[go: up one dir, main page]

Thursday, October 29, 2009

Friday, October 9, 2009

Wednesday, October 7, 2009

Inikah Balasannya......

Gempa: Bantuan Malaysia Ditolak Warga Sumatra Barat

JAKARTA - Berbagai bantuan telah mengalir dan mulai menumpuk di Bandara Minangkabau, Padang, Sumatera Barat sejak Kamis lalu, hal ini cukup mengganggu kepadatan traffic di Bandara Minangkabau, Padang, Sumatera Barat, yang sudah cukup tinggi dan mengakibatkan sejumlah penerbanganmengalami delay. Bahkan pesawat yang ditumpangi Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dan Menko Kesra Aburizal Bakrie sempat tertahan di udaraPadang selama beberapa jam.

Namun ada yang menarik dari tumpukan bantuan tersebut, yaitu dipisahkannya bantuan dari Pemerintah Malaysia dengan bantuan dari negara-negara lainnya, hal ini di sebabkan karena adanya penolakan bantuan dari Pemerintah Malaysia dikarenakan alasan sumber dana Judi.

"Kami sangat berterimakasih atas kepedulian Pemerintah Malaysia, namun karena dibeberapa tempat terjadi penolakan dikarenakan alasan judi, kami memilih untuk memisahkan bantuan Pemerintah malaysia dengan bantuan negara lain, akan tetapi banyak jugabantuan dari perkumpulan warga minang di Malaysia yang mengirim bantuan dan tidak ditolak" ujar Kepala Distribusi Bantuan Bandara Minangkabau, Departemen Perhubungan Budi S Ervan.

Seperti diketahui Pemerintah Malaysia memiliki fasilitas perjudian terbaik dan terlengkap di AsiaTenggara dengan omset pendapatan 4 Milliar Dollar/tahun bernama GentingHighland, dan hal tersebut dinilai warga Sumatra Barat sangat bertolak belakang dengan budaya Muslim negeri Jiran tersebut. Bantuan PemerintahMalaysia berupa Mie Instan, Selimut, Tenda dan obat-obatan terlihat dibiarkan menumpuk di sisi kiri bandara Minagkabau dan sangat menggangu lalu-lintas bantuan korban gempa.

"Bantuan dari Negara Jepang yang tiba lebih dulu berupa 2500 Genset, 500 Tenda, 25 Instalasi penyaringan air, 400 Toilet portable dan 10 Kontainer Rumah Sakit Mini sudah kami sebarkan di 6 Kabupaten, sedang dari Pemerintah Amerika, Brasil,Jerman, Filipina, Brunai, Australia, Thailand, Vietnam dan Russia berupa Beras, obat-obatan, tenda, selimut, bahan makanan, instalasi air yang total keseluruhan berjumlah sekitar 28.000 ton akan tiba mulaihari ini, kami berusaha berkoordinasi dengan Barkorlak dan Palang MerahInternasional untuk penyediaan tempat penyimpanan dan penyalurannya" ujar Budi S Ervan.

Harian Kota, Jumat (2/10/2009).


SUmber : Harian Kota

Saturday, October 3, 2009

Going To School By Cables



Di Sarawak khususnya, rakyat akan mintak jambatan setiap kali wakil rakyat datang. Kerana di sana banyak sungai. Di Semenanjung juga rakyat mintak baiki jambatan usang yang nak roboh. manek Urai dah dapat jambatan baru kot. Mari kita lihat pulak apa yang dimintak oleh kanak-kanak sekolah untuk menyeberangi sungai dan belantara di Colombia....

Thursday, October 1, 2009

KITA ORANG BERIMAN


Nasib baik saya ada dua hati. hati yang jahat dan hati yang baik. Hati yang jahat berkata, ``padan muka... itu la... tak habis-habis kutuk jiran, sekarang sapa yang susah... pi mampuslah...''

Tetapi hati yang baik berkata, `` kita macam bukan depa... kita orang beriman dan bersusila... sesiapa yang dalam kesusahan, kita tak sampai hati tak bantu, mesti nak tolong jugak walaupun depa hina kita macam-macam...''

Itulah antara pendapat rakyat Malaysia bila bercakap tentang Indonesia... Kita tak sampai hati tengok jiran kita susah... meskipun sebelum gempa di Padang, mereka timbulkan isu batik... Kononnya mereka saja yang tahu buat batik, kerana batik berasal dari negara mereka... Perangai macam budak kecik...

Kita tak kisahpun batik tu sapa punya... lagipun, kita dah lama sedar corak batik Malaysia dengan batik Indonesia tidak sama... Batik Trengganu dan Kelantan tak sama dengan corak garuda Indonesia.


Dan sebelum isu batik, mereka mainkan macam- macam isu; bermula dengan isu pulau ambalat, isu manohara, pembantu rumah, lagu negaraku, isu tarian Bali dan pelbagai lagi. Isu-isu itu ditimbulkan satu persatu dengan harapan orang Malaysia akan besar kemaluan. Kerana mencuri dan mengambil hak mereka untuk dijadikan hak sendiri.

Tapi orang Malaysia tak kisah. Sebab orang beriman dah lama tahu isu-isu berkenaan sengaja mereka timbulkan untuk sakitkan hati jiran yang baik... Malah mereka pernah kata kita Maling Asia... Maling dalam bahasa Jawa dan Banjar bermakna pencuri...

Kita tak kisah jugak. Bukan kerana takut, tapi kita adalah orang-orang beriman... Orang beriman tak suka layan sikap jiran yang curang... Cuma kita harus berhati-hati. Dikhuatiri selepas aman dari bencana nanti Indonesia kembali mainkan isu sakitkan hati kita. Kerana banyak lagi yang boleh dijadikan isu. Kain pelikat cap Gadjah ke, tempe ke, wayang kulit ke, kuda kepang ke... Tunggu sajalah....