[go: up one dir, main page]


Anda mungkin menggunakan Google Calendar API, atau email markup, untuk memasukkan acara ke dalam kalender pengguna. Untungnya, kedua alat ini memungkinkan aplikasi Anda melakukannya dengan mulus secara otomatis, sehingga bisa menghemat waktu pengguna. Akan tetapi, apa yang terjadi jika rencananya berubah? Anda juga membutuhkan aplikasi yang bisa mengubah acara.

Meskipun email markup mendukung update ini, kemampuannya terbatas, maka dalam video hari ini, kami akan menunjukkan cara mengubah acara dengan Calendar API. Kami juga akan menunjukkan cara membuat acara yang berulang. Mari kita lihat:

Bayangkan seorang pelanggan potensial yang tertarik dengan produk Anda, lalu Anda mengatur satu atau dua pertemuan dengan mereka. Ketika semakin tertarik, mereka akan meminta jadwal secara rutin karena produk Anda masuk ke daftar pilihannya—CRM Anda harus dapat melakukan penyesuaian ini di kalender dengan mudah. Demikian pula, acara "makan malam bersama teman" bisa dilakukan dari "lihat nanti" hingga pengalaman bersantap malam tiap dua bulan dengan teman dekat Anda. Kedua acara ini bisa diupdate dengan muatan permintaan JSON seperti yang Anda lihat di bawah ini untuk mengatur tanggal dan membuatnya berulang:
var TIMEZONE = "America/Los_Angeles";
var EVENT = {
    "start": {"dateTime": "2017-07-01T19:00:00", "timeZone": TIMEZONE},
    "end":   {"dateTime": "2017-07-01T22:00:00", "timeZone": TIMEZONE},
    "recurrence": ["RRULE:FREQ=MONTHLY;INTERVAL=2;UNTIL=20171231"]
};

Acara ini kemudian bisa diupdate dengan sebuah panggilan ke metode events().patch() Calendar API, yang akan terlihat seperti berikut pada Python dengan permintaan data di atas, GCAL sebagai titik akhir layanan API, dan EVENT_ID yang valid untuk update:
GCAL.events().patch(calendarId='primary', eventId=EVENT_ID,
    sendNotifications=True, body=EVENT).execute()

Jika Anda melewatkannya, lihat video ini yang menunjukkan cara memasukkan acara ke Google Kalender serta dokumentasi API resmi. Selain itu, jika Anda memiliki aplikasi Google Apps Script, Anda bisa mengakses Google Kalender lewat program dengan layanan Kalender.

Kami harap Anda bisa menggunakan informasi ini untuk meningkatkan aplikasi guna memberi pengguna pengalaman yang semakin baik dan tepat waktu.

Diposting oleh Xiaowen Xin dan Renu Chaudhary, Android Security Team

Pemrosesan konten eksternal dan konten tidak tepercaya sering kali merupakan salah satu fungsi terpenting dari aplikasi. Sebuah pembaca berita menampilkan artikel berita utama dan sebuah aplikasi belanja menampilkan katalog barang yang dijual. Ini mengandung risiko karena pemrosesan konten tidak tepercaya juga merupakan salah satu cara yang biasa digunakan penyerang untuk menyusup aplikasi Anda, yaitu dengan mengirimkan konten yang telah dimodifikasi.

Banyak aplikasi menangani konten tidak terpercaya menggunakan WebView, dan kami telah melakukan banyak penyempurnaan di Android selama bertahun-tahun untuk melindungi konten dan aplikasi Anda dari penyusupan. Bersama dengan Android Lollipop, kami mulai memberikan WebView sebagai APK terpisah, diupdate setiap enam minggu dari Play Store, sehingga kami bisa memberikan perbaikan penting bagi pengguna secara cepat. Dengan WebView terbaru, kami menambahkan lebih banyak peningkatan keamanan yang penting.

Mengisolasi proses perenderan di Android O


Dimulai dengan Android O, WebView akan membuat perenderan berjalan dalam proses terisolasi yang terpisah dari aplikasi host, memanfaatkan isolasi antar proses yang disediakan oleh Android yang telah tersedia untuk aplikasi lain.

Sama seperti Chrome, WebView sekarang menyediakan dua tingkat isolasi:
  1. Mesin perenderan telah dipecah menjadi proses terpisah. Ini mengisolasi aplikasi host dari bug atau error dalam proses perenderan dan mempersulit situs jahat yang bisa mengeksploitasi perender untuk kemudian mengeksploitasi aplikasi host.
  2. Agar lebih aman lagi, proses perenderan dijalankan di dalam sandbox proses yang terisolasi dan membatasinya ke sumber daya tertentu. Misalnya, mesin perenderan tidak bisa menulis ke disk atau berkomunikasi dengan jaringan tanpa perintah.
    Mesin ini juga terikat pada filter seccomp yang sama (entri blog mengenai seccomp akan segera hadir) seperti yang digunakan oleh Chrome di Android. Filter seccomp mengurangi jumlah panggilan sistem yang bisa diakses proses perenderan dan membatasi argumen yang diizinkan untuk panggilan sistem.

Menggabungkan Safe Browsing


Versi WebView terbaru menggabungkan perlindungan Safe Browsing Google untuk mendeteksi dan memperingatkan pengguna tentang situs yang berpotensi berbahaya.. Bila dikonfigurasi dengan benar, WebView memeriksa URL terhadap malware Safe Browsing serta database phishing dan menampilkan pesan peringatan sebelum pengguna melakukan kunjungan ke situs yang berbahaya. Pada Chrome, informasi yang bermanfaat ini ditampilkan lebih dari 250 juta kali dalam sebulan, dan sekarang tersedia di WebView pada Android.

Mengaktifkan Safe Browsing


Untuk mengaktifkan Safe Browsing untuk semua WebView di aplikasi Anda, tambahkan tag manifest:
<manifest>
     <meta-data android:name="android.webkit.WebView.EnableSafeBrowsing"
                android:value="true" />
      . . .
     <application> . . . </application>
</manifest>

Karena WebView didistribusikan sebagai APK terpisah, Safe Browsing untuk WebView tersedia saat ini bagi perangkat yang menjalankan Android 5.0 dan yang lebih baru. Hanya dengan satu baris tambahan dalam manifes, Anda bisa mengupdate aplikasi dan meningkatkan keamanan bagi sebagian besar pengguna secara langsung.

Ditulis oleh Joshua Liebowitz, Software Engineer



Kita semua pernah berada dalam situasi seperti ini sebelumnya: Anda bekerja sekuat tenaga membangun sebuah aplikasi yang hebat, Anda menghabiskan banyak waktu melakukan pengujian beta dan memperbaiki bug, bahkan Anda menyusun rencana marketing pada waktu peluncuran aplikasi Anda. Berbulan-bulan penantian akhirnya tiba ketika Anda mengirimkan aplikasi ke app store… tetapi bukannya merayakan rilis baru, Anda menyadari bahwa aplikasi tidak memenuhi kriteria yang benar untuk pencantuman sehingga ditolak 😱.

Tidak ada yang lebih menjatuhkan moral dibandingkan tersandung di garis finish.

Panduan app store mungkin saja rumit dan sulit diingat karena terus berubah, namun developer tetap harus mematuhinya agar aplikasi mereka disetujui. Terkadang, panduan ini terlewatkan atau hilang karena teracak dalam pekerjaan pre-launch penting yang lain. Untuk membantu Anda menghindari penundaan dan penolakan yang tidak perlu, kami sangat antusias memperkenalkan fastlane precheck untuk aplikasi iOS! Anda bisa mengandalkan kami untuk mengingat peraturan sehingga Anda dapat mengirimkan aplikasi dengan percaya diri.

Review aplikasi Anda dalam hitungan detik untuk menghindari penundaan berhari-hari


Sering kali, aplikasi ditolak oleh app store karena masalah sederhana dan dapat diselesaikan dengan metadatanya (seperti judul, keterangan, daftar perubahan, kata kunci, dll.). Setelah ditolak, Anda harus mengirimkan ulang aplikasi dan bisa memakan waktu berhari-hari sebelum aplikasi Anda ditinjau kembali. Ini sangat tidak efisien dan bisa mengacaukan jadwal Anda.

Daripada mendapat penolakan atau bersusah payah mengaudit metadata sendiri, Anda sekarang bisa menggunakan fastlane precheck untuk menghemat waktu dan menghindari semua keruwetan itu. fastlane akan meninjau aplikasi Anda terhadap alasan penolakan yang paling umum 👍.

Misalnya, kami akan memeriksa metadata Anda untuk memastikannya mematuhi peraturan app store iOS seperti:
  1. Tidak ada platform lain yang disebutkan dalam keterangan
  2. Tidak ada kata-kata umpatan dalam teks Anda
  3. Tidak ada teks placeholder yang tertinggal
  4. Tidak ada URL yang rusak

Jika kami mendeteksi suatu masalah, kami akan menandainya sehingga Anda bisa memperbaikinya sebelum mengirimkan aplikasi ke app store. Dan karena fastlane bisa mendownload metadata aplikasi Anda secara otomatis, seluruh proses ini hanya membutuhkan waktu beberapa detik!

Hal yang lebih menarik lagi


fastlane precheck adalah alat baru yang pertama kami tambahkan ke perangkat otomatisasi aplikasi sejak bergabung dengan Google - dan kami merencanakan lebih banyak lagi update yang menarik! Kini setelah kami menetap di rumah baru, kami tidak sabar untuk semakin memajukan fastlane dengan komunitas developer iOS dan Android yang penuh semangat.

Sementara itu, instal fastlane atau update versi fastlane Anda (jalankan saja `fastlane update_fastlane`) untuk mencoba precheck dan kirimkan aplikasi Anda dengan percaya diri dan ketenangan pikiran 🚀.

Postingan ini awalnya muncul di blog Fabric. fastlane adalah perangkat otomatisasi dan penerapan aplikasi yang bergabung dengan Firebase pada bulan Januari sebagai bagian dari akuisisi Fabric.

Diposting oleh Maximilian Ruppaner, Software Engineer di Google Play

Pada tanggal 30 Juni 2017, Google mengakhiri dukungan untuk aplikasi Android Market di Android 2.1 Eclair dan perangkat yang lebih lawas. Saat perubahan ini terjadi, pengguna di perangkat ini tidak dapat lagi mengakses, atau menginstal aplikasi lain dari Android Market. Perubahan akan terjadi tanpa notifikasi pada perangkat, karena keterbatasan teknis di aplikasi Android Market yang asli.

Sudah 7 tahun sejak Android 2.1 Eclair diluncurkan. Sebagian besar developer aplikasi tidak lagi mendukung versi Android ini di aplikasi mereka dan hanya sedikit pengguna yang melakukan penginstalan pada perangkat ini.

Kami akan tetap mendukung versi Android Market yang lebih baru selama memungkinkan. Google Play, pengganti untuk Android Market, tersedia di Android 2.2 dan yang lebih baru.



Pada hari ini, KIBAR mengumumkan dibukanya Google Lounge di markas baru mereka yang berlokasi di Jakarta Pusat. Terletak di lantai 2 di gedung baru Menara KIBAR, Google Lounge akan difokuskan sebagai wadah untuk menciptakan komunitas dan memperkuat eksosistem startup di Indonesia.

“Kami sangat senang bisa memperluas Jaringan Partner Google for Entrepreneurs di Indonesia, dengan menjalin kemitraan bersama KIBAR di Jakarta. KIBAR merupakan pemain utama dalam ekosistem startup di Indonesia, yang sangat berdedikasi untuk mengembangkan generasi penerus entrepreneur di Indonesia.” ucap Michael Kim, Partnership Manager Google for Entrepreneurs.

Menara KIBAR akan bergabung dengan 50 organisasi yang telah lebih dulu berkarya dalam kancah global di lebih dari 135 negara, termasuk di 6 Campus (tempat yang dimiliki dan dioperasikan oleh Google, yang disediakan untuk para entrepreneur). Menara KIBAR juga akan mendapatkan akses ke program Google for Entrepreneurs Passport, sehingga para anggota Google Lounge bisa mengakses lebih dari 20 tempat yang disediakan untuk partner Google yang tersebar di seluruh dunia, mulai dari Seoul sampai San Francisco.

“Kami sangat bangga dengan langkah awal ini, karena bisa memberi kesempatan kepada startup lokal untuk berkembang bersama startup lainnya dari seluruh dunia.” ucap Tony Keusgen, Managing Director Google Indonesia. “Tim dari KIBAR punya hubungan yang sangat dekat dengan para pemain utama di industri ini, serta mengerti cara membangun dan mengembangkan komunitas.”

“Kemitraan ini akan semakin memperkuat komitmen Google terhadap Indonesia, dan untuk membantu Indonesia supaya bisa menjadi negara dengan perkonomian digital terbesar di Asia Tenggara.” ucap Keusgen menambahkan. “Kemitraan ini juga melengkapi upaya kami yang lebih luas untuk berinvestasi di startup dan ekosistem developer. Kami berkomitmen untuk melatih sampai 100.000 developer seluler melalui 3 komponen: kurikulum universitas offline untuk para mahasiswa jurusan ilmu komputer, menerjemahkan berbagai kursus online ke dalam bahasa Indonesia, dan kombinasi workshop coding online/offline yang dipandu oleh trainer, yang diberi nama Indonesia Android Kejar.

KIBAR dan Google for Entrepreneurs akan menciptakan serangkaian program yang dapat diikuti oleh para anggotanya. Contoh program yang sudah pernah dilakukan adalah Campus Exchange Fintech yang diselenggarakan di Campus Sao Paulo, akses ke Google Demo Day, pelajaran programming khusus untuk entrepreneur wanita, dan masih banyak lagi.

“Ini adalah momen bersejarah dalam perjalanan KIBAR untuk mencapai misi kami dalam mengibarkan talenta Indonesia ke kancah dunia,” ucap Yansen Kamto, Chief Executive KIBAR. “Kami merasa sangat bersemangat dengan kemitraan bersama Google for Entrepreneurs ini. Dan kami yakin, kemitraan ini bisa menghasilkan generasi baru inovator, kreator, dan entrepreneur selanjutnya di Indonesia.”



Tentang KIBAR
KIBAR adalah tech startup ecosystem builder di Indonesia, yang menjalankan berbagai program pembangunan kapasitas seperti Innovative Academy (inkubator startup tingkat universitas, yang bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada), Start Surabaya (inkubator startup tingkat kota pertama di Indonesia, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya), dan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital (yang didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika)

Tentang Google for Entrepreneurs
Google for Entrepreneurs memberikan dukungan finansial dan sumber daya terbaik Google kepada puluhan coworking space dan program komunitas di 135 negara. Google for Entrepreneurs juga membuat Campus - yaitu tempat yang bisa digunakan oleh para entrepreneur untuk belajar, terhubung, dan membangun perusahaan yang dapat mengubah dunia. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Google for Entrepreneurs, kunjungi google.com/entrepreneurs atau ikuti di Google+, Facebook, dan Twitter.


PWA_AMP1Jika Anda sudah memberikan tenaga dan pikiran Anda untuk AMP dan siap untuk meningkatkan situs versi mobile ke Progressive Web App generasi berikutnya, saya punya kabar baik untuk Anda: AMP dan Progressive Web App dapat digabungkan dan digunakan bersama untuk menciptakan pengalaman pengguna yang fantastis. Kami juga menyediakan seperangkat dokumen baru di AMPproject.org untuk membantu Anda mencapai tujuan tersebut.

AMP disiapkan sebagai titik masuk ke situs Anda karena pemuatan pra-render-nya yang nyaris tanpa jeda, dan komponen <amp-install-serviceworker> yang memungkinkan Anda menyiapkan dan mem-pramuat Progressive Web App saat pengguna membaca laman AMP. Pengguna yang mengeklik tautan ke laman asal akan langsung ditingkatkan versinya ke Progressive Web App berfitur lengkap. Artinya Anda bisa cepat memulai AMP dan tetap cepat dalam pengalaman Progressive Web App.

Selain itu, Anda sekarang bisa menggunakan kembali seluruh pustaka materi yang sudah Anda miliki dalam bentuk laman AMP lalu menggunakannya sebagai inti dalam Progressive Web App, tanpa kerumitan dan mengeluarkan sumber daya teknis.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara menggabungkan AMP dan Progressive Web App, lihat salah satu informasi berikut:
  1. Seperangkat dokumen baru kami yang membahas AMP dan Progressive Web Apps, mendalami cara mengaktifkan fitur Progressive Web App untuk laman AMP, cara mem-pramuat Progressive Web App dari Laman AMP serta menyematkan & menggunakan AMP sebagai sumber data
  2. Rilis awal dalam majalah Smashing Mag
  3. Presentasi oleh Alex Russell dari Konferensi AMP 2017

Hubungi kami melalui channel support developer jika Anda mempunyai pertanyaan atau masukan. Kami ingin segera melihat kreasi Anda!

Ditulis oleh Paul Bakaus, Developer Advocate, AMP Project

 Ditulis oleh Erik Pasternak dan Kids Coding Team
Selama lima tahun terakhir, developer telah menciptakan ratusan proyek dengan Blockly, koleksi open source kami untuk menciptakan pengalaman coding berbasis-blok. Jenisnya bermacam-macam dari platform pendidikan seperti Code.org hingga perangkat elektronik seperti littleBits bahkan alat pembuat aplikasi Android seperti MIT App Inventor. Tahun lalu, kami juga mengumumkan kolaborasi kami dengan Scratch Team untuk men-develop Scratch Blocks—cabang dari Blockly yang dioptimalkan untuk membuat aplikasi coding bagi anak-anak.

Hari ini, kami menyelesaikan rilis Blockly 1.0 di Android dan iOS. Versi ini memiliki semua yang diperlukan untuk menggunakan Blockly secara native di aplikasi seluler Anda, termasuk:
  • UI standar Blockly
  • Blok khusus, kategori kotak peralatan, dan tata letak
  • Fungsi, variabel, mutator, dan extensions
  • Code generation dalam JavaScript, Python, Dart, PHP, dan Lua
  • Dukungan internasionalisasi (termasuk bahasa RTL)

Meskipun pembaruan 1.0 hari ini difokuskan pada native mobile, kami juga telah melakukan beberapa pembaruan untuk proyek web selama enam bulan terakhir. Kami telah melakukan perbaikan besar terhadap kinerja dan pengujian, menambahkan API yang lebih terstruktur, dan meningkatkan dukungan sentuh untuk web seluler. Selain itu, kami menyempurnakan dukungan Internet Explorer dan Edge; Blockly didukung penuh pada IE10+.

Kami juga telah melakukan banyak pekerjaan untuk memudahkan development lintas platform! Semua blok sekarang bisa didefinisikan oleh JSON, yang memungkinkan satu kumpulan definisi blok digunakan untuk web, iOS, dan Android. Lihat dokumentasi untuk detail selengkapnya tentang ketiga platform tersebut.

Mulai segera dengan iOS Codelab kami (Android segera hadir)! Untuk mempelajari lebih lanjut tentang Blockly, silakan lihat video pengantar di atas, kunjungi situs developer kami, bergabung dengan milis kami, atau langsung masuk ke dalam kode untuk web, Android, atau iOS.

Ditulis oleh Jumana Al Hashal, Product Manager Firebase

Firebase Dynamic Links memberi Anda sebuah tautan yang bisa mengirim pengguna ke aplikasi iOS atau Android, jika mereka menginstallnya, atau ke listing yang sesuai di App Store atau Google Play, jika mereka tidak menginstallnya. Tidak hanya itu, Dynamic Links akan membuat deep link pengguna dengan konten yang mereka cari, bahkan jika dalam prosesnya mereka harus menginstal aplikasi.

Kami telah bekerja keras selama setahun terakhir untuk menjadikan pengalaman ini lebih mulus dan lebih hebat bagi developer dan pengguna, dan kami sangat senang bisa memberikan rangkaian penyempurnaan terbaru bagi developer di iOS dan Android SDK.

Membangun Dynamic Links, Secara Dinamis


Membuat Dynamic Links melalui Firebase Console sangat bagus untuk kampanye promosi, namun kami mendengar dari developer bahwa mereka perlu membuat kampanye sharing pengguna-ke-pengguna secara terprogram dari dalam aplikasi.

Untuk membantu Anda melakukannya, kami telah menambahkan dukungan untuk menghasilkan dynamic links panjang dan pendek ke iOS dan Android Firebase SDK, yang menjadikannya lebih cepat dan mudah untuk mendukung jenis penggunaan ini:

iOS:

guard let deepLink = URL(string: "https://mydomain.com/page?param=value") else { return }

let components = DynamicLinkComponents(link: deepLink, domain: domain)

let iOSParams = DynamicLinkIOSParameters(bundleID: bundleID)
iOSParams.minimumAppVersion = minVersion
components.iOSParameters = iOSParams

// Build the dynamic link
let link = components.url

// Or create a shortened dynamic link 
components.shorten { (shortURL, warnings, error) in
      if let error = error {
        print(error.localizedDescription)
        return
      }
      
    // TODO: Handle shortURL.
    }

Android:

String deepLink = "https://mydomain.com/page?param=value";

DynamicLink.Builder builder = FirebaseDynamicLinks.getInstance()
        .createDynamicLink()
        .setDynamicLinkDomain(domain)
        .setAndroidParameters(new DynamicLink.AndroidParameters.Builder()
                .setMinimumVersion(minVersion)
                .build())
        .setLink(deepLink);

// Build the dynamic link
DynamicLink link = builder.buildDynamicLink();

// Or create a shortened dynamic link 
builder.buildShortDynamicLink()
        .addOnSuccessListener(new OnSuccessListener() {
            @Override
            public void onSuccess(ShortDynamicLink shortDynamicLink) {
                // 
            }
        });

Android API Baru


Kami juga telah membangun kembali Android API dari awal sehingga bisa lebih mudah menangani Dynamic Links yang masuk ke aplikasi Anda, dengan kelas FirebaseDynamicLinks yang baru. Anda bisa menambahkan koleksi baru dengan menambahkan kode berikut ke build.gradle Anda:
compile "com.google.firebase:firebase-dynamic-links:11.0.0"
Kemudian memproses Dynamic Link yang masuk bisa dilakukan dengan mudah dalam aktivitas yang diluncurkan:
FirebaseDynamicLinks.getInstance().getDynamicLink(getIntent())
  .addOnSuccessListener(
    new OnSuccessListener() {
      @Override
      public void onSuccess(PendingDynamicLinkData data) {
      if (data == null || data.getLink() == null) {
        // No FDL pending for this app, don't do anything.
        return;
      }

      Intent launchIntent = data.getUpdateAppIntent(MainActivity.this);
      if (launchIntent != null) {
        startActivity(launchIntent); // launch upgrade flow.
      }

     Uri deepLink = dynamicLink.getLink();
     String myAppItemId = deepLink.getQueryParameter("myAppItemId");
     // TODO(developer): Display content for myAppItemId here! 
    }
});

Seperti biasa, jika Anda memiliki pertanyaan atau masukan tentang API yang baru, silakan menghubungi kami melalui salah satu saluran pada laman dukungan.

Saat Firebase dirilis pertama kali, terdapat beberapa skema autentikasi:

Anda bisa membangun aplikasi dengan autentikasi email & password (iOS, Android, Web), yang mengharuskan pengguna memberikan detail dasar kepada Anda -- dan Firebase akan mengelola proses masuk menggunakan detail itu sebagai identitas mereka. Anda juga bisa membangun menggunakan identitas gabungan, sebagai ganti mendaftar untuk aplikasi Anda, pengguna bisa masuk cukup dengan menggunakan kredensial yang disediakan oleh pihak ketiga seperti Google, Facebook, Twitter atau GitHub, atau autentikasi anonim yang memungkinkan Anda menerapkan aturan keamanan pada orang-orang yang belum mendaftar.

Salah satu tipe autentikasi yang diminta oleh banyak developer adalah kemampuan untuk masuk dengan menggunakan nomor telepon. Mempertimbangkan hal tersebut, dengan gembira kami umumkan bahwa Firebase Auth kini mendukung autentikasi nomor telepon. Jika Anda saat ini menggunakan Digits SDK untuk autentikasi nomor telepon, lihatlah pengumumannya di sini guna mengetahui detail migrasi ke Firebase Auth.

Begini cara kerja Firebase Phone Auth.

Layar Masuk


Inilah contoh aplikasi yang mendukung autentikasi telepon serta identitas gabungan lewat Google dan Facebook, serta autentikasi email/password dasar.

Autentikasi ini dibangun menggunakan FirebaseUI, sehingga banyak alur yang Anda lihat dalam artikel ini akan secara otomatis diimplementasikan bila Anda mengintegrasikannya.

Seperti yang bisa Anda lihat di bagian bawah layar, ada opsi 'Sign in with Phone'.

Mari kita perhatikan apa yang terjadi bila pengguna mengetuknya.

Alur Masuk


Bila pengguna mengetuk tombol Sign In with Phone terlebih dahulu, mereka akan memasukkan nomor telepon perangkat tersebut. Bila mereka menekan ‘Verify’, nomor tersebut akan dikirim ke Firebase, yang akan menghasilkan kode 6-digit yang dikirim lewat SMS ke perangkat mereka.

Jika pengguna memasukkan kode yang benar, Firebase akan memvalidasi dan menambahkannya sebagai pengguna yang dikenali. Mereka akan tetap dalam status masuk di sesi-sesi selanjutnya.

Anda akan melihat mereka sebagai pengguna yang diverifikasi di Konsol Firebase:

Anda bisa mengetahui selengkapnya tentang Firebase Authentication di situs Developer Firebase.

UI Firebase adalah Open Source library yang memungkinkan Anda dengan cepat memulai dan menjalankan praktik terbaik untuk proses sign-in dan alur sign-up. Phone Auth dengan UI Firebase saat ini tersedia di iOS dan Web, dan segera hadir di Android.

Kami akan terus mengembangkan serta membangun Firebase dan Firebase Authentication, dan kami ingin mendengarkan masukan Anda, jadi silakan hubungi kami di firebase.google.com/support.