, notifikasi dengan target akurat akan memberikan peluang lebih besar untuk melibatkan pengguna.

Pertama-tama, filter pengguna memiliki kontrol lebih terperinci. Sekarang, jika Anda memilih User Audience untuk memfilter pengguna yang akan menerima notifikasi, Anda akan memilih seperangkat alat (bantu) yang memungkinkan Anda untuk secara fleksibel menargetkan pengguna menurut status keanggotaannya pada setiap audiens berbeda.





Ini memungkinkan Anda memilih audiens yang memenuhi satu kriteria atau tidak memenuhi kriteria lain. Dengan menggunakan kombinasi ini, serta audiens yang didefinisikan sendiri, Anda memegang kontrol yang besar terhadap pengguna yang akan menerima notifikasi.

Fasilitas baru lainnya adalah memfilter audiens yang Anda inginkan menurut user property. User Properties Firebase adalah atribut yang memungkinkan Anda mendefinisikan segmen berbasis pengguna, yang tidak tersedia pada properti tingkat aplikasi biasa. Sebagai contoh, andaikata Anda membangun aplikasi kebugaran, dan ingin melacak berapa orang yang mencapai target kebugaran, Anda dapat mendefinisikan properti pengguna untuk itu, kemudian mengirimkan notifikasi kepada mereka sebagaimana mestinya.

Sekarang, Anda dapat menargetkan notifikasi dengan memilih properti pengguna untuk dibandingkan dengan nilai yang dikehendaki. Maka, jika properti pengguna berisi satu string, Anda dapat memeriksanya apakah berisi, tidak berisi, masuk ke dalam, atau tidak masuk ke dalam suatu rentang nilai, atau Anda juga bisa menggunakan regex syntax untuk melihat apakah nilai yang didefinisikan merupakan bagian dari string tersebut.




Dan tentunya jika properti pengguna berisi nilai numerik, properti ini memiliki operator angka yang bisa Anda gunakan untuk membandingkannya dengan suatu nilai -- misalnya sama dengan, lebih besar dari, kurang dari dan masih banyak lagi.

Dengan semua alat (bantu) ini, Anda siap untuk lebih akurat menargetkan notifikasi, sehingga untuk melibatkan pengguna yang menerima manfaatnya. menghindari spam notifikasi, serta meningkatkan pelibatan ulang. Kami terus memperbaiki seluruh fasilitas Firebase, termasuk Firebase Notifications, kami pun ingin mendengar masukan dari Anda tentang ini atau fitur-fitur lainnya.

Untuk mempelajari lebih lanjut, lihat situs dokumentasi Firebase Notifications.


James Tamplin
James Tamplin
Product Manager

Sejak menperluas Firebase untuk menjadi platform development aplikasi mobile Google pada Google I/O tahun lalu, komunitas developer kami telah mengembangkan lebih dari 1 juta proyek Firebase.

Kami kagum dengan begitu banyak dari Anda yang menggunakan dan mempercayai kami. Meskipun Firebase merupakan produk lengkap untuk membangun dan menumbuhkan aplikasi, kami sadar bahwa sebagian aplikasi memiliki kebutuhan lebih besar dari fasilitas yang kami sediakan. Oleh karena itu kami lebih mendekatkan lagi Firebase dengan Google Cloud Platform (GCP) untuk melayani aplikasi yang paling berat sekalipun, baik Anda adalah startup baru maupun perusahaan besar.


Integrasi Produk

Firebase sudah memiliki satu sistem akun dan penagihan yang sama seperti GCP, sehingga Anda dapat melampirkan layanan Firebase ke proyek GCP begitu juga sebaliknya. Ini menjadi kombinasi yang kokoh, misalnya mengekspor raw event data dari Firebase Analytics ke dalam BigQuery untuk analisis khusus. Mulai sekarang, kita pun akan mulai berbagi produk.


Pertama, developer Firebase telah meminta cara untuk memperluas fungsionalitas aplikasi tanpa memberatkan server, dan Cloud Functions for Firebase memungkin Anda melakukannya. Cloud Functions adalah tawaran kami untuk komputasi tanpa server yang sekarang sudah memasuki versi public beta. Infrastrukturnya dibagi antara Cloud dan Firebase, sehingga Anda dapat memanggil fungsi atau mengakses resources  dari seluruh ekosistem Cloud/Firebase. Untuk informasi selengkapnya, bacalah pengumuman di Blog Firebase dan blog Cloud.


Berikutnya, kami lebih mendekatkan lagi Firebase Storage dengan Cloud Storage. Firebase Storage diluncurkan 10 bulan lalu, yang memudahkan Anda mengunggah dan mengunduh file dari perangkat Anda langsung ke Cloud Storage. Sebelumnya kami menyediakan satu keranjang untuk file Anda. Sekarang sepenuhnya kami selaraskan dua produk sehingga Anda dapat menggunakan keranjang Cloud Storage, dari region global dan dari storage class apa pun, semuanya langsung dari Firebase SDK. Untuk memperlihatkan keselarasan ini kami mengubah nama produknya menjadi Cloud Storage for Firebase. Baca selengkapnya dalam entri blog kami.


Nantikan integrasi produk lainnya di masa mendatang seiring Firebase terus menyediakan akses langsung sisi-klien untuk infrastruktur GCP melalui SDK iOS, Web, dan Android SDK.


Streamlined Terms of Service

Kami menyukai pengacara seperti halnya developer, sehingga kami memperluas Terms of Service GCP untuk mencakup beberapa produk Firebase. Ini membuat Firebase dan Cloud lebih sederhana untuk dievaluasi dan digunakan bersama. Produk-produk yang tercakup termasuk: Authentication, Hosting, Storage, Functions, dan Test Lab. Terms of Service kami yang efisien akan segera diberlakukan.



Gambaran Umum

Firebase memadukan yang terbaik pada Google di mobile -- apakah itu solusi periklanan unggulan Google seperti AdMob dan AdWords, atau keahlian analisis Google dalam bentuk Firebase Analytics.


Google Cloud Platform memungkinkan Anda untuk memanfaarkan pengetahuan institusional yang dikembangkan Google selama lebih dari dua dekade menjalankan infrastruktur komputasi skala global.


Dengan memadukan kemudahan Firebase dengan kelengkapan yang ditawarkan infrastruktur GCP, kami dapat lebih mudah melayani Anda. Jika Anda adalah startup yang menggunakan Firebase agar lebih cepat menjangkau pasar, sekarang Anda dapat dengan mudah menyesuaikan skalanya dengan fasilitas cloud publik yang lengkap. Jika Anda adalah pemilik bisnis yang menggunakan GCP dan ingin meluncurkan aplikasi mobile, fasilitas ini pun tersedia.


Kami ingin segera menyaksikan apa yang akan Anda bangun dengan Firebase dan Google Cloud Platform!

Reload (muat ulang) telah lama menjadi fitur penting browser web dan karakter aslinya ini tetap ada selama bertahun-tahun ini meski terjadi perubahan dalam lanskap inovasi platform web, konektivitas, dan pola konsumsi konten. Saat memuat ulang sebuah laman, browser akan memeriksa server web seandainya sumber daya yang di-cache masih bisa digunakan, sebuah proses yang dikenal sebagai validasi. Proses ini biasanya menghasilkan ratusan permintaan jaringan per laman yang dikirimkan ke lusinan domain. Pada perangkat mobile, latensi tinggi dan sifat sementara koneksi seluler berarti bahwa perilaku ini bisa menimbulkan masalah kinerja yang serius. Dalam versi Chrome terbaru, perubahan terhadap perilaku muat ulang laman menghasilkan pemuatan yang 28% lebih cepat dan menyebabkan berkurangnya permintaan validasi sebesar 60%.

Pengguna biasanya memuat ulang karena lamannya rusak atau kontennya sudah lama. Perilaku muat ulang biasanya memecahkan masalah laman yang rusak, tapi konten yang lama tidak bisa diatasi oleh muat ulang biasa, terutama pada perangkat mobile. Fitur ini awalnya dirancang pada era ketika laman rusak merupakan hal biasa, jadi wajar saja jika mengatasi kedua kasus penggunaan tersebut. Namun, persoalan awal ini sekarang telah jauh menjadi kurang relevan karena kualitas laman web telah meningkat. Untuk memperbaiki kasus penggunaan konten yang lama, Chrome sekarang memiliki perilaku muat ulang yang disederhanakan guna memvalidasi sumber daya utama dan melanjutkan dengan memuat laman biasa. Perilaku baru ini memaksimalkan penggunaan kembali sumber daya cache dan menghasilkan latensi, konsumsi daya, serta penggunaan data yang lebih rendah.





Meskipun perubahannya relatif kecil, perilaku baru ini menjadikan muat ulang 28% lebih cepat serta mengonsumsi bandwidth dan daya yang lebih sedikit. Selain itu, Facebook menghubungi kami dengan data yang menunjukkan bahwa Chrome mengirimkan permintaan validasi tiga kali lebih laju dari browser lain. Berkat perilaku muat ulang baru dan beberapa perubahan terkait, Facebook saat ini melaporkan bahwa muat ulang laman 28% lebih cepat dan berkurangnya permintaan validasi sebesar 60% dari Chrome.

Kami berharap muat ulang yang lebih cepat ini akan berguna bila Anda ingin mendapatkan materi terbaru dari situs web favorit Anda atau cepat pulih dari koneksi yang buruk di kereta bawah tanah.

Ditulis oleh Takashi Toyoshima, “Reloader Sensei”


Oleh Jamal Eason, Product Manager, Android

Android Studio 2.3 telah tersedia untuk diunduh hari ini. Fokus rilis ini adalah peningkatan kualitas di seluruh bagian IDE. Kami berterima kasih atas semua masukan Anda hingga saat ini. Kami berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam membuat Android Studio yang cepat & sempurna bagi jutaan developer aplikasi Android di seluruh dunia.

Kami paling termotivasi dengan peningkatan kualitas di Android Studio 2.3, namun Anda akan menemukan serangkaian kecil fitur baru di rilis ini yang diintegrasikan ke dalam setiap tahap alur development. Saat mendesain aplikasi Anda, manfaatkan dukungan WebP yang telah diperbarui bagi gambar aplikasi, juga periksa dukungan library ConstraintLayout yang telah diperbarui serta widget palette di Layout Editor. Android Studio memiliki App Link Assistant baru yang membantu Anda membangun dan mengonsolidasikan tampilan URI di aplikasi. Saat membangun dan menerapkan aplikasi Anda, gunakan tombol-tombol run yang telah diperbarui agar pengalaman Instant Run menjadi lebih intuitif dan bisa diandalkan. Terakhir, sambil menguji aplikasi dengan Android Emulator, Anda kini memiliki dukungan copy & paste yang tepat.

Yang baru di Android Studio 2.3

Untuk detail selengkapnya tentang berbagai fitur yang telah kami tambahkan selain peningkatan kualitas Android Studio 2.3, periksalah daftar fitur baru di bawah ini:
Build
  • Peningkatan Instant Run dan Perubahan UI: Sebagai bagian dari fokus pada kualitas, kami telah menambahkan banyak perubahan signifikan pada Instant Run di Android Studio 2.3 untuk membuat fitur ini lebih bisa diandalkan. Aksi Run kini akan selalu menyebabkan aplikasi melakukan restart untuk mencerminkan perubahan dalam kode Anda yang mungkin mengharuskan restart, dan aksi Apply Changes baru akan berupaya menukar kode walaupun aplikasi Anda tetap berjalan. Implementasi yang mendasarinya telah berubah secara signifikan untuk meningkatkan reliabilitas, dan kami juga telah meniadakan keterlambatan startup bagi aplikasi yang berkemampuan Instant Run. Ketahui selengkapnya.
Tombol Instant Run Baru
  • Build Cache: Diperkenalkan namun dinonaktifkan secara default di Android Studio 2.2, Build Cache adalah optimalisasi pembangunan utama agar menjadi lebih cepat di Android Studio. Dengan menyimpan hasil AAR di cache dan melakukan pre-dex atas external library, versi baru yang telah di-cache akan menghasilkan builds yang lebih bersih dan cepat. Inilah build cache  yang kini diaktifkan secara default pada Android Studio 2.3. Ketahui selengkapnya.
Design
  • Dukungan Chain dan Ratio di Constraint Layout: Android Studio 2.3 menyertakan rilis stabil ConstraintLayout Bersama rilis ConstraintLayout ini, Anda sekarang bisa chain dua atau beberapa tampilan Android untuk membentuk grup pada satu dimensi. Ini berguna bila Anda ingin menempatkan dua tampilan yang saling berdekatan namun ingin menyebarkannya ke seluruh ruang yang kosong. Ketahui selengkapnya.
Constraint Layout Chains

ConstraintLayout juga mendukung rasio, yang berguna bila Anda ingin mempertahankan rasio aspek widget saat layout yang memuatnya diluaskan dan berkontraksi. Ketahui selengkapnya tentang rasio. Selain itu, baik Rantai maupun Rasio di ConstraintLayout bisa mendukung pembuatan lewat program dengan ConstraintSet API.

Constraint Layout Ratios

  • Palet Layout Editor: Palet widget yang telah diperbarui di Layout Editor memungkinkan Anda menelusuri, mengurutkan, dan memfilter untuk menemukan widget bagi layout, juga memberi Anda preview widget sebelum ditarik ke bidang desain. Ketahui selengkapnya.

Palet Widget Layout Editor

  • Favorit Layout: Kini Anda bisa menyimpan atribut favorit per widget dalam panel properti Layout Editor yang telah diperbarui. Tinggal memberi bintang pada sebuah atribut di panel lanjutan maka atribut itu akan muncul pada bagian Favorites. Ketahui selengkapnya.

Atribut Favorit di Panel Properti pada Layout Editor
  • Dukungan WebP: Untuk membantu menghemat tempat di APK, Android Studio kini juga bisa menghasilkan gambar WebP dari aset PNG di proyek Anda. Format lossless WebP bisa 25% lebih kecil daripada PNG. Pada Android Studio 2.3, Anda memiliki wizard baru yang mengonversi PNG ke lossless WebP, juga memungkinkan Anda memeriksa enkode WebP lossy. Klik-kanan pada file PNG untuk mengonversinya ke WebP. Dan jika perlu mengedit gambar tersebut, Anda juga bisa mengeklik-kanan pada file WebP di proyek untuk mengonversinya kembali ke PNG. Ketahui selengkapnya.
WebP Image Conversion Wizard

  • Pembaruan Wizard Material Icon: Wizard aset vektor yang telah diperbarui mendukung penelusuran dan pemfilteran, juga menyertakan label bagi setiap aset ikon. Ketahui selengkapnya.
Vector Asset Wizard

Develop
  • Lint Baseline: Pada Android Studio 2.3, Anda bisa menyetel peringatan lint yang tidak terpecahkan sebagai baseline di proyek. Untuk selanjutnya, Lint hanya akan melaporkan masalah baru. Ini berguna jika Anda memiliki banyak masalah lint lawas di aplikasi, namun cuma ingin memfokuskan pada perbaikan masalah baru. Ketahui selengkapnya tentang Lint baseline dan anotasi & pemeriksaan Lint baru yang telah ditambahkan dalam rilis ini.
Dukungan Lint Baseline
  • App Links Assistant: Kini lebih mudah mendukung Android App Links di aplikasi Anda dengan Android Studio. App Links Assistant baru memungkinkan Anda membuat filter intent baru dengan mudah bagi URL, mendeklarasikan asosiasi situs web aplikasi melalui file Digital Asset Links, dan menguji Android App Links Anda. Untuk mengakses App Link Assistant, masuk ke menu berikut: ToolsApp Link Assistant. Ketahui selengkapnya.
App Links Assistant
  • Pembaruan Template: Secara default, semua template di Android Studio 2.3 yang dulu berisi RelativeLayout, kini menggunakan ConstraintLayout. Ketahui selengkapnya tentang template dan Layout Batasan. Kami juga telah menambahkan template Bottom Navigation Activity baru, yang mengimplementasikan panduan Bottom Navigation Material Design.

Template Wizard Proyek Baru
  • Pembaruan IntelliJ Platform: Android Studio 2.3 menyertakan rilis IntelliJ 2016.2, yang berisi penyempurnaan seperti inspection window yang telah diperbarui dan notification system. Ketahui selengkapnya.
Test
  • Android Emulator Copy & Paste: Didasari oleh banyaknya permintaan, kami menambahkan kembali fitur Copy & Paste ke Emulator terbaru (v25.3.1). Kami memiliki clipboard bersama antara Android Emulator dan host operating system, yang akan memungkinkan Anda menyalin teks di antara kedua environments. Copy & Paste bisa digunakan pada x86 Google API Emulator system images API Level 19 (Android 4.4 - Kitkat) dan yang lebih tinggi.

Dukungan Copy & Paste di Android Emulator

  • Android Emulator Command Line: Mulai dengan Android SDK Tools 25.3, kami telah memindahkan emulator dari folder SDK Tools ke dalam direktori emulator terpisah, dan tidak digunakan lagi serta mengganti perintah "android avd" dengan perintah avdmanager terpisah. Parameter command line sebebelumnya untuk emulator dan "android avd" akan berfungsi pada tools yang telah diperbarui. Kami juga telah menambahkan location redirects untuk perintah emulator. Akan tetapi, jika membuat Android Virtual Device (AVD) secara langsung melalui command line, Anda harus memperbarui skrip yang bersangkutan. Jika Anda menggunakan Android Emulator melalui Android Studio 2.3, perubahan ini tidak akan memengaruhi workflow Anda. Ketahui selengkapnya.

Sebagai kesimpulan, Android Studio 2.3 menyertakan beberapa fitur baru ini dan fitur lainnya:

Develop
Build
Design
Test

Ketahui selengkapnya tentang Android Studio 2.3 dengan meninjau release notes.

Memulai

Unduh
Jika Anda menggunakan Android Studio versi sebelumnya, Anda bisa memeriksa pembaruan pada channel Stable dari menu navigasi (Help → Check for Update [Windows/Linux] , Android Studio → Check for Updates [OS X]). Anda juga bisa mengunduh Android Studio 2.3 dari laman unduhan resmi. Untuk memanfaatkan semua fitur dan peningkatan baru dalam Android Studio, Anda juga harus memperbarui ke versi plugin Android Gradle 2.3.0 dalam proyek aplikasi saat ini.
Kami menghargai setiap masukan tentang hal-hal yang Anda sukai, masalah atau fitur yang ingin Anda lihat. Hubungi kami -- tim development Android Studio -- di laman Google+ atau di Twitter kami.

Di tahun 2015, kami menambahkan fitur baru ke Chrome untuk Android yang memungkinkan developer untuk meminta pengguna menambahkan situs mereka ke home screen agar mudah diakses. Fitur itu menggunakan Android shortcut, yang berarti aplikasi web tidak dimunculkan di Android seperti pada aplikasi native. Misalnya, banyak developer meminta aplikasi web mereka ditampilkan di bagian app drawer. Perbedaan ini bisa membingungkan pengguna dan membuat pengguna tidak merasakan integrasi secara menyeluruh.

Dalam beberapa minggu ke depan kami akan meluncurkan versi baru pengalaman ini di Chrome beta. Dengan versi baru ini, begitu pengguna menambahkan Progressive Web App ke home screen, Chrome akan mengintegrasikannya ke Android lebih mendalam daripada sebelumnya. Misalnya, Progressive Web Apps sekarang akan muncul di bagian app drawer dan di Android settings, serta mampu menerima intent yang masuk dari aplikasi lain. Menekan lama notifikasi juga akan menampilkan kontrol manajemen notifikasi Android, bukan kontrol manajemen notifikasi untuk Chrome.




Fitur tambahkan ke Home screen yang baru ini membuat developer bisa membangun pengalaman sebaik mungkin bagi pengguna, kami pun berkomitmen memastikan mekanisme serupa untuk pemasangan Progressive Web Apps di seluruh browser di Android.

Yang berikut ini ditulis di blog Cloudflare oleh Matthew Prince, CEO, Cloudflare.

Pada tahun 2017, kami telah memprediksi bahwa lebih dari setengah lalu lintas ke jaringan Cloudflare akan berasal dari handphone. Meskipun diformat untuk ditampilkan pada layar kecil, mobile web dibangun pada protokol dan teknologi web tradisional yang dirancang untuk CPU, koneksi jaringan, dan layar desktop. Akibatnya, menjelajah mobile web terasa lamban dibandingkan dengan menggunakan aplikasi native bawaan.

Bulan Oktober 2015, tim di Google mengumumkan Accelerated Mobile Pages (AMP), sebuah teknologi baru yang menjadikan mobile web secepat native apps. Sejak saat itu, sejumlah besar penerbit telah mengadopsi AMP. Saat ini, 600 juta laman di 700.000 domain yang berbeda tersedia dalam format AMP.

Mayoritas lalu lintas ke materi AMP ini berasal dari orang-orang yang melakukan penelusuran di Google.com. Jika pengunjung menemukan materi melalui beberapa sumber selain penelusuran Google, meskipun materi bisa dilayani dari AMP, biasanya hal itu tidak dilakukan. Akibatnya, web seluler tetap lebih lambat dari yang seharusnya.

Mempercepat Aplikasi Web Seluler

Accelerated Mobile Links Cloudflare membantu mengatasi masalah ini, dalam mempercepat penampilan konten, terlepas dari cara menemukannya. Setelah diaktifkan, Accelerated Mobile Links secara otomatis mengidentifikasi tautan di situs pelanggan Cloudflare ke materi dengan versi AMP yang tersedia. Jika sebuah tautan diklik dari perangkat seluler, materi AMP akan dimuat hampir seketika.

Mengaktifkan Accelerated Mobile Links di Cloudflare

Untuk melihat cara kerjanya, cobalah menampilkan entri ini dari handphone Anda dan mengklik salah satu tautan ini:

Demo animasi Accelerated Mobile Links

Meningkatkan Interaksi Pengguna

Salah satu manfaat dari Accelerated Mobile Links adalah bahwa konten AMP dimuat pada viewer secara langsung di situs yang ditautkan ke konten. Akibatnya, ketika pembaca telah selesai membaca konten AMP dan menutupnya, viewer mengembalikan mereka ke sumber tautan asal. Dengan demikian, situs setiap pelanggan Cloudflare bisa lebih seperti aplikasi native bawaan, dengan peningkatan interaksi pengguna.

Untuk para penerbit besar yang menginginkan pengalaman merek yang lebih kuat, Cloudflare akan menawarkan kemampuan untuk menyesuaikan domain viewer agar sesuai dengan domain penerbit. Ini, untuk pertama kalinya, memberikan pengalaman mulus di mana materi AMP bisa dinikmati tanpa harus mengirim pengunjung ke domain milik Google. Jika Anda adalah penerbit besar yang tertarik dalam penyesuaian penampil Accelerated Mobile Links, Anda bisa menghubungi tim Cloudflare.

Berinovasi pada AMP

Meskipun Google adalah juara pertama AMP, namun teknologi yang digunakan bersifat terbuka. Kami bekerja sama dengan tim Google dalam mengembangkan Accelerated Mobile Links Cloudflare serta cache AMP kami sendiri. Malte Ubl, pimpinan teknis untuk Proyek AMP di Google mengatakan tentang kolaborasi kami:

“Bekerja dengan Cloudflare dalam hal solusi caching AMP itu semulus development open source. Cloudflare telah menjadi kontributor tetap pada proyek ini dan membuat basis kode yang lebih baik untuk semua pengguna AMP. Selalu merupakan langkah besar bagi suatu proyek perangkat lunak untuk beralih dari mendukung cache tertentu menjadi berbagai cache, dan solusi elegan Cloudflare untuk hal ini sungguh mengagumkan.”

Cloudflare sekarang menguasai satu-satunya cache AMP non-Google yang sesuai dengan semua kinerja dan manfaat keamanan yang sama seperti Google.

Dalam semangat open source, kami bekerja untuk membantu mengembangkan pembaruan terhadap proyek, guna mengatasi berbagai persoalan penerbit dan pengguna. Secara khusus, berikut adalah beberapa fitur yang sedang kami kembangkan untuk mengatasi berbagai persoalan yang telah diungkapkan tentang AMP:
  • Cara yang lebih mudah untuk berbagi konten AMP menggunakan domain asal penerbit
  • Secara otomatis mengalihkan pengunjung desktop dari versi AMP kembali ke versi asal konten
  • Sebuah cara bagi pengguna yang tidak ingin dialihkan ke versi materi AMP untuk tidak ikut
  • Kemampuan bagi penerbit untuk memberi merek pada viewer AMP dan menyajikannya dari domain sendiri
Cloudflare berkomitmen pada proyek AMP. Accelerated Mobile Links adalah fitur AMP pertama yang baru kami rilis, tapi kami akan melakukan lebih banyak hal di bulan-bulan mendatang. Mulai hari ini, Accelerated Mobile Links tersedia untuk semua pelanggan Cloudflare secara gratis. Anda bisa mengaktifkannya dalam dasbor Cloudflare Performance. Tunggu fitur AMP lainnya yang akan terus meningkatkan kecepatan web seluler.

Saat ini banyak sekali iklan yang buruk di web — iklan yang lamban, tersendat-sendat dan memberikan pengalaman pengguna yang sangat buruk ketika menyertakan jendela pop-up yang menjengkelkan atau menyebabkan materi berubah posisi di layar Anda. Akibatnya: pengguna memasang pemblokir iklan, sehingga publishers sulit menampilkan iklan yang mereka buat, dan merugikan pengiklan meski mereka mematuhi aturan pemasangan iklan.

Proyek AMP mengumumkan inisiatif sumber terbuka AMP for Ads pada bulan Juli untuk mengatasi masalah  ini dan memastikan pengguna mendapatkan pengalaman web terbarik dalam hal materi maupun iklan. Tujuan inisiatif ini adalah memperbaiki dasar periklanan digital di web, menerapkan prinsip-prinsip AMP untuk iklan dan membuat iklan lebih cepat, indah dan aman.

Sejak diumumkan, AMP Ads telah mencapai banyak momentum penting. Para publishers di seluruh dunia seperti The Washington Post, The Guardian, dan USAToday telah menguji AMP Ads melalui DoubleClick for Publishers.

Hari ini, kami menyampaikan kabar pencapaian penting dari kemajuan inisiatif tersebut.

TripleLift menambah kecepatan pada iklan artikel dengan AMP Ads

Platform iklan artikel TripleLift sekarang menyediakan AMP Ads untuk penayang dan pengiklan yang menggunakan layanan mereka. Time Inc menjadi mitra penayang pertama mereka yang mencoba AMP Ads.

VP of Digital Revenue Strategy and Operations Times Inc, Kavata Mbondo mengatakan, "Iklan AMP merupakan kesempatan untuk memperbaiki berbagai masalah penting terkait pengalaman iklan di web. Dalam percobaan kami menggunakan TripleLift, iklan AMP sudah lebih mudah dilihat, naik 13% dari iklan standar di laman AMP. Kami juga telah melihat peningkatan yang sama dalam CTR dan eCPM.”

TripleLift juga menemukan bahwa iklan AMP dimuat 6x lebih cepat dan 3x lebih ringan dari iklan standar yang setara.

Direktur TripleLift, Shaun Zacharia mengatakan, “Sebagai platform iklan artikel, kami ingin menghadirkan iklan secara mulus di laman penayangan iklan. Sekarang dengan AMP for Ads, kami bisa mewujudkan visi tersebut sekaligus memastikan bahwa kami memberikan kinerja iklan yang lebih sesuai dengan harapan mitra kami.”

ezgif-com-resize-2

Cloudflare sekarang menyediakan layanan verifikasi iklan untuk Iklan AMP

Tidak seperti iklan standar, iklan AMP harus diverifikasi oleh layanan pemberi izin resmi sebelum disajikan di sebuah halaman. Hal ini penting untuk memastikan pengalaman pengguna yang cepat dan aman. Iklan berizin memungkinkan AMP percaya bahwa iklan itu dibuat sebagaimana mestinya dalam format AMP. Hal ini memungkinkan AMP untuk mengoordinasikan pengalaman iklan bersama komponen lain pada laman tersebut, demi pengalaman iklan yang cepat dan andal.

Cloudflare, sebuah perusahaan penguji kinerja dan keamanan terkemuka, hari ini mengumumkan layanan verifikasi dan optimalisasi iklan AMP, Firebolt, yang meningkatkan pengalaman iklan untuk setiap jaringan atau penayang iklan pihak ketiga. Dengan memanfaatkan cache AMP Cloudflare, Firebolt membantu menyajikan iklan lebih cepat, aman, dan efisien.

Kolaborasi dengan komunitas teknologi iklan yang lebih luas ini merupakan bukti nyata sifat sumber terbuka dari Proyek AMP.

Bukan iklan banner biasa

Salah satu prinsip utama Iklan AMP adalah memastikan bahwa selain menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik, iklan ini tidak menghambat kreativitas pengiklan dan publisher. Seperti yang bisa Anda lihat dari demo percobaan awal USA Today, Anda dapat menampilkan iklan AMP dengan menggunakan format iklan yang benar-benar kreatif. Yang paling penting, semakin banyak fungsi kreatif yang ditambahkan oleh komunitas developer sumber terbuka dari waktu ke waktu.


usa-today-demo-gif-updated-2

Dan bukan itu saja. Kami juga bekerja sama dengan agencies dan buying platform untuk memastikan mereka memiliki tools yang mereka butuhkan dalam membangun dan menyajikan materi iklan AMP yang cepat ini. Tim periklanan di Google juga terus mencari cara agar mereka bisa mengonversi iklan secara otomatis menjadi materi AMP sehingga pengiklan bisa mendapatkan kinerja pemasaran yang lebih baik dari pengalaman iklan yang lebih cepat dan lebih baik.

Ini adalah awal sebuah perjalanan yang menyenangkan tapi masih banyak pekerjaan menanti dan kita perlu bekerja sama guna memastikan bahwa iklan tetap menjadi sumber kehidupan di internet. Libatkan diri Anda, bergabunglah dengan inisiatif AMP for Ads, sampaikan gagasan Anda dan ikut sertalah dalam ekosistem iklan baru yang cepat, indah dan terbuka.

Ditulis oleh Richard Gingras, VP – News, Google


Parul Soi
Parul Soi
Developer Relations Program Manager
Sepanjang seri ini, saya sudah memperkenalkan konsep Pirate Metrics, diikuti oleh beberapa tulisan terpisah yang membahas cara melacak (dan meningkatkan) akuisisi, aktivasi, retensi dan referal dengan Firebase dan rangkaian produknya.


Setelah menciptakan pengalaman aplikasi yang menarik, Anda mungkin mengalihkan perhatian pada cara menghasilkan uang dengan pengalaman tersebut. Dan alasan Anda tertarik dengan "Pirate Metrics" dan Firebase mungkin karena Anda ingin membantu melakukan hal itu. Jika Anda mempraktikkan beberapa saran kami sebelumnya, Anda pasti telah melihat dampaknya pada angka-angka. Kami juga memiliki beberapa alat khusus untuk pendapatan yang mungkin bisa membantu.
Yang pertama adalah bagi Anda yang memiliki pembelian dalam aplikasi atau E-commerce sebagai bagian dari produk. Jika Anda menghubungkan akun Play Store dengan Firebase, maka semua pembelian dalam aplikasi secara otomatis akan bisa dilacak untuk Anda. Untuk pembelian E-commerce, ada satu event  yang harus dipicu. Anda dapat melihat pendapatan kolektif pada dasbor dan juga menciptakan pengguna berdasarkan pengguna yang melakukan pembelian tertentu.

Manfaat dari melakukan hal ini adalah Anda dapat memisahkan pengguna yang membayar dan yang tidak membayar dan melihat pola perilaku mereka dan secara khusus lebih memfokuskan pada kebutuhan mereka. Anda juga bisa memahami apa yang membuat mereka membayar dan kemudian menciptakan pengalaman pengguna melalui cara yang akan meningkatkan proporsi pengguna yang membayar.

Selain itu, AdMob sekarang bisa diintegrasikan menggunakan Firebase SDK, sehingga Anda dapat menghasilkan uang dengan berbagai format iklan seperti banners, interstitials, native dan lain-lain. Anda bisa melihat pendapatan iklan di dalam Firebase Analytics yang memungkinkan Anda untuk memahami tren dan mengambil tindakan.

Misalnya, jika produk Anda mendapatkan liputan pemberitaan di belahan dunia tertentu, Anda mungkin mulai melihat pertumbuhan yang kuat di sana. Dalam Firebase, Anda akan bisa melihat setiap pertumbuhan dan menyesuaikan setelan mediasi untuk AdMob guna memanfaatkan hal tersebut.

Seperti semua elemen lain, kekuatan penawaran Firebase dengan "Pirate Metric" yang khas adalah bahwa alat (bantu) ini sangat terintegrasi dengan platform analisis kami. Hal ini memungkinkan Anda untuk tidak hanya mengambil keputusan tentang tindakan yang perlu diambil demi pertumbuhan, tetapi juga menindaklanjuti dan menentukan apakah keputusan itu memiliki dampak yang diharapkan.

Kami harap Anda menikmati dan mendapatkan manfaat dari seri ini. Untuk mendapatkan informasi lainnya, kunjungi dokumentasi Firebase resmi.



Ditulis oleh: Roy Glasberg, Global Lead, Launchpad Program & Accelerator

Setelah belum lama ini menjamu grup startup untuk Launchpad Accelerator lainnya, kami siap untuk memulai lagi dengan kelas berikutnya! Daftar di sini sebelum  24 April 2017.

Mulai sekarang, kami akan menerima aplikasi dari startup teknologi inovatif yang sedang berkembang dari negara-negara berikut:
  • Asia:: India, Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina
  • Amerika Latin:: Argentina, Brasil, Cile, Kolombia dan Meksiko
Kami senang bisa memperluas program ini ke negara-negara di Afrika dan Eropa untuk pertama kalinya!
  • Afrika:: Kenya, Nigeria, dan Afrika Selatan
  • Eropa:: Republik Cheska, Hungaria, dan Polandia
Program equity-free ini akan dimulai pada tanggal 17 Juli 2017 di Google Developers Launchpad Space di San Francisco, termasuk 2 minggu pelatihan gratis yang semua biayanya akan ditanggung.

Apa keuntungannya?

Pelatihan di Kantor Pusat Google ini mencakup mentorship intensif oleh lebih dari 20 tim Google, dan mentor ahli dari berbagai perusahaan teknologi dan VC terkemuka di Silicon Valley. Para peserta akan menerima dukungan gratis, kredit untuk produk-produk Google, dukungan humas, dan kerja sama yang erat dengan Google selama 6 bulan di negara asal mereka.

Apa yang kami cari ketika menyeleksi startup?

Setiap startup yang mendaftar ke Launchpad Accelerator akan sepenuhnya dihargai dan diperhatikan. Berikut panduan umum mengenai proses kami untuk membantu Anda memahami yang kami cari dari kandidat.

Semua startup dalam program ini harus:
  • Startup teknologi.
  • Menargetkan local markets.
  • Terbukti memiliki product-market fit (melewati tahap ideation).
  • Berlokasi di negara-negara yang disebut di atas.:
Selain itu, kami juga ingin mengetahui jenis startup yang Anda jalankan. Kami juga mempertimbangkan:
  • Masalah yang Anda coba selesaikan. Bagaimana perusahaan tersebut memberi nilai tambah kepada pengguna? Solusi apa yang disediakan perusahaan Anda untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada di kota, negara atau kawasan asal Anda?
  • Apakah tim manajemen Anda memiliki pola pikir kepemimpinan dan dorongan untuk menjadi influencer?
  • Apakah Anda akan membagikan kembali semua yang Anda pelajari di Silicon Valley agar bermanfaat bagi startup lain di tempat Anda?
Jika Anda berasal dari negara yang tidak masuk di dalam daftar tersebut, tunggulah, kami juga berharap bisa menambah lebih banyak negara lagi ke dalam program ini di masa mendatang.

Kami tak sabar ingin segera mengenal lebih dekat lagi startup Anda dan bekerja sama untuk menjawab tantangan dan membantu mengembangkan bisnis Anda.