Media Tanam Anggrek
Anggrek Epifit
Untuk anggrek Epifit pada umumnya menggunakan media tanam antara lain:
Arang kayu
Arang batok kelapa
Sabut kelapa
Sphagnum Moss
Pakis
Kulit kayu pinus
Untuk mendapatkan tanaman anggrek yang sehat hendaknya media tanam harus bersih agar tanaman tidak terkontaminasi penyakit berupa bakteri, virus dan jamur. Biasanya media tanam harus disterilkan dengan cara seperti dicuci bersih, direndam dengan larutan fungisida. Atau bila perlu direndam dengan ZPT. Untuk sabut kelapa ada baiknya direndam dulu dengan air biasa beberapa hari untuk membuang zat thanin yang ada pada sabut kelapa, kemudian baru dilakukan proses sterilisasi. Untuk tanaman remaja atu dewasa ditanam dengan menggunakan pot tabah liat atau pot plastik. Untuk bagian dasar pot bisa di gunakan pecahan genting atau pecahan batu bata baru kemudian ditaruh media tanam
Bibit Kompot
Bibit Kompot
Berasal dari kata Community pot atau pot komunitas dalam satu pot tadi di tanam beberapa bibit secara bersamaan. Bibit kompot berasal dari bibit botol
yang ditanam dalam pot atau masih dalam bentuk kecambah. Bibit kompot biasanya berumur 3 sampai dengan 6 bulan. Biasanya pot berdiameter 15cm
bisa menampung 10-30 bibit.
Untuk perawatan bibit kompot biasanya sebagai berikut:
1. Pemberian pupuk N dosis tinggi
2. Rutin menyemprot/menyiram kompot dengan fungisida
3.Jika pot sudah terlihat penuh, sebaiknya di lakukan repotting ke pot tunggal
Menanam bibit botol
Menanam bibit botol/flask
Sebelum bibit dikeluarkan dari dotol , peralatan pendukung harus kita siapkan. Yang banak digunakan antara lain pinset, atau kawat yang telah dibennkokkan memebentuk huruf U, ember atau bskom plastic, kertas koran atau kain kasa, media tanam seperti pakis cacah atau sphagnum moss, arang atau kulit kayu pinus, atau sabut kelapa, fungisida, Styrofoam, proses menegeluarkan plantlet adalah sebagai berikut
1.Botol diisi air
Bibit anggrek dalam botol biasanya akar saling bertautan satu dengan yang lainnya untuk memudahkan mengeluarkan bibit sebaiknya dimasukkan sedikitt air, selanjutnya botol digoyang-goyangkan dengan perlahan sampai akar anggrek terlepas dari agar-agar
2. Dikeluarkan dengan pinset atau kawat berbentuk U
Bibit dijepit satu per satu dengan menggunakan pinset atau kawat yang berbentuk huruf U, selanjutnya dikaitkan ke akar lalu ditarik keluar. Bagian daun ditarik duluan agar akar tidak patah atau rusak.
3. Bibit dicuci dengan air
Jika semua bibit telah berhasil dikeluarkan dari botol proses selanjutnya adalah mencuci bibit hingga bersih, bunga sisa agar-agar yang menempel pada akar agar tanaman terhindar dari penyakit busuk akar
4. Rendam bibit dengan larutan fungisida
Setelah dicuci bersih bibit selanjutnya direndam dengan larutan fungisida kurang lebih 15 menit dengan dosis 1-1.5 gram/liter. Gunanya untuk mencegah serangan jamur
5. Pengeringan bibit
Sebelum ditanam hendaklah kondisi bibit dalam keadaan kering, pengeringannya dengan cara bibit diletakkan diatas kertas krn atau kain kasa
6. Pengelompokan bibit
Sebelum ditanam sebaiknya bibit diseleksi artinya dikelompokkan sesuai dengan ukuarannya untuk mendapatkan pertumbuhan ompot yang seragam.
6. Ditanam dalam kompot
Kompot atau komuniti pot atau pot bersama artinya bibit anggrek ditanam secara bersama-sama dalam satu pot. Untuk pot tanah liat ukuran diameter 15cm biasanya dapat memuat 25-30 bibit. Media tanam dapat berupa pakis cacah, sphagnum moss, atau sabut kelapa yang telah dihaluskan
Merawat plantlet dalam kompot
- Diletakkan ditempat yang teduh dan lembab
- Lakukan penyiraman secara rutin
- Dipupuk dengan menggunakan pupuk yang mempunayai kadar Nitrogen tinggi
- Pemindahan kedalam pot individu jika sudah berumur 3 samapai dengan 6 bulan
Anggrekers
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
-
Arsip
- Maret 2009 (2)
- Desember 2008 (3)
- November 2008 (1)
-
Kategori
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS



