Rasa sakit ini kian menjadi-jadi tapi wajah ini hanya sanggup meringis
Sakit, tapi tak bisa ku ungkapkan karena sejujurnya bukan hanya badanku, ratusan bahkan ribuan perasaan kecewa berkecamuk dalam dada, hatiku, perasaanku turut dalam rasa sakit, pedih, sedih
Tanya ku tak pernah henti, seiring rasa sakit yang juga tak henti merundung. Akankah di depan ada jalan? Atau jalan ini sudah berhenti sampai disini? Kenapa terasa gelap sekali jalan di depanku? Haruskah aku terus berjalan atau berhenti saja atau ku putar saja arahku? Tapi kemana?
Ku hanya bisa meringis, sembari berharap sakit ini segera pergi. Ku hanya bisa meringis, sambil berdoa semoga gelap berganti terang. Ku hanya bisa meringis, sementara meraba-raba masih adakah jalan di depanku?