[go: up one dir, main page]

Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label keuangan

Dari Tabungan Blog Terbeli Rumah

Apa bisa beli rumah dari penghasilan blog? Bisa. Saya telah membuktikannya. Ya, tahun ini saya boleh sedikit berbangga dengan keberhasilan membeli rumah kedua dari penghasilan blog. Antara percaya dan tidak, akhirnya saya bisa menabung sedikit demi sedikit selama 3 tahun dan berhasil membeli sebuah rumah. Rencananya, rumah kedua tersebut akan saya gunakan untuk memuat koleksi portofolio blog. Ya, semacam museum atau galeri pribadi. Saya akan menamainya Rumah Asacinta. Sebenarnya, penghasilan blog yang saya terima tidak rutin dan tidak sebanyak penghasilan saya sebagai PNS. Alhamdulillah, yang tidak rutin tersebut tetap bisa terkumpul. Apa rahasianya? Semoga tulisan ini menginspirasi pembaca untuk menabung. Menabung itu butuh motivasi. Sekian tahun saya memiliki penghasilan sendiri, saya pernah berada pada perasaan bahwa jerih payah sia-sia karena tidak memiliki tabungan yang berarti. Banyak faktor yang menjadi penyebab kegagalan dalam menabung. Saya berusaha men...

Garda Oto Digital, Asuransi Mobil Makin Gampang

Tahun berganti, sementara saya masih belum bisa menyetir mobil. Sejak remaja impian saya bisa menyetir mobil. Nyatanya, setelah hampir 10 tahun berkesempatan mengendarai mobil keluarga,  saya tidak berhasil mengumpulkan nyali untuk belajar menyetir.  Seiring bertambah usia, ketakutan-ketakutan akan lalu lintas semakin bertambah. Apalagi memang pada kenyataannya, kondisi jalan raya semakin padat. Perilaku pengguna jalan masih banyak yang sembarangan dan egois.  Sehari-hari dihadapkan pada kejutan-kejutan di jalan raya yang membuat sport jantung. Beberapa kali mobil kami tergesek oleh setir motor, pernah juga terseruduk dari belakang oleh mobil lain, padahal jalan tengah macet dan melambat. Alhamdulillah nyawa masih dilindungi. Maka jangan salahkan saya kalau nyali menyetir semakin menipis. Sudah pasti, asuransi mobil sangat diperlukan. Kalau tidak, dompet kita bakal terkuras untuk biaya servis mobil yang tidak murah. 

Memahami Fiskal

Dalam logika keuangan sederhana, pendapatan yang saya peroleh berasal dari berbagai sumber. Pendapatan itu digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari, kebutuhan bulanan dan kebutuhan jangka panjang. Pertanyaannya adalah, apakah pendapatan saya cukup untuk membayar semua kebutuhan itu? Kemungkinan-kemungkinannya seperti ini : Pendapatan lebih besar daripada pengeluaran, ini ideal sehingga saya bisa menabung.  Pendapatan sama dengan pengeluaran, artinya uang hanya numpang lewat.  Pendapatan kurang dari pengeluaran, sehingga solusinya adalah berhemat, dan jika diperlukan saya harus berhutang untuk modal usaha.  Analog di atas bisa membantu kita memahami apa dan bagaimana kondisi fiskal di Indonesia. Sudah pasti beda level kerumitan dan kompleksitasnya. Karena itu tak heran jika pemerintah dalam hal ini Presiden dan Menteri Keuangan pusing tujuh keliling mikirin uang negara, hehehe.

Diari Belanja Lebih Rapi dengan BNI Financial Planner

Orang lain punya diari untuk curhat soal cinta, kalau saya punya diari untuk curhat keuangan.  Dari catatan pengeluaran hingga mimpi-mimpi di masa mendatang. Tetapi, beberapa tahun terakhir saya mulai bingung menulis Diari Belanja. Kenapa? Perkembangan pembayaran dengan cara e-money memang memudahkan. Sistem pembayaran banyak dilakukan dengan kartu debit, kartu kredit, transfer maupun pembayaran tagihan melalui internet banking. Namun di sisi lain, saya harus mengubah pencatatan dan pola pengelolaan uang pribadi. Dulu saya masih menggunakan amplop untuk memisahkan pos-pos belanja. Begitu terima uang gaji bulanan dan nafkah dari suami, uang-uang tersebut lantas dibagi dalam amplop-amplop bertuliskan tujuan peruntukannya. Saat itu, tabungan BNI benar-benar hanya untuk menabung. Seluruh uang belanja ditarik tunai. Catatan pengeluaran saya tulis dalam Diari Belanja

Godaan-godaan dalam Menabung dan Cara Jenius Menjaga Prioritas

Jika Anda diminta memilih antara kedua kebutuhan, biaya kesehatan atau biaya pendidikan, mana yang Anda prioritaskan?  Jika Anda diminta memilih antara membeli rumah atau mengontrak rumah sambil membeli mobil, mana yang Anda prioritaskan?  Seringkali pilihan hidup - yang hampir selalu berhubungan dengan biaya - dalam posisi sama pentingnya. Pada titik itu, tidak mudah memilih prioritas. Ada kalanya prioritas didasarkan pada tingkat kebutuhan terhadap 'sesuatu' tersebut, seberapa banyak anggota keluarga yang membutuhkan, dan mana yang lebih cepat harus dipenuhi. Ada kalanya, kita tidak mendapatkan kesempatan lama untuk berpikir, hanya dalam hitungan hari, bahkan jam dan menit, harus membuat keputusan penting yang menguras tabungan. Saya belajar dari kegagalan-kegagalan dalam menabung. Sekian tahun menabung, menyisihkan uang, membuat pos-pos tertentu, hingga tiba pada satu kesimpulan : keberhasilan menabung ditentukan oleh keteguhan niat.

Peran BNI menuju IPB Green Campus 2020

Pada awal Maret 2016, IPB menerapkan pelarangan ojek motor beroperasi dan peredaran motor di dalam kampus IPB. Motor boleh masuk ke dalam kampus IPB untuk kemudian parkir di area-area tertentu yang telah disediakan. Peraturan ini sebenarnya telah mulai digaungkan sejak Oktober 2015. Setelah mendapatkan berbagai reaksi pro-kontra, beberapa kali dialog dengan berbagai pihak, akhirnya Rektor IPB memutuskan untuk tetap melanjutkan peraturan ini sebagai bagian dari IPB Green Transportation untuk mencapai target IPB Green Campus 2020. 

Mau Bertanya Terbitlah Terang !

Kenapa anak kecil itu cepat pintar? Padahal anak kecil itu belum banyak tahu segala hal. Selain karena daya serap otaknya seperti spons, anak kecil belum punya malu untuk bertanya ini itu. Iya kan?  Anak saya seperti rata-rata anak kecil lainnya, semua hal ditanyakan. Bahkan untuk satu hal yang sama, bisa ditanyakan berulang-ulang. Dan kalau belum puas dengan jawabannya dia akan bertanya terus dan terus. Untungnya anak kecil belum tumbuh rasa malunya. 

BNI Debit Online, Sahabat Mama Berbelanja

Sudah rahasia umum, jadi mama itu sibuknya minta ampun. Urusannya banyak dan semuanya penting. Dari urusan keluarga hingga urusan kantor. Dari urusan sekolah hingga urusan rumah. Begitulah hari-hari saya sebagai mama. Jadi kalau ada yang bisa membantu mempermudah urusan, pastinya saya senang sekali.  Dua hal yang saya syukuri adalah kehadiran internet dan telepon selular. Dalam banyak aktivitas keduanya membantu saya. Misalnya hal yang paling sering adalah untuk membaca informasi dan berbelanja online. Urusan mama tak jauh dari urusan dapur dan rumah tangga. Berbelanja adalah hal yang paling sering dilakukan karena sifatnya penting. 

Nak, Kupilihkan BNI Untukmu

Ketika kebutuhan masa kini harus berbagi dengan kebutuhan masa depan, di situlah menabung menjadi hal penting. Tambah penting ketika sang buah hati lahir. Mulailah saya menghitung bulan hingga kelak dia harus menempuh jenjang demi jenjang sekolah. Artinya apa? Semakin dini dana dipersiapkan, semakin besar tabungan. Insya Allah biaya pendidikannya semakin terjamin. Maka saya memulai dengan BNI Tapenas. Kira-kira sejak 6 tahun lalu saya membuka rekening BNI Tabungan Perencanaan Masa Depan (Tapenas).  BNI Tapenas ini adalah tabungan berjangka, di mana tempo pencairannya bisa disesuaikan dengan  perencanaan kita. Misal untuk pendidikan anak, bisa ketika menjelang masuk SMP, SMA atau Perguruan tinggi.  

Membeli Rumah Berkat Kepercayaan Bank Mandiri

Menggunakan jasa atau produk sebuah bank, apapun itu, berangkat dari satu komitmen kepercayaan.  Karena urusan perbankan tidak lepas dari masalah keuangan dan investasi baik milik nasabah maupun milik bank. Pada beberapa produk seperti tabungan, tabungan berencana, deposito, asuransi, dan lain-lain ditentukan oleh nasabah. Nasabahlah yang memilih kepada bank mana bisa memercayakan uang dan investasinya untuk disimpan dalam jangka waktu lama. Dalam hal ini bank berusaha meyakinkan nasabah.   Hal sebaliknya terjadi saat nasabah membutuhkan pinjaman kredit. Pada layanan ini, bank yang lebih berperan menentukan kepada siapa bisa memercayakan pemberian kredit pinjaman tersebut. Dalam  hal ini, nasabah berusaha meyakinkan bank.    Pengalaman kami dua tahun silam mengisahkan, bahwa untuk membeli sebuah rumah dengan cara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tidak semua bank dapat mengabulkan keinginan kita.  Kemudahan persyaratan dan kepercayaan kepada kemampuan ...

JAMINAN SOSIAL UNTUK GURU SWASTA DAN HONORER ( Opini , Radar Bogor)

Oleh : Murtiyarini Radar Bogor 23 November 2011 / Gagasan Terdapat 4 macam jaminan yang ditentukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yaitu JAMSOSTEK (Jaminan Sosial Tenaga Kerja), TASPEN (Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri), ASABRI (Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia), dan ASKES (Asuransi Kesehatan Indonesia). Berbeda dengan TASPEN, ASABRI dan ASKES yang diperuntukkan kepada Pegawai Negeri Sipil, JAMSOSTEK adalah program jaminan sosial berdasarkan funded social security, didanai oleh peserta dan terbatas pada para masyarakat pekerja di sektor formal yaitu karyawan-karyawan perusahaan swasta, namun tidak termasuk di dalamnya pekerja-pekerja sektor informal seperti wiraswasta dan industri rumah tangga. Dalam meningkatkan jumlah kepesertaannya, PT. JAMSOSTEK terus melakukan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan tentang beberapa undang-undang terkait tenaga kerja, misalnya UU jaminan sosial dan tenaga kerja, UU kesehatan, dan UU ketenagaker...

Menteri Keuangan Keluarga (Majalah Parents)

Empat Ibu berikut berbagi pengalamannya sebagai "Menteri Keuangan Keluarga". Tips nya dimuat di Majalah Parents Indonesia Edisi November 2011 Testimoni bisa dikirim ke editorial@parentsindonesia.com dengan melihat tema setiap bulannya di majalah atau di facebook Majalah Parents Indonesia.