[go: up one dir, main page]



Ditulis oleh Kobi Glick, Product Manager, Google Play
Memublikasikan aplikasi baru, atau pembaruan aplikasi, merupakan pencapaian penting dan menarik bagi setiap developer. Agar prosesnya lebih lancar dan lebih mudah dipantau, kami mengumumkan peluncuran cara baru memublikasikan aplikasi di Google Play dengan beberapa fitur baru. Perubahan ini memungkinkan Anda mengelola rilis aplikasi dengan lebih percaya diri melalui halaman manage releases baru di dalam Google Play Developer Console.




Kelola pembaruan aplikasi Anda dengan jelas dan terkendali

Halaman manage release yang baru merupakan tempat untuk mengunggah alpha, beta, dan production release aplikasi Anda. Dari halaman ini, Anda dapat melihat informasi penting dan status semua release Anda di seluruh track.


Halaman manage release baru.
Akses ke fitur publikasi lama dan baru yang lebih mudah

Memublikasikan aplikasi atau pembaruan merupakan sebuah langkah besar yang diharapkan dapat dilakukan oleh setiap developer dengan penuh percaya diri. Untuk membantu hal ini, kami telah menambahkan dua fitur baru.
Pertama, kami telah menambahkan langkah validasi yang menyoroti berbagai kemungkinan masalah sebelum Anda memublikasikannya. Halaman baru "review and rollout" akan ditampilkan sebelum Anda mengonfirmasi peluncuran aplikasi baru dan menandai jika ada kesalahan validasi atau peringatan. Alur baru ini akan membuat proses rilis aplikasi menjadi lebih mudah, terutama bagi aplikasi yang menggunakan multi-APK. Halaman juga menyediakan informasi baru; misalnya, jika Anda menambahkan izin baru untuk aplikasi, sistem akan menyorotnya.


Kedua, melakukan dan memantau peluncuran bertahap selama alur publikasi sekarang menjadi lebih mudah. Dengan peluncuran bertahap, Anda dapat merilis pembaruan Anda ke sebagian pengguna dahulu, sehingga Anda berkesempatan untuk memahami dan mengatasi masalah sebelum memengaruhi seluruh pengguna.

Jika ingin memeriksa riwayat rilis, Anda sekarang dapat memantaunya secara mendetail dan mengunduh APK sebelumnya.

Terakhir, kami telah menambahkan sebuah library artefak baru di bawah pengelolaan rilis tempat Anda dapat menemukan semua file yang membantu Anda mengelola sebuah rilis.
Mulailah menggunakan halaman pengelolaan rilis yang baru sekarang juga
Anda bisa mengakses halaman manage releases baru di Developer Console. Kunjungi Pusat Bantuan Developer Google Play untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Dengan berbagai perubahan ini, kami membantu Anda mempublikasikan, memantau, dan mengelola aplikasi dengan percaya diri di Google Play.


Menurut Anda seberapa bermanfaatkah entri blog ini?
                                                                              



Ditulis oleh Aurash Mahbod, Software Engineer, Google Play

Android Instant Apps pertama kali diperkenalkan di Google I/O tahun lalu sebagai cara baru untuk menjalankan aplikasi Android tanpa memerlukan install aplikasi. Instant Apps merupakan bagian penting dari upaya kami untuk membantu pengguna menemukan dan menjalankan aplikasi dengan hambatan minimal.

Kami telah bekerja sama dengan sejumlah developer untuk menyempurnakan pengalaman pengguna dan developer. Saat ini, beberapa Instant Apps tersebut sudah tersedia bagi pengguna Android untuk pertama kalinya dalam tahap uji coba yang terbatas, termasuk aplikasi dari BuzzFeed, Wish, Periscope, dan Viki. Dengan mengumpulkan masukan dari pengguna dan menerapkan kembali pada produk tersebut, kami akan dapat memperluas pengalaman ke lebih banyak aplikasi dan pengguna.

Guna mengembangkan Instant Apps, Anda harus memperbarui aplikasi Android yang ada untuk memanfaatkan fungsi Instant Apps dan kemudian membuat modul-modul aplikasi Anda sehingga bagian-bagiannya bisa diunduh sambil jalan. Anda akan menggunakan proyek Android API dan Android Studio yang sama. Saat ini, Anda juga bisa melakukan beberapa langkah penting agar siap mengembangkan Instant Apps. SDK lengkap akan tersedia dalam beberapa bulan mendatang.

Sudah muncul ketertarikan besar terhadap Instant Apps dari ribuan developer. Kami sudah tidak sabar ingin mendengar masukan dari Anda dan berbagi pengalaman yang lebih dahsyat tahun ini. Nantikan informasi selanjutnya!

Sepanjang sejarah, kode Chrome untuk iOS disimpan terpisah dari proyek Chromium lainnya karena platform ini memerlukan kompleksitas ekstra. Setelah optimalisasi bertahun-tahun secara cermat, semua kode ini disatukan kembali dengan Chromium dan dipindahkan ke repositori sumber terbuka.

Karena kendala platform iOS, semua browser harus dibangun pada rendering engine WebKit. Untuk Chromium, ini berarti mendukung WebKit maupun Blink, yaitu rendering engine Chrome untuk platform lain. Hal ini menciptakan beberapa kompleksitas ekstra yang ingin kita hindari penempatannya dalam basis kode Chromium.

Mengingat komitmen Chrome terhadap kode sumber terbuka, kami telah menghabiskan banyak waktu selama beberapa tahun terakhir untuk melakukan perubahan yang diperlukan guna melakukan upstream terhadap kode untuk Chrome untuk iOS ke dalam Chromium. Saat ini, proses upstream tersebut sudah selesai, dan para developer dapat compile Chromium versi iOS sebagaimana yang bisa mereka lakukan untuk versi Chromium lain. Kecepatan development juga meningkat sekarang sehingga semua pengujian untuk Chrome untuk iOS tersedia bagi semua komunitas Chromium dan secara otomatis dijalankan setiap kali kode itu dipilih.

Kami menghargai komunitas open source serta semua kontributor kami, dan kami sangat senang bahwa Chrome untuk iOS akhirnya bisa bergabung.

Ditulis oleh Rohit Rao, Upstream Angler

Ditulis oleh: Amy McDonald Sandjideh, Technical Program Manager, TensorFlow

Di tahun pertamanya saja, TensorFlow telah membantu para peneliti, teknisi, artis, pelajar, dan banyak lagi pihak yang lainnya dalam melakukan peningkatan apa saja mulai dari penerjemahan bahasa hingga deteksi dini kanker kulit serta mencegah kebutaan pada penderita diabetes. Kami sangat gembira melihat TensorFlow banyak digunakan di lebih dari 6.000 repositori open-source online.


Sekarang, sebagai bagian dari acara tahunan perdana TensorFlow Developer Summit yang diadakan di Mountain View dan disiarkan langsung ke seluruh dunia, kami memperkenalkan TensorFlow 1.0:


Lebih cepat: TensorFlow 1.0 luar biasa cepat! XLA menyediakan fondasi untuk kinerja yang lebih baik lagi di masa depan, dan tensorflow.org kini dilengkapi tips & trik untuk menyempurnakan model Anda demi mencapai kecepatan maksimum. Kami akan segera memublikasikan implementasi terbaru beberapa model populer yang telah diperbarui untuk menunjukkan cara memanfaatkan TensorFlow 1.0 secara maksimal - termasuk percepatan 7,3x pada 8 GPU untuk Inception v3 dan percepatan 58x untuk pelatihan Inception v3 yang didistribusikan pada 64 GPU!


Lebih fleksibel: TensorFlow 1.0 memperkenalkan high-level API untuk TensorFlow, dengan modul tf.layers, tf.metrics, dan tf.losses. Kami juga telah mengumumkan dimasukkannya modul tf.keras baru yang menyediakan kompatibilitas penuh dengan Keras, yaitu library high-level neural network populer lainnya.


Lebih siap produksi dibanding sebelumnya: TensorFlow 1.0 menjanjikan stabilitas Python API (detailnya di sini), sehingga lebih mudah untuk mengambil fitur baru tanpa khawatir merusak kode yang ada.

Fitur unggulan TensorFlow 1.0 lainnya:

  • Python API telah diubah agar lebih menyerupai NumPy. Untuk perubahan ini dan perubahan mundur-tidak-kompatibel lain yang dilakukan untuk lebih meningkatkan stabilitas API, silakan gunakan panduan migrasi dan skrip konversi siap pakai kami.
  • API Eksperimental untuk Java dan Go
  • Modul API tingkat tinggi tf.layers, tf.metrics, dan tf.losses - dibawa dari tf.contrib.learn setelah menggabungkan skflow dan TF Slim
  • Rilis eksperimen XLA, sebuah compiler domain khusus untuk grafik TensorFlow, yang menargetkan CPU dan GPU. XLA berkembang pesat - diharapkan mengalami lebih banyak kemajuan dalam rilis mendatang.
  • Diperkenalkannya TensorFlow Debugger (tfdbg), yakni antarmuka baris perintah dan API untuk men-debug program TensorFlow secara langsung.
  • Demo Android baru untuk deteksi dan pelokalan objek, serta stilisasi gambar berbasis kamera.
  • Perbaikan pemasangan: Gambar-gambar docker Python 3telah ditambahkan, dan paket pip TensorFlow sekarang sudah kompatibel dengan PyPI. Artinya TensorFlow sekarang bisa dipasang dengan pemanggilan perintah pip install tensorflow sederhana.

Kami senang melihat laju perkembangan dalam komunitas TensorFlow di seluruh dunia. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang TensorFlow 1.0 dan cara penggunaannya, Anda bisa menonton perbincangan TensorFlow Developer Summit di YouTube, yang meliputi pembaruan terkini mulai dari API tingkat yang lebih tinggi, TensorFlow di ponsel, hingga compiler XLA baru kami, serta cara-cara menarik dalam menggunakan TensorFlow:





Klik di sini untuk memperoleh tautan siaran langsungnya serta playlist video


Ekosistem TensorFlow terus tumbuh dengan teknik baru seperti Fold untuk batching dinamis dan alat-alat bantu seperti Embedded Projector beserta pembaruan pada tools yang sudah ada seperti TensorFlow Serving. Kami sangat berterima kasih kepada komunitas kontributor, pendidik, dan peneliti yang telah membuat kemajuan dalam pembelajaran mendalam yang tersedia untuk semua orang. Kami berharap untuk bekerja sama dengan Anda di forum-forum seperti GitHub issues, Stack Overflow, @TensorFlow, grup discuss@tensorflow.org, dan di acara-acara lainnya di masa mendatang.




Ditulis oleh Huibao Lin dan Eyal Peled, Software Engineers, Google

Di Google kami percaya bahwa kecepatan merancang produk adalah prinsip utama. Format Accelerated Mobile Pages (AMP) membantu memastikan bahwa konten dimuat dengan cepat, tapi kami bisa melakukannya lebih baik.

Smart caching adalah salah satu unsur utama dalam pengalaman AMP nyaris instan yang didapatkan pengguna pada produk seperti Google Search dan Google News & Weather. Dengan caching, secara umum kita bisa membuat konten, secara fisik menjadi lebih dekat kepada pengguna yang memintanya sehingga byte melakukan perjalanan yang lebih singkat untuk mencapai pengguna. Selain itu, menggunakan infrastruktur umum tunggal seperti cache memberikan konsistensi yang lebih besar dalam waktu loading halaman meskipun konten berasal dari banyak host, yang mungkin memiliki latensi sangat berbeda—dan jauh lebih besar—dalam menyajikan konten dibandingkan dengan cache.

Pengiriman yang lebih cepat dan lebih konsisten adalah alasan utama mengapa halaman yang disajikan dalam AMP Google Search berasal dari Google AMP Cache. Infrastruktur materi terpadu cache ini membuka kemungkinan menarik untuk membangun optimalisasi yang mendorong peningkatan pengalaman di ratusan juta dokumen yang disajikan. Melakukan hal itu agar dokumen bisa memanfaatkan keuntungan ini adalah salah satu alasan utama Google AMP Cache tersedia gratis untuk digunakan oleh siapa saja.

Dalam tulisan ini, kami akan menyoroti dua perbaikan yang baru saja kami perkenalkan: (1) optimalisasi pengiriman gambar dan (2) memungkinkan konten disajikan lebih berhasil dalam kondisi bandwidth terbatas melalui proyek yang disebut "AMP Lite."

Optimalisasi gambar dengan Google AMP Cache


Rata-rata di seluruh web, gambar menghabiskan 64% bytes dari suatu halaman. Ini berarti gambar merupakan target yang sangat menjanjikan untuk optimalisasi berdampak besar.

Menerapkan optimalisasi gambar menjadi cara efektif untuk mengurangi byte pada proses pengiriman. Google AMP Cache melakukan tumpukan optimalisasi gambar yang digunakan oleh PageSpeed Modules dan Chrome Data Compression. (Perhatikan bahwa untuk melakukan transformasi di atas, Google AMP Cache mengabaikan header "Cache-Control: no-transform".) Situs bisa mendapatkan optimalisasi gambar yang sama di tempat asal mereka dengan memasang PageSpeed di server mereka.

Berikut adalah ringkasan dari beberapa optimalisasi yang kami lakukan:

1) Menghapus data yang tidak bisa dilihat atau sulit dilihat
Kami membuang data gambar yang tidak bisa dilihat oleh pengguna, seperti gambar kecil dan metadata geolokasi. Untuk gambar JPEG, kami juga mengurangi kualitas dan sampel warna jika nilainya lebih tinggi dari yang diperlukan. Tepatnya, kami mengurangi kualitas JPEG menjadi 85 dan warna sampel menjadi 4:2:0 — yaitu, satu sampel warna per empat piksel. Mengompresi JPEG ke kualitas yang lebih tinggi dari ini atau dengan sampel warna yang lebih banyak membutuhkan byte yang lebih besar, padahal secara visual sulit untuk dilihat perbedaannya.

Maka data gambar yang diturunkan ini benar-benar mampat. Kami menemukan bahwa optimalisasi ini mengurangi byte sebesar 40%+ dan ini tidak terlihat oleh mata pengguna.

2) Mengonversi gambar ke format WebP
Beberapa format gambar lebih ramah perangkat seluler. Kami mengonversi JPEG ke WebP untuk browser yang mendukung. Transformasi ini menyebabkan pengurangan tambahan 25%+ terhadap byte tanpa kehilangan kualitas.

3) Menambahkan srcset
Kami menambahkan "srcset" jika belum disertakan. Ini berlaku untuk tag "amp-img" dengan "src" tapi tanpa atribut "srcset". Operasi ini termasuk meluaskan tag "amp-img" serta mengubah ukuran gambar menjadi multidimensi. Hal ini akan semakin mengurangi jumlah byte pada perangkat yang memiliki layar kecil.

4) Menggunakan gambar berkualitas rendah dalam kondisi tertentu
Kami menurunkan kualitas gambar JPEG bila ada indikasi bahwa ini diinginkan oleh pengguna atau untuk kondisi jaringan yang sangat lambat (sebagai bagian dari AMP Lite yang dibahas di bawah ini). Misalnya kami menurunkan kualitas gambar JPEG menjadi 50 untuk pengguna Chrome yang telah mengaktifkan Data Saver. Transformasi ini menghasilkan penurunan lain sebesar 40%+ byte terhadap gambar JPEG.

Contoh berikut menunjukkan gambar sebelum (kiri) dan sesudah (kanan) optimalisasi. Awalnya gambar berukuran 241.260 byte, dan setelah menerapkan Optimalisasi 1, 2, & 4 menjadi 25.760 byte. Setelah optimalisasi, pada dasarnya gambar terlihat sama, tetapi telah menghemat 89% byte.



AMP Lite untuk Kondisi Jaringan Lambat


Banyak orang di seluruh dunia akses internet dengan kecepatan koneksi yang lambat atau pada perangkat dengan RAM rendah dan kami menemukan bahwa beberapa halaman AMP tidak dioptimalkan untuk para pengguna yang bandwith-nya sangat terbatas ini. Karena alasan ini, Google juga telah meluncurkan AMP Lite untuk menghapus lebih banyak byte dari halaman AMP untuk para pengguna tersebut.

Dengan AMP Lite, kami menerapkan semua optimalisasi di atas terhadap gambar. Secara khusus, kami selalu menggunakan tingkat kualitas yang lebih rendah (lihat Poin 4 di atas).

Selain itu, kami mengoptimalkan font eksternal dengan menggunakan tag amp-font, yang mengatur loading time font menjadi 0 detik sehingga halaman bisa ditampilkan segera terlepas dari apakah font eksternal sudah pernah di-cache sebelumnya atau tidak.

AMP Lite diluncurkan untuk pengguna bandwidth terbatas di beberapa negara seperti Vietnam dan Malaysia serta bagi pemegang perangkat dengan ram rendah di seluruh dunia. Perhatikan bahwa optimalisasi ini bisa mengubah detail kecil pada sebagian gambar, tetapi tidak mempengaruhi bagian lain dari halaman termasuk iklan.

* * *

Semua sudah disampaikan, kami melihat adanya penurunan gabungan sebesar 45% dalam byte pada semua optimalisasi yang tercantum di atas.
Kami berharap bisa terus menjadikan pemakaian data pengguna lebih efisien guna memberikan pengalaman AMP yang lebih cepat.


Ditulis oleh Suzanne van Tienen, Product Manager, Google Play

Saat ini kami sedang menyederhanakan dan meningkatkan pengalaman penjual bagi developer yang memiliki aplikasi berbayar, pembelian dalam aplikasi, atau langganan berdasarkan feedback yang kami dengar dari komunitas.

Pertama-tama, kami memindahkan pengelolaan pesanan dari Google Payments Center ke Google Play Developer Console dan menambahkan beberapa perbaikan fitur. Kedua, setelan pembayaran sekarang akan bisa diakses dari Developer Console selain tetap tersedia di payments.google.com. Fitur-fitur baru ini dilengkapi dengan setelan kontrol akses yang tepat sehingga Anda merasa yakin bahwa pengguna hanya memiliki akses yang mereka butuhkan.



Tab pengelolaan pesanan baru di Google Play Developer Console

Anda dapat melakukan tugas yang sama di Developer Console yang sebelumnya dilakukan di Google Payments Center. Kami juga telah melakukan beberapa perbaikan:
  • Pengembalian dana secara serentak: Sekarang Anda bisa memilih beberapa pesanan untuk pengembalian dana serentak, dan bukan mengeluarkannya satu per satu.
  • Pembatalan langganan: Sekarang Anda dapat mengembalikan uang dan membatalkan langganan langsung dari tab pengelolaan pesanan (tanpa membuka UI terpisah).
  • Permissions: Kami telah menambahkan permission akses pengguna baru ke Developer Console yang disebut "Manage orders". Ini akan memungkinkan pengguna untuk menemukan pesanan, pengembalian uang, dan membatalkan langganan. Fitur lainnya hanya bisa dibaca saja untuk para pengguna ini dan laporan keuangan akan disembunyikan (hanya pengguna dengan "View financial reports" yang bisa melihat data keuangan). Setelan pembayaran dibatasi untuk pemilik akun ketika diakses dari Developer Console.

Migrasi pengelolaan pesanan ke Developer Console

Pengelolaan pesanan kini tersedia di Developer Console. Mulai tanggal 23 Januari, pengelolaan pesanan tidak akan tersedia lagi di Payments Center. Permission pengguna tidak secara otomatis dibawa dari Payments Center sehingga, sebagai pemilik akun, Anda harus menambahkan semua pengguna yang membutuhkan akses ke fitur pengembalian dana dan fitur pengelolaan pesanan lainnya ke akun Developer Console Anda dengan permission 'Manage orders' baru mulai 22 Januari bagi mereka agar bisa terus mengakses.
Berikut cara menambahkan pengguna baru ke akun Developer Console Anda:
  1. Login ke Google Payments Center dan periksa semua pengguna lama.
  2. Masuk ke Developer Console Anda dan tambahkan satu atau kedua hak akses berikut untuk semua pengguna yang membutuhkan akses ke Pengelolaan Pesanan di Developer Console.
    1. View financial reports: Berikan hak untuk mengakses dan menampilkan laporan keuangan.
    2. Manage orders: Memberikan hak untuk menampilkan dan mengembalikan dana pesanan tetapi bukan untuk melihat agregat statistik keuangan atau mengunduh laporan penjualan & pembayaran.
  3. Beritahu pengguna tentang lokasi baru untuk pengelolaan pesanan.

Menurut Anda seberapa bermanfaatkah entri blog ini?





Parul Soi
Parul Soi
Developer Relations Program Manager

Sepanjang seri ini, saya sudah memperkenalkan konsep Pirate Metrics, diikuti oleh beberapa tulisan terpisah yang membahas cara melacak (dan meningkatkan) akuisisi, aktivasi dan retensi dengan Firebase dan rangkaian produknya.

Setiap pemilik produk pasti berharap bisa melihat karya yang mereka buat menjadi viral. Jika pengguna sangat menyukai apa yang Anda buat sehingga mereka ingin semua orang di sekitar mereka menggunakannya juga, maka hal itu menjadi bukti dari semua usaha dan kerja keras yang sudah dilakukan.

Tapi ada satu hal: ketika pengguna secara sukarela mereferensikan aplikasi Anda kepada teman-teman, keluarga dan rekan-rekannya, mereka kemungkinan besar tidak mau bersusah payah dalam melakukannya. Cara yang sederhana dan gampang adalah pastikan pembagian URL aplikasi Anda mudah dilakukan. Namun, Anda ingin mudah melacak performa referal, dan Anda juga ingin memperlancar proses pengenalan aplikasi bagi pengguna yang baru masuk.

Produk pertama yang ingin saya bahas dalam tulisan ini adalah Dynamic Links. Tautan ini, yang bisa dibuat pada konsol Firebase maupun pemrograman, menawarkan manfaat pengalihan pengguna secara tepat berdasarkan tempat mereka membukanya. Artinya, pengguna Android bisa otomatis dibawa ke Play Store sedangkan pengguna iOS bisa dibawa ke App Store. Jika pengguna sudah memiliki aplikasinya, mereka bisa dikirim langsung ke materi tertentu di dalamnya.

Anda juga bisa menggunakan Dynamic Links beberapa langkah lebih lanjut dengan memanfaatkan fakta bahwa data yang terkait dengan masing-masing tautan tidak mengganggu proses install aplikasi. Ini berarti bahwa jika tautan itu dimaksudkan untuk mengarahkan ke tautan-dalam berisi materi tertentu (seperti produk dalam layanan E-commerce), Anda dapat membawa pengguna langsung ke halaman yang sesuai setelah pengguna baru tersebut menyelesaikan pemasangan.

Anda juga bisa mempertimbangkan penggunaan Dynamic Links untuk melakukan personalisasi proses orientasi bagi pengguna baru. Misalnya, jika Anda memberikan bonus referal untuk pengguna yang mengandalkan berbagi kode, Anda bisa memastikan tautan tersebut sudah menambahan kode ini sebagai parameter dan menambahkannya secara otomatis untuk pengguna setelah memasang. Hal ini menawarkan peluang untuk mendapatkan banyak reputasi.

Tautan hanya salah satu bagian dari solusi yang kami tawarkan - jika Anda juga menggunakan Firebase Invites, Anda bisa memberikan opsi sederhana kepada pengguna dalam memilih kontak untuk berbagi aplikasi tanpa tergantung pada aplikasi pihak ketiga. Daftar kontak ini juga diurutkan untuk menyoroti orang-orang yang sering berkomunikasi dengan pengguna.

Referal Firebase Invites dikirim melalui SMS dan email, dan memberikan manfaat Dynamic Links kepada Anda seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Anda bisa menyesuaikan materi undangan, termasuk kemampuan menentukan template dengan konten HTML kaya untuk Email. Dan Anda tidak perlu mengharuskan pengguna untuk login ke layanan atau mengetahui alamat email mereka.

Pengguna Anda adalah pendukung terbaik, dan sebaiknya minimalkan rintangan yang bisa mencegah mereka berbagi aplikasi Anda dengan orang lain dalam hidup mereka. Apa pun produknya, Anda kemungkinan memperoleh manfaat dari dorongan sekecil apa pun - terutama dari para pelanggan aktif.



Hari ini kami memperkenalkan insights lokasi bisnis dalam API Google Bisnisku untuk memudahkan developer aplikasi pihak ketiga dan merek-merek besar untuk mengakses insights lokasi secara terprogram seperti jumlah total penelusuran, tampilan dan tindakan yang memungkinkan pemilik bisnis melacak dan menganalisis di mana dan bagaimana orang-orang menemukan mereka di Google.

Sekarang developer bisa menggunakan API Google Bisnisku untuk meminta data hingga senilai 18 bulan untuk masing-masing lokasi bisnis mereka dan membangun aplikasi yang mengumpulkan dan memvisualisasikan insights ini dalam cara yang bisa ditindaklanjuti. Misalnya, sebuah kedai kopi dengan ratusan lokasi sekarang dapat dengan mudah membandingkan dan memahami tren di seluruh lokasi yang berbeda seperti jumlah tampilan yang dilihat pengguna, klik permintaan petunjuk arah, panggilan telepon, dan banyak lagi. Mereka bisa menggunakan insights ini untuk mengalokasikan sumber daya di seluruh lokasi secara lebih baik dan melacak bagaimana aktivitas pemasaran mempengaruhi bisnis mereka.

Fungsi API baru ini mengantarkan fitur dari dasbor Google Bisnisku kami menjadi alat analisis data Anda milik Anda. Pengguna antarmuka web bisa menghasilkan grafik dari 90 hari terakhir informasi Google Bisnisku:
Data contoh yang bisa dilihat melalui dasbor web Google Bisnisku

Sekarang data tersebut tersedia melalui API. Sangat mudah untuk memulai dengan dokumentasi developer baru kami. Berikut permintaan HTML sederhana yang memberikan rincian tentang jumlah penelusuran daftar bisnis yang bisa diperoleh pada Google Penelusuran dan Google Maps:

REQUEST:
POST https://mybusiness.googleapis.com/v3/123456/locations:reportInsights
{
  "locationNames": [
    “accounts/110714876951578713336/locations/14372810722634034850”,
  ],
  “basicRequest” : {
          "metricRequests": [
             {
               "metric": QUERIES_DIRECT,
             },
             {
               "metric": QUERIES_INDIRECT,
             }
          ],
          "timeRange": {
               "startTime": 2016-10-12T01:01:23.045123456Z,
               "endTime": 2017-01-10T23:59:59.045123456Z,
          },
    },
}

RESPONSE:
{
  "locationMetrics": [
    {
      "locationName": "accounts/110714876951578713336/locations/
                       14372810722634034850",
      "timeZone": "America/Los_Angeles",
      "metricValues": [
        {
          "metric": "QUERIES_DIRECT",
          "totalValue": {
            "metricOption": "AGGREGATED_TOTAL",
            "timeDimension": {
              "timeRange": {
                "startTime": "2016-10-12T04:00:00Z",
                "endTime": "2017-01-10T04:00:00Z"
              }
            },
            "value": "36738"
          }
        },
        {
          "metric": "QUERIES_INDIRECT",
          "totalValue": {
            "metricOption": "AGGREGATED_TOTAL",
            "timeDimension": {
              "timeRange": {
                "startTime": "2016-10-12T04:00:00Z",
                "endTime": "2017-01-10T04:00:00Z"
              }
            },
            "value": "81770"
          }
        }
      ]
    }
  ]
}

Berikut contoh yang menangkap wawasan tentang tempat asal pelanggan meminta arah mengemudi ke sebuah tempat bisnis:

REQUEST:
POST https://mybusiness.googleapis.com/v3/123456/locations:reportInsights
{
     “locationNames": [
             “accounts/110714876951578713336/locations/14372810722634034850”,
       ],
      "drivingDirectionsRequest”: {
            "numDays": NINETY,
      },
}

RESPONSE (dipotong untuk menampilkan 3 hasil pertama):
{
  "locationDrivingDirectionMetrics": [
    {
      "locationName": "accounts/110714876951578713336/locations/
                       14372810722634034850",
      "topDirectionSources": [
        {
          "dayCount": 90,
          "regionCounts": [
            {
              "latlng": {
                "latitude": 37.789,
                "longitude": -121.392
              },
              "label": "94105",
              "count": "2980",
            },
            {
              "latlng": {
                "latitude": 37.779,
                "longitude": -122.421
              },
              "label": "94102",
              "count": "887",
            },
            {
              "latlng": {
                "latitude": 37.773,
                "longitude": -122.410
              },
              "label": "94103",
              "count": "886",
            }
          ]
        }
      ],
          "timeZone": "America/Los_Angeles"
    }
  ]
}
Data contoh yang bisa dilihat melalui dasbor web Google Bisnisku

Dengan fitur baru ini, pengguna API Google Bisnisku dapat mengoptimalkan tempat mereka yang didaftarkan untuk memicu action pelanggan melalui pemahaman informasi penting tentang cara pelanggan mencari bisnis mereka di Google, dan tindakan yang mereka lakukan setelah mereka menemukannya. Insights ini juga tersedia di web dan seluler Google Bisnisku, sehingga memungkinkan pengguna untuk melacak tren penting dari mana saja.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang API Google Bisnisku dan meminta akses, kunjungi laman developer kami. Ada pertanyaan atau masukan? Hubungi tim API di Forum API Google Bisnisku.

Ditulis oleh Dave Burke, VP Engineering


Rilis berikutnya untuk Android Nougat -- 7.1.2 -- tinggal sebentar lagi! Untuk mendapatkannya, mulai hari ini, kami meluncurkan versi beta publik untuk perangkat yang memenuhi syarat yang terdaftar di Android Beta Program, termasuk perangkat Pixel dan Pixel XL, Nexus 5X, Nexus Player, dan Pixel C. Kami juga sedang menyiapkan pembaruan untuk Nexus 6P yang kami harapkan akan segera dirilis.

Android 7.1.2 merupakan rilis tambahan yang difokuskan pada perbaikan, sehingga mencakup sejumlah perbaikan bug dan optimalisasi, bersama sejumlah kecil penyempurnaan untuk operator dan pengguna.

Jika Anda ingin mencoba versi beta publik untuk Android 7.1.2, cara termudah adalah melalui Android Beta Program. Jika Anda memiliki perangkat memenuhi syarat yang sudah terdaftar, Anda sudah siap -- perangkat Anda akan mendapatkan pembaruan versi beta publik dalam beberapa hari ke depan dan Anda tidak perlu melakukan apa pun. Jika perangkat Anda belum terdaftar, segera kunjungi android.com/beta dan sertakan ponsel atau tablet Android yang memenuhi syarat -- Anda akan segera menerima pembaruan versi beta publik lewat jaringan seluler. Seperti biasa, Anda juga bisa mengunduh dan mem-flash pembaruan ini secara manual.

Kami berharap untuk meluncurkan rilis final Android 7.1.2 dalam beberapa bulan ke depan, seperti versi beta, yang akan tersedia untuk perangkat Pixel, Pixel XL, Nexus 5X, Nexus 6P, Nexus Player, dan Pixel C. Sementara itu, kami menantikan masukan atau permintaan Anda di komunitas Android Beta karena kami sedang mengerjakan pembaruan final lewat jalur OTA. Terima kasih telah menjadi bagian dari versi beta publik!



Setelah sukses menyelenggarakan kontes Google Code-in (GCI) pada tahun 2016, Senin, 30 Januari 2017 Google umumkan daftar pemenang utama dan para finalis. Setiap tahunnya jumlah peserta GCI menunjukkan peningkatan yang signifikan. Tak terkecuali pada tahun 2016, sebanyak 1.340 siswa dari 62 negara berhasil menyelesaikan 6.418 tugas secara impresif. Para pemenang dan finalis terpilih dari 17 organisasi yang ikut serta dalam kontes ini.

Google Code-in (GCI) adalah sebuah kontes pengembang game online berskala global yang ditujukan untuk seluruh siswa remaja berumur 13-17 tahun. Dari 34 remaja terpilih yang secara mencengangkan berhasil menyelesaikan 842 tugas pada GCI 2016, terdapat tiga pemenang asal Indonesia. Kaisar Arkhan dari FOSSASIA, Raefaldhi Amartya Junior dari Haiku, dan Scott Moses Sunarto dari Moving Blocks berhasil membawa harum nama Indonesia di tengah ketatnya persaingan global yang melibatkan seluruh negara di dunia.

Lebih jauh, ketiga pemenang asal Indonesia ini berhasil unggul dari sejumlah pemenang lainnya yang berasal dari Romania, India, Rusia, Hongkong, Singapura, Kamerun, Uruguay, Polandia, bahkan Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.

Tiga pemenang asal Indonesia bersama 31 pemenang lainnya akan berkesempatan berkunjung ke Google Campus selama 4 hari pada musim panas ini untuk bertemu para Google engineers sekaligus menikmati keindahan Bay Area. Selain itu, 51 orang finalis akan mendapatkan sertifikat digital dari Google, kaus GCI, dan hooded sweatshirt eksklusif.

Google Open Source Programs Office turut bangga menyelenggarakan kontes ini setiap tahunnya. Kualitas hasil kerja para siswa yang turut berpartisipasi sangat mengagumkan, dan setiap tahunnya Google terus berharap dapat bertemu para pemenang utama secara pribadi. Sangat menarik meilhat generasi coders muda bermunculan. Kesuksesan GCI setiap tahunnya juga tak lepas dari komitmen para mentor yang dengan senang hati bersedia membimbing setiap peserta dalam menyelesaikan setiap tugasnya selama kurang lebih 7 minggu silam.

Cerita-cerita GCI 2016 lainnya dapat dilihat di blog ini.


Ditulis oleh Lily Sheringham, Developer Marketing di Google Play

Dengan beberapa klik saja, Anda dapat mempublikasikan aplikasi ke Google Play dan mengakses lebih dari 1 miliar audiens global yang merupakan pengguna aktif selama 30 hari. Meraih sukses di pasar global berarti memperhitungkan perbedaan masing-masing pasar, merencanakan lokalisasi berkualitas tinggi, dan menyesuaikan aktivitas Anda dengan pengguna lokal. Going Global Playbook yang baru menyediakan praktik dan tips terbaik, dengan saran dari para developer yang telah sukses mendunia.

Panduan ini meliputi saran untuk membantu Anda merencanakan pendekatan untuk mendunia, menyiapkan aplikasi untuk pasar baru, memperkenalkan aplikasi Anda ke pasar, dan juga data serta informasi tentang negara-negara kunci dan sumber info lainnya yang bermanfaat.

Ebook ini terbit bersama beberapa ebook lain yang baru kami publikasikan termasuk The Building for Billions Playbook dan The News Publisher Playbook. Semua ebook kami dipromosikan dalam aplikasi Playbook for Developers, agar Anda bisa tetap mendapatkan semua berita dan praktik terbaik dan terbaru agar sukses di Google Play.

Menurut Anda seberapa bermanfaatkah entri blog ini?