[go: up one dir, main page]

Tuesday, October 13, 2009

Mati Kutuw

just another story......

----------------------------------------------------------------------------------------------

*nonton TV bareng, ada iklan calpico*

Isya: Isya mau itu nda!

Bunda: Jangan! itu racun

Isya: Enggak kok, itu dia enggak apa-apa *nunjuk anak-anak bintang iklan yg minum calpico sambil ajut-ajutan*

Bunda: Iya, tapi nanti kalo udah abis, dia sakit perut, trus giginya banyak germnya

Isya: .... *diem*

Bunda: *yes! berhasil*

*beberapa menit kemudian ada iklan coklat*

Isya: *tau-tau lompat ke arah bunda, nutup mulut bunda pake tangan, boro-boro ngomong, napas aja susah. Terus dia bilang.....* Isya mau ituuuuuu....mau beli itu yah nanti yah nda, beli itu ya? *gak butuh jawaban bunda kyknya, mulut bunda malah tambah dibekep*

Bunda:  *hampir ijo, antara nahan ketawa sama susah napas*

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bunda: Sya, daunnya jangan dipetik dong, dia kan rumahnya di pohon, kalau dipetik nanti nangis

Isya: Enggak nangis lah.... mana matanya? dia enggak ada matanya!

Ayah: *ngakak, boro2 bantuin jawab!*

-------------------------------------------------------------------------------------------

Isya: *main-mainin perseneling mobil*

Bunda: Sya jangan, nanti loncat mobilnya

Isya: Bundaaaa mobil enggak bisa loncat, dia kan ada bannya!

Bunda:  *iya sih yaaah....*

-------------------------------------------------------------------------------------------------

*Isya minum aqua gelas, udah dapet satu sedotan dia masih kekeh minta sedotan satu lagi*

Bunda: Isya udah dong, masak minum sampe dua-dua gitu sedotannya

Isya: Fadia pake sedotannya dua

Bunda: kan bunda udah bilang, yang jelek-jelek jangan ditiru!

Isya: tilunya apa nda?

Bunda: yang bagus-bagus!

Isya: sedotan dua bagus nda!

----------------------------------------------------------------------------------------------

*disuruh mandi malah nyemprot-nyemprot tembok pakai shower*

Bunda: Isyaaaa... cepetan dong mandinya, jangan siram-siram tembok

Isya: Ini kan temboknya mau mandi nda

Bunda: masak tembok mau mandi

Isya: tembok...tembok mau mandi gak? "mau" -purapura jadi suara tembok- tuh kan dia mau

Bunda:  *agak keki* Ih tapi tembok kan udah besar, masak masih dimandiin, isya aja bisa mandi sendiri *malah ikutan ngomong sama tembok, payah!*

Isya: loh ini kan temboknya masih bebi nda

Bunda:  *tambah keki* ooh masih bebi, kalau masih bebi kasih nenen dong sama isya *mulai ngaco, saking kekinya*

Isya: tembok... tembok mau nenen sama siapa? "sama bunda" -purapura jadi suara tembok lagi- tuh! maunya nenennnya sama bunda katanya

Bunda:  *seterah dah aaaaaah...... maen aer aja sonoooooo*

 

She's getting big..... and old

Isya: "nih buat bunda" *ngasih pestukaan buatannya (pestukaan = lego, jgn tanya knp jadi pestukaan, gak ada yg ngerti)*

Bunda: "oooooh.... terimakasih isyaaaa" *adegan terharu*

Isya: "Iya dooong... Bunda kan kebanggan Isya, Bunda kan gutgel"

Bunda:

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Isya: *sambil pelukpeluk ayah* "Isya sayaang deh sama ayah, tapi ayah jangan nakal yah, kalau ayah enggak nakal Isya sayang"

Ayah:  *berjanji tidak akan nakal lagi*

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*berdua ayah ke toko onderdil mobil*

-adegan1-

Ayah: "Pak ada kabel bla bla bla gak?"

Toko1: "enggak ada!"

Isya: "Sabar ya ayah....its oke, isya sayang kok sama ayah" *sambil elus-elus rambut kribo si ayah*

-adegan2-

Ayah: "Ada kabel bla bla bla gak pak?"

Toko2: "wah gak ada tuh mas"

Isya: "Sabar ya yah, jangan belsedih, isya sayang kok" *tepuk-tepuk bahu ayah*

-adegan penutup-

Ayah: "Kabel bla bla bla ada gak pak?"

Toko3: "ada nih, mau berapa?"

Isya: "Tuh ada tuh yah, sabal yah.....*teteeep* ayah hepi enggak?"

Ayah:  *terharuw*

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Eni: Isya kenapa sih kalau ada bunda, terus eni godain, isya suka marah-marah? *yaiyalah niiiiiiiiiii*

Isya: Eni jangan khawatil, bialpun isya malah-malah, isya tetep sayang sama eni

Eni:  *legaaaaa brarti bisa godain Isya terus*

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Eni: Sya.. Eni mau sholat, Isya bisa diem yah, jangan naek-naek bangku, nanti jatoh

Isya: tenang aja ni! Isya punya ide

Eni: Idenya apa?

Isya: tenang aja! eni sholat aja, nanti isya kasih tau

Eni: *malah gak tenang*

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

*adegannya eni lagi tiduran di kursi, Isya berdiri di depannya sambil ngomel-ngomel*

Isya: Eni! Eni dengelin gak? dengelin dong kalo Isya ngomong! Eni kupingnya ketinggalan yah???!!! Makanya Eni dengelin nih yah!

Eni: *salah apalagi sih gueeee*

 

Wednesday, September 23, 2009

Astronomy Has Failed Again

"Pregnancy is a bliss beyond logic, the only true evidence of unconditional love, the most intimate relationship between humans. And for me, it also denies the law of astronomy, coz from that moment, my little one is the center of the universe"
*The quote is made by me (swear to God! - lirik2 polisi kutipan :p) inspired by zeeva, for a photo exhibition about pregnancy*


And now..... the feelings are all back. The bliss, the unconditional-love, the intimacy, and how astronomy fails on me all over again....... as a new center-of-the-universe grows in me

-a proud mommy......also known as a drama queen

Tuesday, September 15, 2009

Alhamdulillah.....

*bertiga ngecek progres pembangunan rumah yang baru sampai 70% saja. Pulangnya ngelewatin beberapa rumah yg sdh jadi*

Isya: "Alhamdulillaaaaah....lumah olang udah jadi"
Aybund: kikikikik
Ayah: "Doain rumah kita dong zeev"
Isya: "Alhamdulillaaaaah....lumah kita belom jadi"
Aybund:

Tuesday, September 8, 2009

Si Eneng Anak Sekolahan

Istri: Sebentar lagi dong
Suami: Dari tadi sebentar-sebentar terus...udah ah ayo pulang
Istri: Dikit lagi deh, asal keliatan dari jendela
Suami: Terus nanti kalo ketauan gimana?
Istri: Enggak ketauan deh, kan ngumpet-ngumpet
Suami: Enggak! Kalau ketauan bisa fatal. Ayo pulang!
Istri: Tunggu dulu kek, sebentar aja *mulai ngembeng*
Suami: Udah..udah sebentar dari tadi, ayo pulang!
Istri: *tambah ngembeng*

*Adegan tersebut terjadi diiringi tatapan aneh para BS yang sedang menunggui asuhan-asuhannya. Kali mereka pada mikir "Itu suami-istri gak pada punya rumah apa? brantem sih di sekolah!"*

Begitulah, percakapan antara suami berambut kribo dan istri berwajah cantik *ngakungaku* yang tengah menunggui hari pertama anaknya bersekolah. Sekolah PG loh yah, bukan...bukan di luar kota....ini 15menit aja dari rumah. Yah.... mungkin istri berwajah cantik tersebut cukup lebay. Tapi sesungguhnya....agak memilukan, di hari pertama, saat hampir semua anak nangis nyariin ibunya, si eneng pede jaya tak sedikitpun ngelongok ke luar. Bahkan waktu pulangnya, yang mana dia naik mobil antar jemput, tidak pula menanyakan di mana emaknya. Ooooh.....apakah dia telah beranjak besar.....

Jadi sodara-sodara, sejak dua bulan ini si eneng sudah jadi anak sekolahan. Sebelum saya menjabarkan lebih lanjut, silahkan disimak FAQ di bawah ini terlebih dahulu.

FAQ (Fertanyaan yang Always Qeulank-ulank)

Kecil2 kok disekolahin, gak kasian?
yeee kata siapeeee skula.....bilang skula kan biar gampang ajeee.....ini tuh judulnya pre-school, kata orang betawi yg ngarti bahasa inggris mah: pra-sekolah. Jadi jangan bayangin neng duduk rapih di kelas, ngerjain tulis-menulis, hitung-menghitung. Dia mah ngitung roda mobil2an kalau tema kelas lagi 'land transportation', motorik kasar diasah sambil main trampolin, kenal warna karena main bernang bola yg warna-warni, motorik halus sambil gunting-gunting kertas, yaaaah begitulah.

Kalau gitu buat apa sekolah kalau main-main doang?
Karenaaaaa....neng di rumah cuma sama eni. Kasian dong bunda kalau eni masih disuruh-suruh stimulasi eneng, secara jagain eneng biar gak nyungsep aja udah PR. Di sekolah, stimulasi lebih sistematis, eneng bisa sosialisasi *sblm skolah kalau bunda brangkat kerja suka bilang "isya sedih, gak ada temennya" maklum daerah rumah eni sepiw*, ngerti rutinitas. Dan setelah ngejalanin sekolah, gak taunya manfaatnya gak itu doang, mudaratnya cuma aybund kudu bangun lebih pagi di hari Isya sekolah eh...itu mah bukan mudarat yah kikikikik

Bukan tak melalui jalan berliku kalau eneng akhirnya jadi murid kelas Playgroup di Starfish *soalnya dari rumah eneng ke starfish beneran berliku deh jalanannya* Si Bunda yang ratu hunting, udah keliling hampir ke seluruh penjuru Depok, demi menemukan sekolah idaman....tentu versi aybund. Aslinya, kami jatuh cinta berat pada Sekolah Alam Depok. Bahkan ayah jauh lebih cinta SA Depok daripada SA Ciganjur, yang mana SA Ciganjur mentapkan syarat masuk PG harus sudah 3thn di bulan Juli, sulit ditawar. Sementara si eneng 3thn di bulan Oktober, dan Aybund punya keyakinan kuat dia sudah siap secara fisik maupun psikologis. Tapi soal ini entar aja dibahasnya, kalo gak males.

Sayangnya, sampai batas akhir pendaftaran, SA Depok hanya berhasil mengumpulkan 4 peminat PG, yang mana tidak memenuhi syarat untuk membuka kelas (min. 5). Jadilah kelas PG SA Depok tahun ini ditiadakan. Bunda kecewa beraaaaad..... soalnya brarti kudu hunting lageeeee.

 

Sebenernya yah, bunda mah hunting sekolah eneng udah dari eneng segede kuprit. Sampe pernah mbak-mbak penjaga stand di sebuah pameran pendidikan menatap dengan bingung "ini yang mau sekolah yang mana ya bu?" *ngelirik ke arah eneng yg masih berupa bayi berpala botak di gendongan kanguru si ayah* Starfish juga bukan sekolah pertama eneng, dulu eneng pernah di gymboree PIM. Kalau kelas baby yoga diitung, berarti starfish 'sekolah' ketiganya eneng.

Setelah banyaaaak sekolah di survey dan tidak ada satu pun yang memuaskan bunda, serta ada sekitar empat sekolah di-trial, akhirnya hati ini pun berlabuh pada Starfish. Thanks to mama Ochie yang ngasih tau ada PG di komp ibunya. Seperti biasa bunda tlp, oke nih. Bunda datengin, ngobrol2 sama kepsek, oke juga nih. Trial pun, teteeep oke juga. Maka Bismillahirahmanirrahim.....neng dianter ke starfish deh tiap senin-rabu-jumat. Pulangnya pakai mobil antar jemput, langsung dikirim ke rumah Eni he..he..

Kenapa Starfish? 90% visi-misinya sejalan sama Aybund. Yang pertama anak diusahakan selalu dalam keadaan happy. Tidak ada target, tidak ada paksaan, apapun itu yang diajarkan. Kepsek pernah bilang,  "kalau dia gak mau melakukan sesatu, ya enggak apa2, tapi kalau pas dia lagi mau, baru kita geber." Intinya mereka dipancing untuk mau, untuk suka, dengan cara-cara yang tentunya paling dimau dan disuka anak-anak: MAIN! Kayak misalnya nih yah: ada tema fingers. Mereka diajarin mengenal nama jari, diajarin juga menggerakan jari2 kan tuh pada saat pengenalan, berarti motorik halus jalan. Biar seru, jarinya dikasih finger puppet. Finger puppetnya bikin sendiri, udah masuk art & craft tuh, yang mana juga motorik halus main banget. Habis gitu, jarinya ya diitung, bisa disambung itungannya ke jari-jari teman-temannya. Gak ada worksheet lah.

 

*dapet sticker dari gurunya karena sudah jadi anak baik. Itu stiker dilepas, ditempel ke buku, terus pagi2 dicari lagi, ditempel lagi ke tangan, kikikik*


Starfish memakai 90% bahasa Inggris, tapi itu samsek bukan alasan aybund masukin Isya ke sini. Aybund sih percaya, mau pake bahasa apa kek, asal metode ajarnya benar, ya gak masalah. Dari beberapa kata bahasa inggris yang isya tau jauh sebelum sekolah, dari dvd2 berbahasa inggris yang dia tonton, gak pernah kliatan sedikit pun kalau dia mengalami bingung-bahasa. Paling yang bingung si Eni kalau isya kekeh minta sesuatu pake bahasa inggris

 

Nah okenya, si Starfish ini cuma menciptakan lingkungan berbahsa inggris, tanpa anak diajarin "nih yaaa...mobil itu car, bunga itu flower" Udah gitu gak ada beban pun, anak mau bales dalam bhs inggris boleh, bhs ind terserah. Jadi bunda ngeliat pake mata kepala sendiri, gak pinjem punya orang, gak ada juga yg mau minjemin, dialog antar murid-guru bisa inggris-ind, atau ind-ind. Dan keliatannya gak ada yang bingung, ngalir aja dialognya.

Biar bukan sekolah alam, Starfish juga punya banyaaaaak kegiatan luar ruang. Mereka sering banget main di taman komplek. Kalau pas hari bersepeda, main ke tamannya ya sambil naik sepeda. Malah kata kepseknya, dalam jadwal sekolah, ada juga sesi berkenalan dengan satpam komplek.

 

Btw, starfish ada dua cabang, sebenarnya cabang yang lain lebih dekat dari rumah, tapi bunda pilih cabang yang ini karena berada dalam komp yang keamanannya baik, bentuknya teratur, serta cukup hijau pun. Yah doain aja kapan2 bisa jadi tetangga mama ochie *lirik2 mama ochie* Selain tentunya Starfish juga punya jadwal kunjungan macam ke pemadam kebakaran, dipo kereta, renang yang juga rutin, serta outing cencunya, seperti kebanyakan PG.

Semakin lama juga semakin terlihat, hampir seluruh jajaran Starfish memang senang anak-anak, dan tertanam visi dan misi yang sama. Dari mbak asisten, sampai supir antar-jemput, ramah dan lemah lembut sama anak-anak.

Untungnya, bukan bunda aja yang sreg sama sekolah ini, si neng juga daaaah. Sampe kalo libur dia marah-marah, kayak pas libur awal puasa kemarin "Isya kok enggak sekolah nda?" "kan libur" "gak mau libul ah, isya mau sekolah ajah!". Kalau ditanya isya seneng main apa di sekolah? "main tampolin" bukaaaan....isya gak diajarin tawuran kok, maksudnya si eneng yang masih cadel itu "trampolin". Pernah bunda godain "kita pinjem aja trampolin starfish sya, kita taro di rumah, kan isya gak usah ke sekolah lagi, bisa main trampolin di rumah" eh anak sekolah itu bilang "enggak bisa nda! di lumah ada tempat tidul, nanti gak muat, bialin isya main tampolin di stalfish ajah."

 

Isya juga udah mudeng banget kapan hari sekolah,  kapan bukan. Walaupun sekolahnya cuma tiga kali seminggu n isya juga blom hapal hari ini hari apa n besok hari apa.

 

 

*minggu2 awal sekolah*


Si neng pun tak pernah sekalipun ditungguin Aybund di sekolah. Dari hari pertama seperti yang tersebut di atas. Dan gak pernah sekali pun nangis nyariin aybund. Padahal bunda khawatir, kan banyak tuh temen2nya yang masih ditungguin, malah ada yang masih ditungguin di dalam kelas, terus di mobil antar-jemput juga hampir semuanya didampingi pengasuh/ibunya. Khawatirnya isya ngerasa sedih, orang-orang ditungguin, ditemenin, kok isya enggak sih.

 

Tapi yah ternyata enggak tuh...gak keliatan ada tanda-tanda begitu pada Isya. Kepsek dan gurunya pun bilang begitu. "Enggak, dia mah cuek aja" Kepseknya juga cerita Isya suka nyanyi ngarang-ngarang di mobil *kikikik...itu mah kita udah tau ya penontooon* terus kata kepseknya pun dia sangat independen. Tau apa yang dia mau. Tapi jeleknya, kalau udah kumpul dalam group yang besar (main bareng anak TK), dia jadi males sosialisasi, sibuk sendiri, melakukan apa yang dia mau (kira-kira gak jauh dari trampolin sama bernang bola).

Guru kelasnya juga bilang, Isya kalau lagi urusan pelajaran, misalnya suruh itung jari, suaranya bisa pelaaaan. Tapiiiii....kalo udah maen, membahana! Kikikik....turunan dari ayah itu mah kayaknya, giliran disuruh males, giliran yg gak penting semangat!

 

Tiap pagi pas aybund anterin, udah dijamin susaaaah diajak salim-kisskiss-hughug. Apalagi kalau keburu lepas masuk trampolin, bunda bye-bye juga gaaaak peduleeeee. Kata kepsek Isya, "saya selalu suka anak perempuan, soalnya di rumah enggak punya, tapi kalau isya, perempuan macho"....maksudnyaaaaaa.....ibu kepsek gak seneng nih sama anak saya? :p Gak deng, ibu kepsek juga bilang "senang deh ibu memilih sekolah ini" Sama bu Kepsek, saya juga seneng milih sekolah ini.....mmm....bulan depan boleh diskon spp gak?!



*dih panjang bonar yah....kikikik....mangap yah yg matanya sepet....*

Gap Antar Generasi

Isya: "Ni nyanyi Galuda ni..."
Eni: "Garuda pancasila....akulah pendukungmu....patriot proklamasi..."
Isya: "BUKAAAAAAAAAAAN" *isya sekarang tambah galak euy, kalo dia ngomong kita salah nanggapin langsung dah alis naek, sambil triak. Kadang2 dikasih tau eling kadang2 ndablek*
Eni: "loh? garuda kan?"
Isya: "bukan begitu!"
Eni: "gimana dong?"
Isya: "gini....galuda di dadaku, galuda kebanggaanku, kuyakin....hali iniiii....pasti menaaang..... gitu ni!"
Eni: "baru tau....."

*abis mandi lagi pake celdal sama eni*
Isya: "ini hali apa ni?" *fyi: bunda beliin isya celdal yg ada nama2 hari dalam bhs inggris, tiap mau dipake bunda bacain tulisan nama harinya*
Eni: "heh? hari apa?....hari rabu kan"
Isya: "BUKAAAAAAAAN di celananya hali apaaaaa???"
Eni: "emang di celana ada harinya?"
Isya: "ada hali bahas inggliiiiiis!!!"
Eni: "iiih...eni gak tau ah!"

*mau berangkat ke sekolah*
Isya: "bye...bye... eniiii"
Eni: "Dadaaaah..."
Isya: "Ni! jgn dadah....bahasa ingglis dong....baybay gituh!"
Eni: "iya deeeeh .....baybay isyaaaa"
Isya: *nyengir puas*

*generasi masa kini lagi makan bakpao*

Tuesday, August 11, 2009

Masih di Rumah Fadia.....

Ya! dia senaaaang sekali bermain bersama Fadia......tapi sepertinya perasaan itu tidak berbalas....

*Eni ngobrol sama Mamah n Bapaknya Fadia. Fadia deketin Isya sambil nawarin oreonya*
Isya: mulai dengan satu oreo....
Fadia: masih ngajak ngobrol
Isya: tak terasa sudah makan oreo ketiga...
Fadia: mulai gelisah
Isya: masuk oreo keempat
Fadia: siap nangis
Isya: oreo keempat cepat2 dimasukin mulut, oreo kelima cepat2 diambil sebelum terlambat
Fadia: "Oreo Iyaaaaaaa" *nangis kejer*
Eni: "Isyaaaa...ya ampuuuuun kenapa diabisiiin....itu kan punya Fadia...ya ampun Isyaaaa..."
Isya: ngeloyor......keeeeee.....kulkas Fadia! mengambil satu oreo lagi!
Eni: nahan malu setengah mati

PS: Bunda pulang langsung diceramahin Eni sambil diwanti2 suruh beli oreo buat gantiin punya Fadia.....naseeeeeeb......duit jajan bunda dah tuh dipake bakal gantiin oreo palakan eneng!

Monday, August 10, 2009

just another ordinary day...

Bunda: "salim dulu sama eni!"
Eni: mendekat
Isya: ngeliatin dari atas sampe bawah, begitu Eni udah deket langsung bilang "gak mau ah...eni bau asem!"
Eni: "kurang azaaaarrrrrr"


Bunda: "hayo buruuu salim!"
Eni: mendekat sambil melotot
Isya: "Ni...Eni jadi ikan yah?"
Eni: "hah? enggak lah..." *bingung*
Isya: "kok bau ikan!"
Eni: "hwaaaaa kurang azaaaarrr lagiiiiiiih"


Bunda: nangkep Isya lagi, digiring buat salim sama Eni "hayo cepet Isyaaa...kalok enggak pamit kayak anak polite, entar kita enggak jadi pulang"
Isya: "sama siapa?"
Bunda: "ya sama eni!" *udah tau nanyaaaaaa lagiiiiih*
Isya: "mana eninya?"
Eni: lagi duduk di bawah, jadi enggak keliatan
Bunda: "tuh eni"
Isya: "ooooh yang gendut itu yah"
Eni: "hwaaaa kurang azaaaar meloloooooo"


Bunda: "sekarang salim sama Sandi"
Sandi: salim trus kisskiss Isya
Isya: "hmmm....Sandi bau hamstel" *sambil ngelap bekas ciuman sandi di pipinya*
Sandi: "Dasar!"


*lagi duduk-duduk santai, Dandy lewat.....*
Isya: iiiih....dandi gendut bangeeet....
Dandy:


Ayah: "sya main pijit-pijitan yuk" *ngarep dipijitin*
Isya: "ayo"
Ayah: "Isya pijitin ayah" *siapsiap tengkurep*
Isya: "Isya dulu!"
Ayah: "Yah.... ayah dulu dong!"
Isya: "enggak! Isya dulu!" *tengkurep sambil ngangkat kaos*
Ayah: *nyerah...mulai mijitin....lama-lama.....* "udah"
Isya: "belom pake minyak telon" *sambil purapura ngasih minyak telon imajiner*
Ayah: *nyerah lagi...pura-pura buka tutup minyak telon, disiram ke punggung, terus diusap...pijit lagi...lama-lama......* "udah!"
Isya: "kakinya belom"
Ayah: *nyerah lagi....pijit kaki Isya....lama-lama......* "udah ah...sekarang ayah!" *tengkurep*
Isya: "gak ah...Isya males...." *ngeloyor sambil nyengir*
Bunda: *ketawa ngakak* ......gimana yah rasanya kualat? sedep gaaaaaak???


Bunda: "Bunda berangkat kerja dulu ya"
Isya: "jangan!"
Bunda: "loh bunda kerja kan cari uang, buat apa ayooo"
Isya: "enggak buat apa-apa"
Bunda: *nyengir asem...tapi tetep pede* "....kan buat sekolah"
Isya: "kan Isya udah sekolah kemalen"
Bunda: *tambah asyem* "....ya kan buat beli koko crunch juga"
Isya: "enggak kok Isya gak mau koko klunch, mau makan nasi aja"
Bunda: *nambah dikit lagi dah asyemnya...biar sedep* ".....kan buat beli buku" *sambil megang buku Isya*
Isya: "enggak usah! buku Isya banyak!"
Bunda: *hwaaa gak tau mau bilang apa lagiiiii.....hughug-kisskiss eneng ajaaaah*


*masih.....si korban malpraktek yg bikin kangeeeeeeeen*

Masih di rumah Fadia.....

Ya! dia senaaaang sekali bermain bersama Fadia......tapi sepertinya perasaan itu tidak berbalas....

*Eni ngobrol sama Mamah n Bapaknya Fadia. Fadia deketin Isya sambil nawarin oreonya*
Isya: mulai dengan satu oreo....
Fadia: masih ngajak ngobrol
Isya: tak terasa sudah makan oreo ketiga...
Fadia: mulai gelisah
Isya: masuk oreo keempat
Fadia: siap nangis
Isya: oreo keempat cepat2 dimasukin mulut, oreo kelima cepat2 diambil sebelum terlambat
Fadia: "Oreo Iyaaaaaaa" *nangis kejer*
Eni: "Isyaaaa...ya ampuuuuun kenapa diabisiiin....itu kan punya Fadia...ya ampun Isyaaaa..."
Isya: ngeloyor......keeeeee.....kulkas Fadia! mengambil satu oreo lagi!
Eni: nahan malu setengah mati

PS: Bunda pulang langsung diceramahin Eni sambil diwanti2 suruh beli oreo buat gantiin punya Fadia.....naseeeeeeb......duit jajan bunda dah tuh dipake bakal gantiin oreo palakan eneng!



Thursday, August 6, 2009

Another Episode with Fadia

Di rumah Fadia. Ada Eni, Mamanya Fadia, Fadia dan Isya cencunya. Fadia lagi makan ager-ager, cencyulaaaah... si eneng minta. Minta sekali, dikasih..... minta dua kali, dikasih..... minta tiga kali.....

Fadia: "Ihhh ini punya Fadia!"
Isya: *tampang cemberut.....ngedeketin eni....* "Ni...Isya juga punya agel kan di lumah?"
Eni: "Iya tuh, ager isya di rumah belom dimakan"
Isya: "Agel isya enak kan ni?"
Eni: "Iya... enak..." *agak ragu menjawabnya, instingnya mengatakan.....akan ada hal buruk terjadi*
Isya: cuh...cuh...*ngelepehin ager dari Fadia* ini mah enggak enak...cuh.... enakkan agel isya!
Eni: *senyum-senyum malu-ati sama mamanya Fadia sambil menyesal dulu waktu di kampung gak ikutan kursus ilmu mendem bumi*



*korban malpraktek salon dini hadisuwarno*

Another Episode with Fadia

Di rumah Fadia. Ada Eni, Mamanya Fadia, Fadia dan Isya cencunya. Fadia lagi makan ager-ager, cencyulaaaah... si eneng minta. Minta sekali, dikasih..... minta dua kali, dikasih..... minta tiga kali.....

Fadia: "Ihhh ini punya Fadia!"
Isya: *tampang cemberut.....ngedeketin eni....* "Ni...Isya juga punya agel kan di lumah?"
Eni: "Iya tuh, ager isya di rumah belom dimakan"
Isya: "Agel isya enak kan ni?"
Eni: "Iya... enak..." *agak ragu menjawabnya, instingnya mengatakan.....akan ada hal buruk terjadi nih*
Isya: cuh...cuh...*ngelepehin ager dari Fadia* ini mah enggak enak...cuh.... enakkan agel isya!
Eni: *senyum-senyum malu-ati sama mamanya Fadia sambil menyesal dulu waktu di kampung gak ikutan kursus ilmu mendem bumi*

*korban malpraktek salon dini hadisuwarno*

Monday, August 3, 2009

Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orangtua

Maaaaaaf...banget, udah sebulan lebih enggak sempet nenangga. Selain deadline yg udah kudu, wajib, harus secara disitulah tempat menambang berlian *tau dah berliannya siapah* Bunda Isya juga sedang terlibat acara non-profit di bawah ini. Punten jika berkenan silahkeun mendaftar. Bonus ketemua bundanya isya, malahan berpeluang mendapat ekstra bonus: dititipin isya kalau pas bundanya sibuk on-site trus eni gak bisa dititipin *kikikik....bikin pada pengen daftar apa sebaliknya tuh ;p*

___________________________________________________________________________________




Jadi orangtua baru bikin nervous? Selalu bertanya-tanya sudahkah memberikan yang terbaik untuk anak? Apakah yang dilakukan selama ini sudah benar?

Anak mulai bertanya: dari mana adik bayi berasal? Dan jawaban-jawaban Anda mulai tak memuaskan mereka?

Apa itu MPASI? Bagaimana memberi asupan nutrisi maksimal bagi anak?

Batuk pilek diinhalasi? Sudah benarkah? Bagaimana dengan Asma?

Si kecil tidak semontok anak tetangga? Atau justru jauh lebih besar daripada anak kebanyakan?

Bagaimana memastikan keluarga Anda tidak terpapar obat-obatan yang berlebihan?

Apa yang harus dilakukan ketika anak diare, demam, jatuh, tertelan benda kecil?

Mungkin itu semua adalah pertanyaan langganan hampir semua orang tua. Tapi itu tentu belum semua, masih ada urusan gigi anak, tumbuh kembang, penggunaan multivitamin, imunisasi dan yang (sepertinya) tak habis-habis dibahas: penggunaan antibiotik. Sejauh mana pemahaman kita akan hal tersebut? Padahal menjadi konsumen kesehatan yang cerdas dan berdaya adalah sebuah upaya perlindungan bagi keluarga kita. Karena itu, Yayasan Orangtua Peduli kembali menghadirkan seminar setengah hari Program Edukasi Orangtua Sehat 10 di Jakarta (PESAT 10 Jakarta).

Adapun topik-topik yang akan dibahas pada PESAT 10 Jakarta adalah:


Sesi I – 10 Oktober 2009 (Lama pelatihan  6 jam)
TOPIK 1 : LAYANAN KESEHATAN TERBAIK UNTUK KONSUMEN
Bagaimanakah konsep layanan kesehatan yang seharusnya? Dapatkah terjalin suatu kemitraan yang kuat antara pasien dengan dokter? Siapakah yang memikul tanggung jawab layanan kesehatan?
TOPIK 2 : PERAWATAN BAYI BARU LAHIR, KUNING PADA BAYI (JAUNDICE) DAN SUSU FORMULA
Tes apa saja yang dilakukan oleh dokter pada newborn? Perlukah bayi yang baru saja dilahirkan dimandikan? Bagaimana tata laksana Inisiasi Menyusui sejak Dini (IMD) atau early latch-on? Apa yang menyebabkan kuning pada bayi baru lahir? Berbahayakah? Bagaimana juga dengan kode internasional dan sufor?
TOPIK 3 : DEMAM, KEJANG DEMAM, DEMAM BERDARAH
Tahukah kita bahwa demam bukan penyakit, melainkan gejala atau petunjuk adanya suatu penyakit atau infeksi? Berbahayakah kejang demam? Bagaimana mengidentifikasi demam berdarah?

Sesi II – 31 Oktober 2009 (Lama pelatihan  6 jam)
TOPIK 1 : PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK
”Bu, adik bayi asalnya dari mana?” ”Bagaimana bisa adik bayi dikeluarkan dari perut Ibu?”. Sering bingung menjawab pertanyaan-pertanyaan sejenis itu yang ditanyakan oleh anak Anda? Bagaimana cara yang tepat untuk menjelaskan masalah seputar seks pada anak?
TOPIK 2 : PENTINGNYA IMUNISASI
Bagaimana kerja vaksin dalam melindungi tubuh? Apakah imunisasi ada efek sampingnya? Apa yang dimaksud dengan catch-up immunization? Apa itu imunisasi simultan?
TOPIK 3 : MENILAI PERTUMBUHAN ANAK
Apakah anak gemuk itu pasti sehat? Dan apakah anak yang cenderung langsing/kurus itu pasti kurang gizi? Bagaimana cara membaca growth chart yang benar?

Sesi III – 21 November 2009 (Lama pelatihan  6 jam)
TOPIK 1 : MAKANAN PENDAMPING ASI (MPASI) & NUTRISI TEPAT UNTUK TUMBUH KEMBANG ANAK
Bagaimanakah cara yang paling baik untuk memperkenalkan solid food? Bingung ketika anak mengalami GTM (Gerakan Tutup Mulut)? Pusing karena anak sedikit atau susah sekali minum susu?
TOPIK 2 : COMMON PROBLEMS 1 (DIARE, KONSTIPASI, DAN MUNTAH)
Diare, muntah dan sakit perut berulang, apakah itu pertanda anak perlu obat? Apa yang harus segera dilakukan? Bagaimana cara menghentikan konstipasi berulang pada anak?
TOPIK 3 : KEGAWATDARURATAN PADA ANAK
"Bagaimana nih, anak saya tanpa sengaja terkena air panas!". "Tolong, anak saya jatuh, apa yang harus saya lakukan?". ”Anakku mimisan, bagaimana ya menghentikannya?” Bagaimana cara penanganan yang tepat untuk keadaan gawat darurat seperti ini pada Anak?

Sesi IV – 12 Desember 2009 (Lama pelatihan  6 jam)
TOPIK 1 : MENILAI PERKEMBANGAN ANAK
Seorang anak tidak hanya bertambah berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) saja, tetapi ia juga mengalami perkembangan emosi dan intelektual. Bagaimana menilai perkembangan anak dengan bijak dan obyektif? Bagaimana memberikan stimulasi dini yang tepat pada anak? Bagaimana sebaiknya menangani perilaku tantrum (temper tantrum) pada anak?
TOPIK 2 : COMMON PROBLEMS 2 (BATUK, PILEK DAN ASMA)
Common colds (batuk, pilek), dan asma adalah beberapa penyakit yang sering diderita anak-anak. Kebanyakan penyakit anak-anak disebabkan oleh infeksi virus. Sudah tahukah kita tata laksana yang tepat untuk itu?
TOPIK 3: KESEHATAN GIGI PADA ANAK
Kapan sebaiknya anak mulai dibawa ke dokter gigi? Bagaimana membersihkan gigi anak dengan baik dan benar? Kapan anak perlu pasta gigi? Tahukah Anda bahwa kesehatan gigi susu akan mempengaruhi gigi tetap anak kelak?

Sesi V – 9 Januari 2010 (Lama pelatihan  5 jam)
TOPIK 1 : MENGENALI TBC & CARA MENGATASINYA
Flek di paru-paru = TBC, benarkah demikian? Tahukah kita bahwa menegakkan diagnosa TBC pada anak itu sangat sulit? Overdiagnosed of TB berkonsekuensi anak harus rutin minum obat anti TBC yang akan berefek pada kesehatan hatinya.
TOPIK 2 : KESEHATAN KULIT PADA BAYI DAN ANAK
Bagaimana membedakan ruam ketika campak dan roseola? Apa itu dermatitis atopi? Bagaimana cara menangani biang keringat?
TOPIK 3: RUM (RATIONAL USE OF MEDICINES) DAN TATA LAKSANA ANTIBIOTIKA
Apakah setiap gejala penyakit harus diobati (a pill for an ill)? Perlukah kita mengetahui efek samping dari obat? Apa beda obat paten dengan obat generik? Apa itu polifarmasi?

Venue: Intiland Tower, Srikandi Room, Jl. Jend Sudirman, Jakarta Pusat

PEMBICARA

Pembicara PESAT terdiri dari pembicara tetap dan pembicara tamu.

*Pembicara Tetap :
Dr. Purnamawati, SpAk, MMPed.
Mantan staf pengajar di FKUI, aktif menyelenggarakan kegiatan seminar, radio talkshow, dan membina milis (sehat@yahoogroups.com) dan situs kesehatan (www.sehatgroup.web.id) dengan satu tujuan, mencerdaskan konsumen kesehatan Indonesia agar dapat mempersembahkan kehidupan yang lebih baik untuk anak-anak.
*Pembicara Tamu :
Pembicara tamu ini berasal dari kalangan medis, baik akademisi maupun praktisi, dan non medis yaitu dari orangtua (smart parents).


PERSYARATAN dan TATA TERTIB

Demi kelancaran program edukasi ini, peserta diwajibkan mengikuti ketentuan
berikut :

1. Mengikuti seluruh acara paket (kecuali emergency dan lepasan)

2. Datang 30 menit sebelum acara dimulai untuk pendaftaran ulang dan
mengikuti kuis.

3. Tidak membawa anak-anak pada acara ini

4. Membawa bukti transfer pembayaran asli di sesi I (bagi peserta paket)
atau di sesi tertentu yang diikuti (bagi peserta lepasan).

5. Membawa fotokopi buku kesehatan anak dan/atau copy resep dokter anak
(tidak wajib bagi yg single/belum memiliki anak), diserahkan pada waktu daftar ulang.

6. Apabila peserta mengundurkan diri setelah PESAT dimulai dan/atau di
tengah-tengah PESAT, tidak ada pengembalian biaya.

7. Apabila tidak hadir 2 kali berturut-turut otomatis dieliminasi (bagi
peserta paket) dan tidak ada pengembalian biaya.


BIAYA

*Keikutsertaan keseluruhan paket (5 sesi):*

Peserta perorangan : Rp. 385.000,- per orang

Peserta pasangan/suami–istri: Rp. 595.000,- per pasangan

*Keikutsertaan hanya per sesi acara:*

Peserta perorangan : Rp. 85.000,- per orang
Peserta pasangan/suami-istri: Rp. 160.000,- per pasangan

** Biaya tersebut akan digunakan sebagai pengganti biaya penggandaan makalah, konsumsi dan seminar kit.



MEKANISME PENDAFTARAN DAN CARA PEMBAYARAN

*Media pendaftaran*

1. Daftar langsung melalui contact person berikut :
Dini: 0812 811 4703
Ica: 0856 9060 820
Rani: 0815 930 2579

2. Melalui email ke pesat10@gmail.com dengan Subjek: Pendaftaran

Melengkapi data diri calon peserta :

Nama Lengkap 1 : (diisi untuk peserta perseorangan)
Nama Lengkap 2 : (diisi apabila mengajak pasangannya)
Status : Belum menikah/Menikah
Alamat :
Nomor telepon/Hp yg mudah dihubungi:
Email yg aktif di gunakan: (untuk mengingatkan peserta)
Jumlah Anak :
Usia Anak :
Kepesertaan : *Paket Pasangan/Perorangan*
Lepasan *Pasangan/Perorangan, sesi berapa saja*


Cara pembayaran bagi yang mendaftar melalui email:

1. Pembayaran dilakukan setelah mendapat konfirmasi pendaftaran dari email:
pesat10@gmail.com

2. Melakukan pembayaran dengan cara transfer ke :

Rekening BCA a/c. 5040127421 a/n. Dini Rahayu Purnamawati atau
Rekenin BNI 46 a/c 0010401614 a/n Hoesana Wennes Doee

3. Konfirmasi pembayaran, melalui sms ke Dini (0812 811 4703) atau email ke
pesat10@gmail.com
dengan Subjek: *Konfirmasi Pembayaran.*

Cantumkan nama peserta, nama Bank, no rek, jumlah (Rp) & tanggal transfer

Perhatian : apabila tidak menggunakan rekening sendiri harap mencantumkan
nama lengkap calon peserta.

Mohon memperhatikan dan mengikuti batasan-batasan waktu pendaftaran. Diluar
waktu dan contact person yang telah ditentukan di atas, semua pendaftaran
dan pembayaran dianggap tidak sah dan tidak diterima oleh panitia.

Pendaftaran akan ditutup tanggal 9 Desember 2009 atau setelah kuota peserta
terpenuhi .



Pertanyaan mengenai teknis dan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi
panitia pesat10@gmail.com atau contact person tersebut di atas.


Salam SEHAT,

Panitia PESAT 10 Jakarta
------------------------------

Wednesday, July 22, 2009

PESAT 10 JAKARTA

Jadi orangtua baru bikin nervous? Selalu bertanya-tanya sudahkah memberikan yang terbaik untuk anak? Apakah yang dilakukan selama ini sudah benar?

Apa yang harus dilakukan ketika anak diare, demam, jatuh, tertelan benda kecil?

Anak mulai bertanya: dari mana adik bayi berasal? Dan jawaban-jawaban Anda mulai tak memuaskan mereka?

Apa itu MPASI? Bagaimana memberi asupan nutrisi maksimal bagi anak?

Batuk pilek diinhalasi? Sudah benarkah? Bagaimana dengan Asma?

Si kecil tidak semontok anak tetangga? Atau justru jauh lebih besar daripada anak kebanyakan?

Bagaimana memastikan keluarga Anda tidak terpapar obat-obatan yang berlebihan?

Mungkin itu semua adalah pertanyaan langganan hampir semua orang tua. Tapi itu tentu belum semua, masih ada urusan gigi anak, tumbuh kembang, penggunaan multivitamin, imunisasi dan yang (sepertinya) tak  habis-habis dibahas: penggunaan antibiotik. Sejauh mana pemahaman kita akan hal tersebut? Padahal menjadi konsumen kesehatan yang cerdas dan berdaya adalah sebuah upaya perlindungan bagi keluarga kita. Karena itu, Yayasan Orangtua Peduli kembali menghadirkan seminar setengah hari Program Edukasi Orangtua Sehat 10 di Jakarta (PESAT 10 Jakarta).

Adapun topik-topik yang akan dibahas pada PESAT 10 Jakarta adalah:

Sesi I – 10 Oktober 2009 (Lama pelatihan ? 6 jam)
TOPIK 1 : LAYANAN KESEHATAN TERBAIK UNTUK KONSUMEN
Bagaimanakah konsep layanan kesehatan yang seharusnya? Dapatkah terjalin suatu kemitraan yang kuat antara pasien dengan dokter? Siapakah yang memikul tanggung jawab layanan kesehatan?
TOPIK 2 : PERAWATAN BAYI BARU LAHIR, KUNING PADA BAYI (JAUNDICE) DAN SUSU FORMULA
Tes apa saja yang dilakukan oleh dokter pada newborn? Perlukah bayi yang baru saja dilahirkan dimandikan? Bagaimana tata laksana Inisiasi Menyusui sejak Dini (IMD) atau early latch-on? Apa yang menyebabkan kuning pada bayi baru lahir? Berbahayakah? Bagaimana juga dengan kode internasional dan sufor?
TOPIK 3 : DEMAM, KEJANG DEMAM, DEMAM BERDARAH
Tahukah kita  bahwa demam bukan penyakit, melainkan gejala atau petunjuk adanya suatu penyakit atau infeksi? Berbahayakah kejang demam? Bagaimana mengidentifikasi demam berdarah?

Sesi II – 31 Oktober 2009 (Lama pelatihan ? 6 jam)
TOPIK 1 : PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK
”Bu, adik bayi asalnya dari mana?” ”Bagaimana bisa adik bayi dikeluarkan dari perut Ibu?”. Sering bingung menjawab pertanyaan-pertanyaan sejenis itu yang ditanyakan oleh anak Anda? Bagaimana cara yang tepat untuk menjelaskan masalah seputar seks pada anak?
TOPIK 2 : PENTINGNYA IMUNISASI
Bagaimana kerja vaksin dalam melindungi tubuh? Apakah imunisasi ada efek sampingnya? Apa yang dimaksud dengan catch-up immunization? Apa itu imunisasi simultan?
TOPIK 3 : MENILAI PERTUMBUHAN ANAK
Apakah anak gemuk itu pasti sehat? Dan apakah anak yang cenderung langsing/kurus itu pasti kurang gizi? Bagaimana cara membaca growth chart yang benar?

Sesi III – 21 November 2009 (Lama pelatihan ? 6 jam)
TOPIK 1 : MAKANAN PENDAMPING ASI (MPASI) & NUTRISI TEPAT UNTUK TUMBUH KEMBANG ANAK
Bagaimanakah cara yang paling baik untuk memperkenalkan solid food? Bingung ketika anak mengalami GTM (Gerakan Tutup Mulut)? Pusing karena anak sedikit atau susah sekali minum susu?
TOPIK 2 : COMMON PROBLEMS 1 (DIARE, KONSTIPASI, DAN MUNTAH)
Diare, muntah dan sakit perut berulang, apakah itu pertanda anak perlu obat? Apa yang harus segera dilakukan? Bagaimana cara menghentikan konstipasi berulang pada anak?
TOPIK 3 : KEGAWATDARURATAN PADA ANAK
"Bagaimana nih, anak saya tanpa sengaja terkena air panas!". "Tolong, anak saya jatuh, apa yang harus saya lakukan?". ”Anakku mimisan, bagaimana ya menghentikannya?” Bagaimana cara penanganan yang tepat untuk keadaan gawat darurat seperti ini pada Anak?

Sesi IV – 12 Desember 2009 (Lama pelatihan ? 6 jam)
TOPIK 1 : MENILAI PERKEMBANGAN ANAK
Seorang anak tidak hanya bertambah berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) saja, tetapi ia juga mengalami perkembangan emosi dan intelektual.  Bagaimana menilai perkembangan anak dengan bijak dan obyektif?  Bagaimana memberikan stimulasi dini yang tepat pada anak? Bagaimana sebaiknya menangani perilaku tantrum (temper tantrum) pada anak?
TOPIK 2 : COMMON PROBLEMS 2 (BATUK, PILEK DAN ASMA)
Common colds (batuk, pilek), dan asma adalah beberapa penyakit yang sering diderita anak-anak. Kebanyakan penyakit anak-anak disebabkan oleh infeksi virus. Sudah tahukah kita tata laksana yang tepat untuk itu?
TOPIK 3: KESEHATAN GIGI PADA ANAK
Kapan sebaiknya anak mulai dibawa ke dokter gigi? Bagaimana membersihkan gigi anak dengan baik dan benar? Kapan anak perlu pasta gigi? Tahukah Anda bahwa kesehatan gigi susu akan mempengaruhi gigi tetap anak kelak?

Sesi V – 9 Januari 2010 (Lama pelatihan ? 5 jam)
TOPIK 1 : MENGENALI TBC & CARA MENGATASINYA
Flek di paru-paru = TBC, benarkah demikian? Tahukah kita bahwa menegakkan diagnosa TBC pada anak itu sangat sulit? Overdiagnosed of TB berkonsekuensi anak harus rutin minum obat anti TBC yang akan berefek pada kesehatan hatinya.  
TOPIK 2 : KESEHATAN KULIT PADA BAYI DAN ANAK
Bagaimana membedakan ruam ketika campak dan roseola? Apa itu dermatitis atopi? Bagaimana cara menangani biang keringat?
TOPIK 3: RUM (RATIONAL USE OF MEDICINES) DAN TATA LAKSANA ANTIBIOTIKA
Apakah setiap gejala penyakit harus diobati (a pill for an ill)? Perlukah kita mengetahui efek samping dari obat? Apa beda obat paten dengan obat generik? Apa itu polifarmasi?
*Venue masih tentative dan akan diinformasikan segera


PEMBICARA


Pembicara PESAT terdiri dari pembicara tetap dan pembicara tamu.
    
*Pembicara Tetap :
Dr. Purnamawati, SpAk, MMPed.
Mantan staf pengajar di FKUI, aktif menyelenggarakan kegiatan seminar, radio talkshow, dan membina  milis (sehat@yahoogroups.com)  dan situs kesehatan (www.sehatgroup.web.id) dengan satu tujuan, mencerdaskan konsumen kesehatan Indonesia agar dapat mempersembahkan kehidupan yang lebih baik untuk anak-anak.
*Pembicara Tamu :
Pembicara tamu ini berasal dari kalangan medis, baik akademisi maupun praktisi, dan non medis yaitu dari orangtua (smart parents).


PERSYARATAN dan TATA TERTIB

Demi kelancaran program edukasi ini, peserta diwajibkan mengikuti ketentuan
berikut :

1. Mengikuti seluruh acara paket (kecuali emergency dan lepasan)

2. Datang 30 menit sebelum acara dimulai untuk pendaftaran ulang dan
mengikuti kuis.

3. Tidak membawa anak-anak pada acara ini

4. Membawa bukti transfer pembayaran asli di sesi I (bagi peserta paket)
atau di sesi tertentu yang diikuti (bagi peserta lepasan).

5. Membawa fotokopi buku kesehatan anak dan/atau copy resep dokter anak
(tidak wajib bagi yg single/belum memiliki anak), diserahkan pada waktu daftar ulang.

6. Apabila peserta mengundurkan diri setelah PESAT dimulai dan/atau di
tengah-tengah PESAT, tidak ada pengembalian biaya.

7. Apabila tidak hadir 2 kali berturut-turut otomatis dieliminasi (bagi
peserta paket) dan tidak ada pengembalian biaya.


BIAYA

*Keikutsertaan keseluruhan paket (5 sesi):*

Peserta perorangan : Rp. 385.000,- per orang

Peserta pasangan/suami–istri: Rp. 595.000,- per pasangan

*Keikutsertaan hanya per sesi acara:*

Peserta perorangan : Rp. 85.000,- per orang
Peserta pasangan/suami-istri: Rp. 160.000,- per pasangan


** Biaya tersebut akan digunakan sebagai pengganti biaya penggandaan makalah, konsumsi dan seminar kit.



MEKANISME PENDAFTARAN DAN CARA PEMBAYARAN

*Media pendaftaran*

1. Daftar langsung melalui contact person berikut :
Dini: 0812 811 4703
Ica: 0856 9060 820
Rani: 0815 930 2579

2. Melalui email ke pesat10@gmail.com dengan Subjek: Pendaftaran

Melengkapi data diri calon peserta :

Nama Lengkap 1 : (diisi untuk peserta perseorangan)
Nama Lengkap 2 : (diisi apabila mengajak pasangannya)
Status : Belum menikah/Menikah
Alamat :
Nomor telepon/Hp yg mudah dihubungi:
Email yg aktif di gunakan: (untuk mengingatkan peserta)
Jumlah Anak :
Usia Anak :
Kepesertaan : *Paket Pasangan/Perorangan*
Lepasan *Pasangan/Perorangan, sesi berapa saja*


Cara pembayaran bagi yang mendaftar melalui email:

1. Pembayaran dilakukan setelah mendapat konfirmasi pendaftaran dari email:
pesat10@gmail.com

2. Melakukan pembayaran dengan cara transfer ke :

Rekening BCA a/c. 5040127421 a/n. Dini Rahayu Purnamawati atau
Rekenin BNI 46 a/c 0010401614 a/n Hoesana Wennes Doee

3. Konfirmasi pembayaran, melalui sms ke Dini (0812 811 4703) atau email ke
pesat10@gmail.com
dengan Subjek: *Konfirmasi Pembayaran.*

Cantumkan nama peserta, nama Bank, no rek, jumlah (Rp) & tanggal transfer

Perhatian : apabila tidak menggunakan rekening sendiri harap mencantumkan
nama lengkap calon peserta.

Mohon memperhatikan dan mengikuti batasan-batasan waktu pendaftaran. Diluar
waktu dan contact person yang telah ditentukan di atas, semua pendaftaran
dan pembayaran dianggap tidak sah dan tidak diterima oleh panitia.

Pendaftaran akan ditutup tanggal 9 Desember 2009 atau setelah kuota peserta
terpenuhi .


Pertanyaan mengenai teknis dan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi
panitia pesat10@gmail.com atau contact person tersebut di atas.



Salam SEHAT,

Panitia PESAT 10 Jakarta
------------------------------

Wednesday, July 15, 2009

Eni loves Isya.......and Isya loves Eni too

Pakle Elik (tmn kantor bunda): Isya sayang gak sama ayah?
Isya: sayang
Pakle: sama bunda?
Isya: sayang
Pakle: sama eni?
Isya: enggak
Pakle: loh kenapa?
Isya: Eni galak!

Yah begitulah, walaupun rasa sayangnya si Eni terhadap si eneng mah udah pasti jaminan mutu, tapi Eni beda dengan nenek-nenek kebanyakan. Eni bukan tipe nenek yang apa aja boleh. Eni gak ragu-ragu marahin eneng kalau eneng dianggap salah. Eni malah juga suka ngeledekin eneng, kadang-kadang sampe nangis.

Kalau begitu, neng pasti cucu yang teraniaya, sedih dan tak berdaya.......


Eni: cantik yah Eni....*sambil ngeliatin fotonya di hape abah*
Neng: iya...tapi eni pendek
Eni: kurang azzzaaaarrrrrrr

atau pernah juga....

Eni: bagus kan baju Eni *nyobain baju baru depan si eneng*
Neng: tapi eni gundut
Eni: cucu durhakaaaaa

ribut-ribut di jam makan pun sudah pastilah......

Eni: Isya ayo makan
Neng: di depan aja ni
*jalan ke ruang tamu*
Eni: udah nih udah di depan, hayo aaaa
Neng: bukan begitu ni duduknya
Eni: gimana dong?
Neng: begini
*neng pindah ke tempat duduk eni, eni disuruh duduk di tempat duduk eneng*
Eni: nah udah, ayo aaaa
Neng: di depan sana aja ni
Eni: *menahan emosih*
*jalan menuju teras*
Eni: udah! gak usah pindah lagi! ayo makan!
Neng: salah duduknya ni
Eni: hwaaaa gimana lagiiiiiiii
Neng: Eni duduk di bawah ajah
Eni: ya udah dah buru asal makan, hayo aaaa...
Neng: Isya gak mau makan
Eni: hwaaaaa......kenapa jadi gak mau makan???? hayo buru makan!
Neng: Isya kenyang ni, jangan dipaksa!
Eni: *mulai berasep n keluar buntut*

di lain waktu....

Eni: Isya ayo bobo
Neng: Isya mau makan dulu!
Eni: *buru2 nyendokin nasi, seneng bener denger neng minta makan, secara seperti nenek kebanyakan, pengennya punya cucu montok* nih makan, eni suapin apa makan sendiri?
Neng: enggak mau ah....
Eni: heh? enggak mau gimana?
Neng: gak mau makan
Eni: laaaaah....tadi kan isya yang minta, ayo makan!
Neng: isya gak lapel ni...jangan dipaksa! *teteeep*
Eni: alesan ajaaaaaaaah

waktu yang lain lagih....

Eni: Isya ayo bobo
Neng: Isya mau makan pil dulu *pear*
Eni: gak ada! pearnya udah abis!
Neng: tuh ada! eni jangan suka boong!
Eni: *speechless*

abis makan pear....

Eni: ayo bobo
Neng: Eni juga bobo dong
Eni: ya udah nih eni udah bobo *tiduran*
Neng: bukan begitu
Eni: gimana dong?
Neng: matanya melem
Eni: *merem* tuh udah...
Neng: bukan begitu
Eni: lah terus gimana lagiiiiii
Neng: jangan ngomong dong, kan lagi bobo
Eni: yaudah nih eni diem, udah isya bobo!
*senyap sesaat.....*
Neng: *ngeloyor keluar kamar*
Eni: ISYAAAAAAAAAA

kadang-kadang juga.....

Eni: Isya bobo!
Isya: enggak mau
Eni: heh! udah siang, bobo!
Isya: Isya enggak ngantuk! jangan dipaksa!
Eni: yaudah biarin Eni bobo! *matiin lampu kamar, langsung tidur........semenit...duamenit.....lima menit.....mulai pules......zzzzzzzz.....* ISYAAAAAA KENAPA COLOK-COLOK IDUNG ENIIIIIIII
Neng: jangan tidul ni, Isya enggak ada temennya....

yang juga seringkali terjadi....

*eni lagi asik nonton infotaiment*
Neng: *tiba-tiba muncul....langsung ganti channel tv jadi space toon*
Eni: heeeeeeeh....Eni lagi nonton
Neng: spestun aja ni *lempeng*
Eni: hwaaaaa Eni lagi nonton tauuuuu....isya nonton di kamar dandi aja
Neng: di sini ajah *tetep lempeng*
Eni: *dongkol setengah mati sambil buru2 pindah ke kamar dandi, takut berita hot nya keburu lewat.........nyalain tivi....tiduran.....aaaah untung masih dapet ujungnya*
Neng: *tiba-tiba muncul....langsung ganti channel tv jadi space toon (bukan! ini bukan postingan dobel garagara bunda ngetiknya pake belekberih -lagian emang punya!- tapi emang kejadiannya beginih lah)
Eni: hwaaaaa......kenapa diganti lagiiiiiii
Neng: nonton spestun aja ni *lempeng*
Eni: kan isya udah nonton di luaaarrrr
Neng: di sini aja ni *tetep lempeng*
(bunda bisa aja sih nyeritain sampe sepuluh kali bulak-balik ruang TV-kamar Dandi, tapi sumpah ceritanya sama-sama ajah! hingga kadang-kadang Eni pun pasrah dan ikut nonton spestun)
Neng: *udah puas nonton, matiin tivi, keluar kamar....*
Eni: *legaaaaaa....buru2 nyalain tivi lagi, nyari2 channel yg masih nyetel infotaiment*
Neng: *masuk kamar lagi, matiin tivi lagi.....dengan lempengnya!*
Eni: heeeeeeh kenapa dimatiin! eni mau nontooooon
Neng: matiin aja ni, udah nontonnya *lempeng*
Eni: beloooooom, eni masih nontooooon
Neng: jangan! matiin ajah!
Eni: *ini jam berapa siiiiiiih emakbapaknya pulaaaaang*

Tuesday, July 14, 2009

Dunia (entah) Fantasi (-nya siapa)

Ih tgl brp nih yah? lupa...pertengahan Juni gitu deh. Kantor Abah punya acara berlibur bersama *dasar BUMN! bikin ngiri!*, acaranya ke Dufan. Abah punya 4tiket, secara mang ajang, mang sandi dan mang dandy udah pada punya urusan sendiri *begitulah bujang2* Jadinya keberuntungan jatoh ke Aybund.


*neng minta diukur tingginya, untuuuung blom kena charge ya neng*


Beruntung??? hmmm tidak juga sih. Bunda mah paling males ke Dufan. Apaan tuh..udah disuruh bayar mahal2, sampe sono diputer-puter, ditebalik-tebalikin, dibanting-banting...emang kita cewek apaan! Untung ini mah gretong, itung2 jalan2 aja lah. Sampe sana neng tentu bahagia gumbira, walau sempet bete nungguin acara pembukaan yg gak penting itu ya neng.

Pertama kita naek si gajah terbang. Busyeeeet si eneng seneng bener. Dulu2 mah dia gak pernah suka naek2 permainan taman hiburan, tapi sejak di TMII dulu....... semuanya mulai berubah *menatap ke luar jendela, rambut tertiup angin*

Kedua, naek bianglala. Itu tuh yg kayak kincir gedaaaaaaaaaa. Kenapa pilih naik ini? karena itu adalah permainan aman, nyaman untuk dinikmati sekeluarga, betuuuuul? salah! Ada empat orang yg keringetan. Pertama Abah, sama kyk anaknya *mang dandy loh maksudnya* badan doang gede, sama ketinggian mah keder. Kedua si Bunda.....ya bukan salah bunda dong, ini kan gen turunan dari abah! Ketiga si Ayah....apaaa kribo itu takut ketinggian? bukan! dia takut anaknya loncat dari ketinggian! badannya ampe keringetan pol gara2 megangin si neng sekuat tenaga. Dan yang terakhir adalaaaaah.....si neng laaaaah *isya mode on* dia juga gak kalah keringetan, brusaha meronta dari pegangan si ayah biar bisa berdiri di atas bangku n ngelongok di pager, yg kalo dia berdiri di atas bangku pagernya cuma jadi sepinggang. Sumpah! ini jauh lebih menegangkan daripada naik rollercoaster! *eh...gak mau juga sih naek rolercoaster mah* Jadinya, tiap kita udah di bawah, kita yg ngareeeeep banget cepet disuruh turun *pengunjung dufan yg aneh* nah tiap tuh bianglala muter lagi bawa kita ke atas, Abah langsung makan roti *makan adalah pelarian terbaik dari rasa takut, begitu filosofinya*, Bunda langsung menjerit "tidaaaaaak", Ayah ngelap keringet, Eneng ajrut2an "Isya mau naek, mau naek", dan Eni ketawa puas "wakakakakak...rasain lu!" ...sungguh nenek2 yang aneh!


*terapi abah untuk mengurangi rasa takut ;p*



Abis gitu kita naek ulet bulu, ini tuh kyk halilintar gitu, cuma mini aja n gak ada sampe tebalik2 gitu sih. Cuma ttp aja serem, bunda aja tutup mata mulu *patokan yg buruk yah* Eh si neng malah jerit2 kegirangan sambil ketawa2..hwaaaa.....gak nyangka dah, kita malah takut dia minta turun. Padahal itu namanya doang ulet bulu, kelakuan kyk anakkonda. Jalannya cepet dan gajluk2 parah, trus ada yg naek tinggi, trus langsung turun dengan kecepatan tinggi pula, menukik sampe miriiiiiiing. Makanya Abah milih makan aja daripada di suruh naek gituan *dasar! takut gak takut ttp aja kerjaannya makan!*

Walawpun sudah membuat Aybun terpukau dengan keberaniannya saat naik ulet bulu, tapi ttp wae begitu ngeliat semacam patung n badut, langsyuuuung meluk bunda kenceng banget sambil pengen nangis.

Abis gitu naek apaan lagi yah? yah standar lah, tapi gak banyak, aybun males banget disuruh ngantri, untung gretong jadi gak brasa rugi apa2an. Keluar dari dufan mampir ke pantai sebentar, naek perahu layar, yg tentunya bikin eneng hepi lagi. Btw...ini hari yg bersejarah loh buat kita, eneng untuk pertamakalinya, pergi jauh, seharian, tanpa diaper. Sukses empat kali pipis dan dua kali boker di toilet dufan!


*naik perahu di pantai ancol*



*dialog penutup*
eni: isya seneng gak dari dupan?
isya: bukan dupan ni! duuuufaaaaaan.....
kikikikik maklum atuh neng, si eni mah lidah sunda pan...

foto lebih lengkap ada di sini

Wednesday, June 24, 2009

Eni loves Isya.....and Isya loves Eni too....

Pakle Elik (tmn kantor bunda): Isya sayang gak sama ayah?
Isya: sayang
Pakle: sama bunda?
Isya: sayang
Pakle: sama eni?
Isya: enggak
Pakle: loh kenapa?
Isya: Eni galak!

Yah begitulah, walaupun rasa sayangnya si Eni terhadap si eneng mah udah pasti jaminan mutu, tapi Eni beda dengan nenek-nenek kebanyakan. Eni bukan tipe nenek yang apa aja boleh. Eni gak ragu-ragu marahin eneng kalau eneng dianggap salah. Eni malah juga suka ngeledekin eneng, kadang-kadang sampe nangis.

Kalau begitu, neng pasti cucu yang teraniaya, sedih dan tak berdaya.......


Eni: cantik yah Eni....*sambil ngeliatin fotonya di hape abah*
Neng: iya...tapi eni pendek
Eni: kurang azzzaaaarrrrrrr

atau pernah juga....

Eni:
bagus kan baju Eni *nyobain baju baru depan si eneng*
Neng: tapi eni gundut
Eni: cucu durhakaaaaa

ribut-ribut di jam makan pun sudah pastilah......

Eni: Isya ayo makan
Neng: di depan aja ni
*jalan ke ruang tamu*
Eni: udah nih udah di depan, hayo aaaa
Neng: bukan begitu ni duduknya
Eni: gimana dong?
Neng: begini
*neng pindah ke tempat duduk eni, eni disuruh duduk di tempat duduk eneng*
Eni: nah udah, ayo aaaa
Neng: di depan sana aja ni
Eni:
*jalan menuju teras*
Eni: udah! gak usah pindah lagi! ayo makan!
Neng: salah duduknya ni
Eni: hwaaaa gimana lagiiiiiiii
Neng: Eni duduk di bawah ajah
Eni: ya udah dah buru asal makan, hayo aaaa...
Neng: Isya gak mau makan
Eni: hwaaaaa......kenapa jadi gak mau makan???? hayo buru makan!
Neng: Isya kenyang ni, jangan dipaksa!
Eni:

di lain waktu....

Eni: Isya ayo bobo
Neng: Isya mau makan dulu!
Eni: *buru2 nyendokin nasi, seneng bener denger neng minta makan, secara seperti nenek kebanyakan, pengennya punya cucu montok* nih makan, eni suapin apa makan sendiri?
Neng: enggak mau ah....
Eni: heh? enggak mau gimana?
Neng: gak mau makan
Eni: laaaaah....tadi kan isya yang minta, ayo makan!
Neng: isya gak lapel ni...jangan dipaksa! *teteeep*
Eni: alesan ajaaaaaaaah

waktu yang lain lagih....

Eni: Isya ayo bobo
Neng: Isya mau makan pil dulu *pear*
Eni: gak ada! pearnya udah abis!
Neng: tuh ada! eni jangan suka boong!
Eni:

abis makan pear....

Eni: ayo bobo
Neng: Eni juga bobo dong
Eni: ya udah nih eni udah bobo *tiduran*
Neng: bukan begitu
Eni: gimana dong?
Neng: matanya melem
Eni: *merem* tuh udah...
Neng: bukan begitu
Eni: lah terus gimana lagiiiiii
Neng: jangan ngomong dong, kan lagi bobo
Eni: yaudah nih eni diem, udah isya bobo!
*senyap sesaat.....*
Neng: *ngeloyor keluar kamar*
Eni: ISYAAAAAAAAAA

kadang-kadang juga.....

Eni: Isya bobo!
Isya: enggak mau
Eni: heh! udah siang, bobo!
Isya: Isya enggak ngantuk! jangan dipaksa!
Eni: yaudah biarin Eni bobo! *matiin lampu kamar, langsung tidur........semenit...duamenit.....lima menit.....mulai pules......zzzzzzzz.....* ISYAAAAAA KENAPA COLOK-COLOK IDUNG ENIIIIIIII
Neng: jangan tidul ni, Isya enggak ada temennya....

yang juga seringkali terjadi....

*eni lagi asik nonton infotaiment*
Neng: *tiba-tiba muncul....langsung ganti channel tv jadi space toon*
Eni: heeeeeeeh....Eni lagi nonton
Neng: spestun aja ni *lempeng*
Eni: hwaaaaa Eni lagi nonton tauuuuu....isya nonton di kamar dandi aja
Neng: di sini ajah *tetep lempeng*
Eni: *dongkol setengah mati sambil buru2 pindah ke kamar dandi, takut berita hot nya keburu lewat.........nyalain tivi....tiduran.....aaaah untung masih dapet ujungnya*
Neng: *tiba-tiba muncul....langsung ganti channel tv jadi space toon (bukan! ini bukan postingan dobel garagara bunda ngetiknya pake belekberih -lagian emang punya!- tapi emang kejadiannya beginih lah)
Eni: hwaaaaa......kenapa diganti lagiiiiiii
Neng: nonton spestun aja ni *lempeng*
Eni: kan isya udah nonton di luaaarrrr
Neng: di sini aja ni *tetep lempeng*
(bunda bisa aja sih nyeritain sampe sepuluh kali bulak-balik ruang TV-kamar Dandi, tapi sumpah ceritanya sama-sama ajah! hingga kadang-kadang Eni pun pasrah dan ikut nonton spestun)
Neng: *udah puas nonton, matiin tivi, keluar kamar....*
Eni: *legaaaaaa....buru2 nyalain tivi lagi, nyari2 channel yg masih nyetel infotaiment*
Neng: *masuk kamar lagi, matiin tivi lagi.....dengan lempengnya!*
Eni: heeeeeeh kenapa dimatiin! eni mau nontooooon
Neng: matiin aja ni, udah nontonnya *lempeng*
Eni: beloooooom, eni masih nontooooon
Neng: jangan! matiin ajah!
Eni: *ini jam berapa siiiiiiih emakbapaknya pulaaaaang*