[go: up one dir, main page]

Cinta Quotes

Quotes tagged as "cinta" Showing 241-270 of 923
“Detik-detik menuju pulang:
Yang patah pada ranting
bukanlah kayu,
melainkan hatiku.”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

“Bila pada suatu minggu
engkau diracuni beribu rindu yang halu,
maka pastikan engkau punya
cukup penangkalnya;
temu.”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

Andrea Hirata
“Cinta adalah kata yang asing. Cinta adalah racun manis penuh tipu muslihat. Cinta adalah burung merpati dalam topi pesulap. Cinta adalah tempat yang jauh, sangat jauh, dan urusan konyol orang dewasa.”
Andrea Hirata, Ayah
tags: cinta

“Hujani cintaku hari ini

Hujan menawarkan gerimis dan kamu menawarkan senyum manis
Hujan menghadirkan rindu
Dan kamu menawarkan pilu
Bila waktu tak bisa hentikan rinduku
Pada derai hujan ku sampaikan tanpa ragu
Ku sapa lembut kasihmu
Ku rangkul erat cintamu
Tapi sayang itu hanya angan candu
Pergilah biarkan aku bebas menapak bumi kering yang basah pada hujan ini
Pergilah lanjutkan cintamu hari lalu dan hari ini
Aku akan menemukannya untuk hari ini dan selamanya
Cintaku hari ini
Rapuh
Terpapar bebas terhempas luas dibumi keras
Hujani cinraku hari ini”
Mumayi zatus sholehah

“Dan janganlah engkau ragu dengan cita rasa makanan ibu, entah itu kelihatan enak atau tidak, tetap saja itu membuatmu jilat siku, lantaran dalam setiap masakannya ia sudi menumpahkan segenap bumbu rahasia, yakni cinta.”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

“Batu sendu
— di tengah sungai
yang mengalir itu —
tahu isi hatimu,
maka diam
ia tersipu.”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

“Dengan menyebut nama engkau
yang kucinta, aku bersaksi!

Bahwa minggu yang menggema
di kepalaku ini,
sepenuhnya menjadi milikmu
dan sunyi.”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

“Kuhunjamkan pedangku ke bilah dadaMu
Kautikam jantungku dengan belati

Lihat siapa di antara kita yang abadi!”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

“Angin bertiup di kerut sendunya wajahmu
Terlukis indah dunia yg melekat di bibirmu
Engkau tersenyum seakan berharap namun tak mau
Engkau berbalik seakan melangkah namun tak melaju

Ku sapa bayang terpapar lurus pundak ditata
Ku coba selaras ikuti arah melayang disana
Mengapa engkau seakan tak tergoncang alunan tersapa
Mengapa terlihat biasa tak terhirau merana di kata

Kecewa diri tersadar berdiri menyendiri
Terlena diawan petir gejolak me-ngingini
Sudah, sudah angan begitu ter-begini
Akhirnya tau tau kau hanyalah Mimpi

Ia, engkau mimpi
Mimpiku sendiri.




#Manhalawa, Maret 2020”
Manhalawa

“Ya, yasudahlah...
Bagaimana mungkin kita berharap dan kehilangan sesuatu hal yang belum pernah kita miliki..?
Walaupun itu hanya seumpama,
Dan seandainya..”
Manhalawa

Ilham Aidil
“Cinta itu berkesan ketika tidak dimiliki. Namun, hati tetaplah hati, yang terluka bagaimana pun sembuhnya tetap akan membekas.”
Ilham Aidil, Surat Hujan

Ibe S. Palogai
“Setiap orang memiliki perang yang tak pernah mereka menangkan. Obsesi pada kesendirian terjungkal seimbang. Hari-hari muda penuh label merekayasa struktur waktu. Masa depan menghapus rahasia dan yang autentik dari diri tak pernah ada.”
Ibe S. Palogai, Struktur Cinta Yang Pudar

Ibe S. Palogai
“Di Munduk kasihku, dingin bermain api. Memeluk yang hampir membakar liar hutan yang tumbuh di tubuhku.

Kasihku, di sini, subuh sepanjang waktu. Menawanku seperti maaf yang tak pernah tiba pada inang amarahmu.

Angin timur dari lembah ini adalah separuh ingatanmu yang berusaha keras berkuasa melupakanku.”
Ibe S. Palogai, Struktur Cinta Yang Pudar

Sally  Thorne
“Mungkin satu-satunya cara untuk menyatukan orang-orang adalah melalui pertempuran dan kesakitan. Konfrontasi dan persaingan. Mungkin intinya adalah selamat dari sesuatu.”
Sally Thorne, The Hating Game

“Kautahu kekasih, bahwa minggu sejatinya bukanlah hari; kata; tenggat; ataupun tanya
ia adalah tunggu,
penantian dalam libur sepanjang waktu.

Sedangkan senin hanyalah ilusi!”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

“Tatkala minggumu yang sibuk
dan mingguku yang kelabu
bertemu pada minggu yang satu,
maka timbullah minggu-minggu lainnya
yang bersahaja.”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

“Kau tahu kekasih, malam minggu itu adalah ketika jalan-jalan kota dipenuhi oleh para remaja, yang tingkahnya mendesak siapa saja untuk bertanya,
"Sudah punya anak berapa?”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

“Kita pun kini paham
bahwa takada yang abadi
–termasuk kita−
dalam puisi.”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

“Jangan mempermainkanku dengan kata kata yang mempunyai banyak ilusi
Jangan mengecokkanku ribuan majas yang makin tak bertepi
Sejenuh, sejenak, mengapung menggantung,
Apakah kau menganggapku selirih sepandang seperjalanan menanti berlalu?

Jujur, kau seindah, semenarik, terpandang
Memang, kau sejernih, selugu, segala terpancar
Lalu mengapa kau, adapun mau, adapun membaur
Berdatang dan berlalu
Tiba-tiba kau tertarik dengan angin yang terasakan mengepoi-sepoi sore hari segala terlalu

Sungguh, kini kau sesulit ini dipahami?
Ber-entah kata jika ditata berbaris
Ber-jenaka di alun syair
Berujung ku me-nyudahi

Terbegitukah ku lakui...?
...

#medan, April 2020
Judul: MengapaKah”
Manhalawa

“Yang paling layak untuk dicintai adalah cinta itu sendiri,
dan yang paling layak dimusuhi adalah permusuhan itu sendiri.

(Badiuzzaman Said Nursi)”
Habiburrahman El Shirazy

“Faktor-faktor yang melahirkan cinta adalah keimanan, keislaman, dan kemanusiaan serta berbagai mata rantai nurani yang kokoh dan benteng maknawi yang tangguh

(Badiuzzaman Said Nursi dalam Novel Api Tauhid)”
Habiburrahman El Shirazy

“Mari kita permudah, Aku mendekatimu karna mungkin kau berhak kumiliki. Jika tidak, pergilah! Aku tidak mau berumit dengan kisah kasih yang pahit. Aku tidak minta banyak, jika kau memang mau mendekat, Dekatlah! Akan ku bisikan keseriusan. Buanglah Rasamu bahwa aku akan menyakitimu, jika kau tak yakin! Jangan berikan harapan. Dalam Cinta aku juga ingin menang.”
Nurdin Ferdiansyah

Sapta Arif N.W.
“Jika Dewi Shinta lebih dulu bertemu Rahwana, akankah dia tetap mencintai Rama, ketika mereka dipertemukan? Mungkinkah jika ia malah mencintai Rahwana? Bukankah
Shinta sosok yang ditakdirkan untuk setia?”
Sapta Arif N.W., Di Hari Kelahiran Puisi

Sapta Arif N.W.
“Aku mencintaimu tanpa tendensi apapun. Aku ingin mencintaimu tanpa alasan yang memperkuat cintaku padamu. Karena jika alasan itu telah memudar, aku takut cintaku hilang bersama alasanku.”
Sapta Arif N.W., Di Hari Kelahiran Puisi

Sapta Arif N.W.
“Perempuan adalah kota yang sepi, tetapi tidak mati. Ia memiliki banyak persimpangan, mobil tua yang kadang terparkir rapi, tidak jarang pula sembarangan di sudutsudut
jalan. Gedung-gedung yang menjulur tinggi, pemukiman, jalan yang lengang, lampu merah hijau di perempatan, sangat sepi. Namun tidak mati. Dia hanya menunggu, seseorang tinggal di dalamnya. Maka jangan pernah meninggalkan seorang perempuan dalam
kesepian.”
Sapta Arif N.W., Di Hari Kelahiran Puisi

Sapta Arif N.W.
“Bisa jadi, rindu adalah jala-jala yang menangkap kisah untuk dikenangkan.”
Sapta Arif N.W.

Sapta Arif N.W.
“Jika aku adalah subjek, maka kau adalah predikat. Kita adalah kalimat utuh yang begitu sederhana.”
Sapta Arif N.W.

Ilham Aidil
“Cinta tidak mungkin pergi jika belum waktunya, dan juga tidak mungkin datang bila belum ditakdirkan datang.”
Ilham Aidil, Surat Hujan
tags: cinta

Ibe S. Palogai
“Setiap orang mematahkan hatinya sendiri. Meyakini kebahagiaan adalah pencarian yang tersembunyi pada babak akhir. Ia membenci masa lalu tetapi menceritakannya sebagai bagian terbaik yang pernah mereka rayakan. Ia tak tahu, banyak orang mati dan menghabiskan tawa tanpa memahami definisi kebahagiaan.”
Ibe S. Palogai, Struktur Cinta Yang Pudar

Ibe S. Palogai
“Setiap orang tertipu oleh kesetiaan yang diciptakan untuk menipu diri sendiri. Begitu banyak yang tenggelam di permukaan. Sementara inti kehidupan yang tersisa hanya kedangkalan-kedangkalan yang direhabilitasi rahasia.”
Ibe S. Palogai, Struktur Cinta Yang Pudar