Dalam tiap kasus, eneng selalu pakai suara selantang jurkam yg pake toa bersuara jernih, selalu diucapkan tepat di depan hidung 'korban' dan most of the time pakai gaya tunjuk2, tentu ke arah si korban.
*ibu2 ber-sunglases lewat*
Isya: "iiiih nenek-nenek pakai kacamata"
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*di sebuah RS, eni+abah+isya lagi nemenin dandy ke dokter mata, di ruang tunggu ibu2 yang kakinya terlihat sakit lewat sambil terpincang-pincang*
Isya:"kok ibu-ibu jalannya begitu? kakinya kenapa"
Ibu-ibu pincang: ngelengos sambil jalan terus *maafkan anak saya ya bu, jangan diambil hati*
Ibu-ibu lain: "ih pinter banget, anak siapa nih?"
eni: *pura-pura baca poster di dinding, dalam hati bersyukur itu anak bener2 bukan anaknya dia*
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*di baby shop*
bunda: "ini mbaknya mana sih?"
Isya: "nih dia nih mbaknya" *sambil nunjuk ibu2 berdandan rapih dan cantik yang tentunya bersa mimpi buruk dituduh mbak-penjaga-toko, oooh semoga ibu2 itu gak terus mengurung diri di kamar sambil berencana operasi plastik*
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Isya: "kok dia enggak pake baju sih? yang lain pada pake baju, dia telanjang tuh" *nunjuk seorang kuli bangunan topless yg lagi ngobrol sama teman2nya, yg tentunya memakai baju semua*
Bunda: purapura gak denger sambil gak berani nengok ke arah para kuli
Isya: mengulangi terus sampai Bunda jawab
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Isya: "eh ada kakek-kakek nda, tuh dia tuh kakek-kakek tuh, dia kakek-kakek sendiri yah" *nunjuk mandor yg emang udah rada tua kalau dibandingin kuli-kuli bangunan di sekelilingnya*
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*ayah nutup retsleting tas dengan kenceng sampai mengeluarkan suara*
Isya: Ayah kentut yah? iiiih ayah kentut nih, sembalangan aja kentutnya
Ayah: enggaaaak ayah gak kentut *brusaha tegar sambil nurunin volume suara, dengan harapan isya menirunya*
Isya: Ayah kentut! kayak isya yah....ayah suka kentut kayak isya kan?
Ayah: enggak kok...beneran ayah gak kentut *suara mulai lirih pertanda putus asa*
Isya: IIIIh iyaaa ayah kentuuuuut...sembalangan kentutnyaaaaa *volume makin menggelagar*
Bunda: ketawa ngakak ampe lemes
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*di resto, seorang gadis masa kini berdiri di depan kasir dengan jeans hipster dan kaos yg agak pendek sehingga birthmark di bagian hampir-bokong nya kliatan*
Isya: dia kenapa tuh pantatnya?
Aybund: *speechless*
Isya: tuh..tuh...dia pantatnya ada apanya tuh *nunjuk2 malahan mau turun dari bangku buat nyamperin si gadis masa kini, seakan2 ngomong dengan suara menggelagar saja masih kurang*
Aybund: mengutuk penemu model hipster